Jalin Kolaborasi, Kemensetneg dan Kemenlu Gelar Public Outreach dan Public Engagement Keketuan ASEAN Indonesia 2023

 
bagikan berita ke :

Selasa, 21 Februari 2023
Di baca 986 kali

Jelang pertemuan tingkat tinggi kepala negara di kawasan Asia Tenggara yang akan di gelar pada Mei dan September 2023 beragam persiapan dilakukan. Pada kesempatan kali ini Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara (Humas Kemenseteng) menjalin kolaborasi dengan Sekretariat Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN (Setditjen KSA) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Roadshow, Public Outreach and Public Engagement terkait Keketuan ASEAN Indonesia 2023” pada tanggal 15 s.d. 18 Februari 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengawali rangkaian kegiatan “Roadshow, Public Outreach and Public Engagement terkait Keketuan ASEAN Indonesia 2023, BPOLBF memfasilitasi pertemuan Tim Setditjen KSA Kemenlu dan Tim Biro Humas Kemensetneg dengan Asosiasi Wisata dan Tour & Travel serta Asosiasi Perhotelan dan Restauran di Ruang Rapat BPOLBF.

“Mengawali pertemuan kali ini, saya ingin mengajak Bapak, Ibu, pelaku usaha bersama-sama mempromosikan Labuan Bajo dan siap menjadi tuan rumah. Mari kita manfaatkan momentum KTT ASEAN untuk memperkenalkan Labuan Bajo,” tutur Shana Fatina, Direktur Utama BPOLBF.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kemenlu, Carolina Tinangon menjelaskan mengenai rencana pemerintah menggelar KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo pada tanggal 9 s.d. 11 Mei 2023. Labuan Bajo terpilih sebagaimana arahan Bapak Presiden agar dapat menggelar forum internasional di Labuan Bajo sekaligus mempromosikan destinasi wisatanya.

“Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi wisata premium dan baru, ke depannya agar ada kesinambungan untuk mengajak Visit Labuan Bajo. Kita dapat meniru Thailand, yang selalu membuat short trip untuk para delegasi yang ingin mengeksplor dan menikmati keindahan Labuan Bajo,” sambung Carolina Tinangon.

Untuk itu, pemerintah meminta bantuan kepada anggota Asosiasi Wisata serta Tour & Travel agar dapat menyediakan beragam penawaran paket wisata dan transportasi. Selain itu, khusus untuk pelayaran transportasi diharapkan ada standar pelayanan yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan keselamatan.

Para pelaku usaha wisata dan anggota Asosiasi Wisata di Labuan Bajo meminta kepada pemerintah agar dapat mengatur akses dan alur pergerakan bagi wisatawan,  mengingat setiap ada kegiatan pemerintah bertaraf nasional dan internasional akses dan alur pergerakan wisatawan sangat terbatas.

“Saya dari ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) atau pelaku pariwisata yang real sebagai lokal disini, punya harapan yang sangat besar bahwa ASEAN Summit nanti membawa dampak besar untuk semua masyarakat di Flores ataupun khusus di Manggarai Barat itu sangat besar dampaknya,” terang Getrudis Naus, Perwakilan ASITA Manggarai Barat.

Pertemuan dilanjutkan dengan Asosiasi Perhotelan dan Restauran di Ruang Rapat BPOLBF. Pada pertemuan ini dilakukan identifikasi permasalahan, kebutuhan, kendala, dan mencari solusi bersama guna tidak ada pihak-pihak yang dirugikan serta meminta dukungan Asosiasi Perhotelan dan Restauran untuk memenuhi kebutuhan akan kamar dan ketersediaan makanan selama penyelenggaraan KTT ASEAN 2023 mendatang.