Keterangan Pers Presiden RI, di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Tgl. 22 Okt 2014
KETERANGAN PERS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DI HALAMAN TENGAH ISTANA NEGARA
TANGGAL 22 OKTOBER 2014
Â
Presiden:
Baiklah mungkin hanya sedikit yang ingin saya sampaikan. Yang pertama, tadi saya telah bertemu dengan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, Kepala Staf Angkatan Darat. Yang intinya, yang pertama dengan BIN, tadi kami minta kepala security briefing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keamanan negara, yang berkaitan dengan ekonomi, politik, sosial. Dan, dengan Panglima, dan Kapolri, dan yang lainnya, saya tadi menyampaikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan rencana strategis TNI, Polri, dan hal-hal yang berkaitan dengan rencana alat-alat pertahanan kita, dan juga yang berkaitan dengan kesejahteraan TNI-Polri. baik yang berkaitan dengan perumahan dan yang berkaitan dengan gaji dan lain-lainnya. Itu saja tadi yang pertemuan pada hari ini.
Â
Wartawan:
Terima kasih, nama saya Novi dari Investor Daily. Bapak Presiden, pada belakangan ini, setelah pelantikan Bapak sebagai Presiden ke 7, publik disibukkan dengan berbagai pertanyaan mengenai kapan dan di mana akan Bapak mengumumkan komposisi kabinet yang Bapak akan pimpin untuk 5 tahun ke depan. Dan sampai saat ini, publik juga terus bertanya-tanya. Padahal sebelum pelantikan Bapak bilang bahwa komposisi kabinet itu akan diumumkan bahkan sebelum Bapak dilantik. Itu saja Pak, terima kasih.
Â
Presiden:
Dulu kan sudah saya sampaikan, setelah dilantik akan segera, secepat-cepatnya saya sampaikan mengenai kabinet dan yang mengisi pos-pos kementerian. Secepatnya, secepatnya, secepatnya. Nanti kan kalau udah diumumkan kan tau. Ya maunya semuanya kerja cepat. Tapi cepat nanti kalau keliru gimana? Cepat tapi benar gitu loh.
Â
Wartawan:
Ada tarik-tarik parpol gitu pak?
Presiden:
Tidak ada sama sekali, tidak ada. Ya saya sampaikan apa adanya yah. Ya karena kemarin yang kita menyampaikan itu kepada PPATK dan KPK. Dan ada 8 nama yang tidak diperbolehkan ya udah itu, tidak bisa saya sebutkan. Hah? Ya iya dong masa nggak diganti terus yang ngisi siapa? Gimana? Ya, iya dong. Apanya? Ya bisa aja hari ini kenapa tidak? Saya jawab, oleh sebab itu jawaban saya secepat-cepatnya, begitu clear ya langsung diumumkan. 8. Tidak, jangan sekali, jangan ada media yang sekali-kali menulis nama itu dan hanya menebak-nebak. Saya ingin memperingatkan karena ada yang sudah menulis dan keliru. Ini menyangkut nama seseorang. Saya perlu sampaikan ini yah.
Â
Wartawan:
Pak Presiden, terkait dengan pertemuan tadi Pak, dengan Panglima dan Kapolri, dan BIN, itu kan mungkin bisa dielaborasi lagi soal alutista, soal kesejahteraan itu, maksudnya seperti apa sudah ada hitungannya.
Â
Presiden:
Ya tadi baru saya minta kepada beliau-beliau ini agar itu disiapkan perencanaannya, rencananya, sehingga saya jadi ngerti, berapa yang dibutuhkan, berapa yang diperlukan, sehingga jangka pendek jangka panjangnya betul-betul bisa kita tata. Sebentar, ini yang berhubungan dengan pembicaraan hari ini, jangan melenceng ke mana-mana.
Â
Wartawan:
Menambah sedikit tentang kabinet Pak Jokowi, kabarnya yang dapat red notice itu kebanyakan dari partai politik. Â Nah, bagaimana cara...
Â
Presiden:
Siapa yang bilang? Katanya-katanya, kabarnya siapa? Seandainya, nggak mau saya seandainya.
Â
Wartawan:
Kalau orang-orang partai politik banyak yang bermasalah apakah nanti porsinya akan dikurangi dengan orang-orang profesional?
Â
Presiden:
Kok kalau-kalau. Kamu nggak ngerti siapa yang delapan itu namanya siapa nggak ngerti kok kalau, seandainya, kira-kira. Aduh.
Â
Wartawan:
Pak ada clue nggak Pak yang delapan orang itu?
Â
Presiden:
Nggak pakai clue-clue-an
Â
Wartawan:
Pengumuman ntar malam Pak?
Presiden:
Apanya? Belum tentu. Apanya?
Â
Wartawan:
Maaf Pak Presiden, saya Fakih dari Merdeka.com. Kan Bapak menyampaikan ada delapan nama yang di-blacklist oleh PPATK dan KPK sehingga tidak dapat masuk dalam kabinet pemerintahan Bapak. Nah, apakah mencari 8 nama ini dari tim nama-nama yang pernah disortir oleh Tim Transisi sebelumnya yang tidak masuk dalam list Bapak yang disampaikan ke PPATK?
Â
Presiden:
Ya ada yang bisa dari itu, tapi ada juga yang memang harus baru. Ayo, satu lagi udah.
Â
Wartawan:
Dari Indonesia (tidak terdengar), Pak. Aku mau nanya soal yang tokoh-tokoh yang tadi, dari kemarin sama hari ini dipanggil Bapak, itu sebenarnya dalam rangka seleksi menteri apa tidak Pak? Itu aja Pak.
Â
Presiden:
Ada yang iya, ada yang tidak. Ya nggak usah tanya-tanya, yang iya yang mana.
Â
Wartawan:
Apakah itu semuanya dari seleksi Bapak atau ada yang setor dari Tim Transisi, Pak JK, dan lain sebagainya?
Â
Presiden:
Kok, Tim Transisi itu apa? Nggak ada urusan nama menteri berasal dari Tim Transisi. Tolong ditulis nggak ada, udah cukup. Mungkin dari tambahan dari Panglima atau Kapolri, Pak Kasad, Pak Kasau, Pak Kasal. Silakan, atau Pak Kepala BIN. Iya cukup.
Â
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI