Kalla: Krisis Sudah Lewat

 
bagikan berita ke :

Senin, 24 Maret 2008
Di baca 968 kali


Kalla memaparkan, sebelum krisis pendapatan per kapita penduduk Indonesia sebesar USD110. Saat krisis menerpa, pendapatan pun merosot hingga USD600. Saat ini meningkat hingga mencapai USD2000. Lalu, pada sisi ekspor, pada 2000 lalu hanya mampu mencapai USD50 miliar,sekarang mengalami peningkatan dua kali lipat hingga mencapai angka USD100 miliar.

”Jadi, krisis (sejak) 10 tahun lalu itu kini tidak lagi.Sekarang (pendapatan per kapita) sudah jauh meningkat,” kata Kalla saat membuka acara Tepang Sudagar Tatar Sunda di Gedung Bank Indonesia, Jalan Braga, Bandung kemarin. Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, para pengusaha Jawa Barat,dan para pengusaha dari berbagai wilayah Nusantara.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengakui, Indonesia memang masih memiliki utang luar negeri.Pada saat krisis lalu, utang Indonesia mencapai 80% dari gross domestic product (GDP).Namun,kini telah mengalami penurunan secara signifikan hingga tinggal 32% saja. ”Utang masih ada, tetapi tinggal sisa,”ujarnya optimistis. Keluarnya Indonesia dari krisis ekonomi itu, kata Kalla, karena memiliki perekonomian yang tangguh. Meski harga minyak dunia melambung hingga USD100 barel, Indonesia tak mengalami kebangkrutan karena memiliki sumber energi yang melimpah.

” Tak ada ekonomi di dunia ini yang setangguh Indonesia. Semua negara di dunia saat ini kesulitan energi, sementara semuanya ada di Indonesia,”ucapnya. Dia membandingkan krisis harga minyak dunia yang dialami Indonesia dengan Filipina dan Thailand.Kedua negara tersebut mengalami kesulitan yang lebih parah. ”Kita mengalami kesulitan hanya karena kita ada subsidi,’’ kilahnya.

Tak henti-hentinya Kalla mengimbau agar para pengusaha Indonesia terus memperbaiki kinerja dan semangat agar tidak kalah dengan yang lain.Dia mengingatkan, pertumbuhan hanya bisa dilakukan jika ada nilai tambah, yakni meningkatnya orang bekerja, berpenghasilan, dan adanya pertambahan pajak negara. Selain itu, adanya peningkatan teknologi berkaitan dengan pendidikan yang maju. Untuk menumbuhkan aspek-aspek tersebut, dia berharap semangat berusaha pada diri para pengusaha tetap dipupuk. Semangat itu tak hanya bertujuan untuk mendapat tender dan kredit.

”Kita seharusnya lebih mencari jalan untuk meningkatkan semangat dan memusatkan perhatian pada hal-hal besar yang ingin dicapai bersama- sama”, tandas saudagar dari Makassar itu. Dia menambahkan, cara strategis tersebut dapat dicapai jika mereka meningkatkan pengetahuan dan memperluas jaringan (networking). Jika tidak ada semangat, bisa memunculkan berbagai macam masalah di kemudian hari, tak terkecuali masalah rasial.

Salah satu indikasinya, pertumbuhan usaha pribumi lebih lambat dibandingkan usaha warga keturunan. ”Pengusaha kita tumbuh dengan deret hitung, sedangkan pengusaha keturunan dapat melesat naik dengan deret ukur”, ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan menegaskan, para pengusaha sebenarnya telah menjadi lokomotif utama perekonomian. Bahkan, sektor privat menjadi partner yang baik dalam proses pembangunan ekonomi regional.
 
 
 
 
 
Sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/kalla-krisis-sudah-lewat.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0