Kasus Jatuhnya Pesawat Adam Air :Departemen Perhubungan, Sumber Terpercaya Sekretariat Negara

 
bagikan berita ke :

Kamis, 25 Januari 2007
Di baca 801 kali

Peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air dan sempat tersebarnya kabar bohong bangkai pesawat naas itu ditemukan di pegunungan rupanya menggelitik beberapa mahasiswa untuk bertanya bagaimana Sekretariat Negara menyikapinya. ”Sekretariat Negara selalu melakukan cek dan ricek terhadap semua berita. Berita-berita dari media massa itu selalu dikonfirmasi kepada Menteri Perhubungan karena Menteri Perhubungan adalah nara sumber yang dipercayai Setneg,” jelas Yusril.

Dalam kesempatan tersebut, Mensesneg tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar masalah terkini namun beliau juga memaparkan tugas yang harus diemban Sekretariat Negara. Selain memberikan dukungan teknis dan administrasi kepada Presiden, Sekretariat Negara juga melakukan sejumlah pekerjaan yang menyangkut substansi kebijakan yang akan diambil Presiden. ”Mengenai tugas-tugas yang menyangkut kebijakan, saya dibantu oleh Deputi Mensesneg Bidang Dukungan Kebijakan dalam menelaah hampir semua masalah yang berkembang di negara kita. Biasanya kita menyampaikan suatu memorandum baik kepada Presiden maupun Wapres. Memorandum tersebut juga seringkali kita tembuskan kepada menteri-menteri terkait,” papar Yusril.

Ditambahkan pula, memorandum yang disampaikan kepada Presiden bisa mencapai 500-600 memorandum per tahun. Isinya berupa analisis dan usulan bagaimana memecahkan masalah tersebut. Menurut Mensesneg, ini akan mempermudah Presiden untuk mengambil keputusan, bisa memilih alternatif-alternatif yang diajukan atau berdasar pendapat lain.

Selain memorandum, Yusril juga menjelaskan panjang lebar tugas Sekretariat Negara dalam memproses surat-surat yang ditujukan kepada Presiden maupun Wakil Presiden, menyimpan arsip-arsip penting, mempersiapkan naskah-naskah kepresidenan hingga menangani kegiatan keprotokolan Presiden yang cukup rumit. Karenanya, Mensesneg mengakui tugas yang diemban Sekretariat Negara tidaklah mudah. ”Ada mood tidak ada mood, harus kerja. Bahkan sakit sekalipun, harus kerja. Kadang saya masuk angin, sudah demam menggigil, masih juga harus kerja karena tugas-tugas itu harus diselesaikan tepat waktu,” ujar Yusril tanpa sungkan-sungkan berbagi pengalamannya.

Acara yang dipandu oleh Deputi Mensesneg Bidang Dukungan Kebijakan, Sumarwoto, tersebut diawali presentasi singkat Profil lembaga Sekretariat Negara oleh Kepala Biro Organisasi dan Humas, Djadjuk Natsir. Lebih kurang 78 mahasiswa dengan didampingi beberapa dosen pembimbing menghadiri acara ini. Di akhir acara, salah satu dosen, Darto Miradhia, mengaku sangat senang mendapatkan penjelasan langsung dari Mensesneg. ”Kunjungan ini sangat penting dan berguna bagi kami untuk mengenal lembaga-lembaga negara lebih dekat, tidak hanya dari buku-buku maupun teori saja.” (HUMAS)

{mosimage}

Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, didampingi oleh Kepala Biro Organisasi dan Humas, Djadjuk Natsir(kiri), Deputi Mensesneg Bidang Dukungan Kebijakan, Sumarwoto (kedua dari kanan), dan Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UNPAD, Entang (kanan).

{mosimage}

Siprianus Jeman, salah satu perwakilan mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada Mensesneg.

{mosimage}

Rombongan mahasiswa FISIP UNPAD berfoto bersama usai acara ceramah dari Mensesneg.

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0