Doorstop Presiden RI - Peninjauan Pembangunan Bendungan Tugu, Trenggalek 25 Agustus 2015
DOORSTOP PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PENINJAUAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN TUGU
TRENGGALEK, JAWA TIMUR
25 AGUSTUS 2015
Â
Â
Â
Presiden:
Saya sering berbicara masalah kekurangan air, puso, salah satunya ini, bangun waduk di mana-mana untuk penampungan air. Nanti, kalau ada lagi El Nino, kita tidak khawatir lagi, tidak takut lagi karena tampungan airnya ada di mana-mana, di Jawa Timur, di Jawa Tengah, di NTT, di NTB, di Sulawesi, semuanya.
Â
Dan kita memang ke depan ingin merancang agar sungai-sungai besar itu pun juga dibuat bendungan-bendungan. Jangan biarkan air mengalir sampai ke laut. Harus ditampung dan digunakan baik untuk irigasi, persawahan, baik untuk listrik, baik kayak di sini, juga di sini untuk mengairi 1.200 hektar, untuk wisata, untuk listrik, air minum ke depan. Kita ini melimpah air tapi tidak dikelola, tidak di-Âmanage sebanyak-banyaknya, dibuat bagus seperti ini.
Â
Jadi, saya ke sini hanya ingin mengecek bahwa progres itu berjalan, dan target nanti 2017 selesai. Kan ini berhenti dua tahun, masa pembebasan. Tahun ini dimulai cepat. Meskipun ini baru 15%, tidak apa-apa, tapi ada terus progresnya. Oleh sebab itu, lapangan selalu saya cek agar betul-betul kelihatan bahwa semua proyek, program itu ada perkembangannya.
Â
Wartawan:
Apa yang perlu dipercepat biar prosesnya sesuai target?
Â
Presiden:
Tidak, sudah diatur target-targetnya kok. Kalau yang seperti di Raknamo, ada yang kerja siang-malam. Tol juga ada kerja siang-malam. Ini selama seminggu tidak ada berhentinya, tujuh hari selama seminggu. Saya kira ini percepatan.
Â
Wartawan:
Jaminan supaya tidak berhenti, tidak stuck di tengah jalan?
Â
Presiden:
Ya kan kemarin masalahnya di pembebasan. Ini Pak Bupati, Pak Gubernur sudah memberikan jaminan lancar. Tidak ada masalah. Ya sudah dimulai, dan progresnya kelihatan.
Â
Wartawan:
Berarti pembebasan belum semuanya clear?
Â
Presiden:
Kurang dikit, tapi tetep, Pak Bupati, Pak Gubernur sudah menjamin tidak ada masalah.
Â
Wartawan:
Mungkin ada terobosan dari kepala daerah untuk mempercepat pembebasan lahan?
Â
Presiden:
Sebetulnya kan undang-undang yang baru kan sudah memberikan dukungan untuk pembebasan lahan. Kalau memang sulit, bisa ditaruh konsinyasi di pengadilan, sudah, karena ini untuk kepentingan umum, kepentingan rakyat yang jauh lebih banyak.
Â
Wartawan:
Soalnya kemarin kan rapat di Istana Bogor kan menoleransi kalau ada terobosan-terobosan kepala daerah.
Â
Presiden:
Itu kalau yang diskresi. Kalau kira-kira ada hal yang memang perlu dilakukan, ada sebuah diskresi kewenangan, ada kebijakan yang memang harus diputuskan, ya diputuskan untuk kepentingan rakyat. Saya sampaikan, saya berikan back up.
Â
Wartawan:
Terima kasih, Pak.
*****
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden