Jakarta: Rabu (7/2) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Mensos Bachtiar Chamsyah untuk membahas masalah logistik untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang terkena banjir, di Kantor Presiden. Usai bertemu Presiden, Mensos menjelaskan bahwa jumlah pengungsi di Jakarta menurut data-data sekitar 225 ribu orang. “Jumlah pengungsi terbanyak ada di Jakarta Selatan sejumlah lebih dari 80 ribu orang, di Jakarta Timur sekitar 45 ribu pengungsi, sementara di daerah lainnya dibawah itu,� kata Bachtiar Chamsyah.

"> Jakarta: Rabu (7/2) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Mensos Bachtiar Chamsyah untuk membahas masalah logistik untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang terkena banjir, di Kantor Presiden. Usai bertemu Presiden, Mensos menjelaskan bahwa jumlah pengungsi di Jakarta menurut data-data sekitar 225 ribu orang. “Jumlah pengungsi terbanyak ada di Jakarta Selatan sejumlah lebih dari 80 ribu orang, di Jakarta Timur sekitar 45 ribu pengungsi, sementara di daerah lainnya dibawah itu,� kata Bachtiar Chamsyah.

"> Jakarta: Rabu (7/2) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Mensos Bachtiar Chamsyah untuk membahas masalah logistik untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang terkena banjir, di Kantor Presiden. Usai bertemu Presiden, Mensos menjelaskan bahwa jumlah pengungsi di Jakarta menurut data-data sekitar 225 ribu orang. “Jumlah pengungsi terbanyak ada di Jakarta Selatan sejumlah lebih dari 80 ribu orang, di Jakarta Timur sekitar 45 ribu pengungsi, sementara di daerah lainnya dibawah itu,� kata Bachtiar Chamsyah.

">

400 Ton Beras untuk Korban Banjir

 
bagikan berita ke :

Kamis, 08 Februari 2007
Di baca 859 kali

Kata Bachtiar, Departemen Sosial sudah memberikan bantuan beras sebanyak 200 ton. “Hari ini kita akan mengeluarkan tambahan 200 ton beras lagi,� lanjutnya. “Kemarin saya bersama anggota DPR Komisi VIII meninjau ke lapangan dan mengambil sample pengungsi di wilayah Jakarta Timur. Menurut sample tersebut, dari 45 ribu pengungsi, dapur umum yang disiapkan pemerintah daerah bersama TNI kemampuannya hanya sekitar 40 persen atau untuk 17 ribu pengungsi. Sisanya berasal dari partisipasi masyarakat,� tambah Mensos.

Pemerintah sangat berterimakasih atas bantuan masyarakat yang sudah secara sukarela mendirikan dapur-dapur umum untuk para pengungsi. “Andaikata ada dapur umum yang dibuat masyarakat kekurangan beras, silahkan memberitahukan kepada Kepala Dinas Sosial DKI untuk segera dipasok beras yang diperlukan masyarakat,� ujar Bachtiar Chamsyah.

“Saya ingin menegaskan kembali, bahwa stok beras pangan pemerintah tahun 2006 berjumlah 365 ribu ton. Stok ini sampai sekarang masih ada sekitar 300 ribu ton lagi. Beras tersebut disimpan di gudang bulog. Jadi saya mohon, untuk masalah beras persediaannya cukup, dan Insya Allah kita tidak perlu khawatir. Masyarakat tidak perlu resah,� kata Bachtiar Chamsyah.

 

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/02/07/1555.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0