Majalah Inovasi Setneg Kini Menjadi Koleksi Library of Congress, Washington D.C. Amerika Serikat

 
bagikan berita ke :

Rabu, 08 Juni 2022
Di baca 147 kali

Dalam rangka mewujudkan smart governance institution, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) terus mengembangkan berbagai inovasi agar nantinya dapat memberikan dampak yang positif serta kemajuan, sekaligus dapat menjadi contoh teladan bagi organisasi pemerintahan lainnya di Indonesia.

 

Berbagai inovasi yang dilakukan di lingkungan Kemensetneg, telah dibukukan sejak tahun 2016 sebagai sebuah memori lembaga yang mendokumentasikan tentang seluruh inovasi yang telah dilakukan, dan diharapkan dapat menciptakan dan terus mengembangkan ekosistem inovasi di lingkungan kemensetneg, sekaligus menginspirasi tumbuhnya berbagai inovasi di Indonesia.

 

Sebagai upaya menjalin kolaborasi dan terus menggaungkan inovasi, Kemensetneg  melalui Biro Hubungan Masyarakat (Humas) mendatangi Kantor Library of Congress  Jakarta, bertempat di Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (7/6), untuk menyerahkan beberapa Majalah Inovasi Setneg termasuk edisi khusus Setneg-X kepada Field Director Library of Congress Office Jakarta, Laila Mulgaokar.

 

Menyambut kedatangan Biro Humas Kemensetneg, Field Director Library of Congress Office Jakarta, Laila Mulgaokar menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kesediaan Kemensetneg memberikan satu set Majalah Inovasi Setneg.

 

“Atas nama Pemerintah Amerika Serikat, kami menyampaikan terima kasih, Majalah Inovasi Setneg yang kami terima ini, selanjutnya akan kami kirim dan simpan di Library of Congress, Washington D.C. Amerika Serikat, sebagai koleksi sekaligus menambah khazanah informasi mengenai Indonesia, dan kami juga akan menyerahkan beberapa buku koleksi kami, yang mungkin bisa menjadi koleksi Perpustakaan Kemensetneg,” ujar Laila.

 

Lebih lanjut, Laila menjelaskan terkait sejarah berdirinya Library of Congress di seluruh dunia dan menyampaikan Kantor Library of Congress Jakarta merupakan perwakilan dari seluruh Asia Tenggara.

 

“Awalnya terdapat 11 titik dari Kantor Library of Congress, kemudian saat ini mengerucut menjadi 8 titik, dan Kantor Library of Congress Jakarta adalah perwakilan untuk seluruh Asia Tenggara,” ujar Laila.

 

Menanggapi sambutan dari Laila, Kepala Biro Humas Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto menyampaikan bahwa pihaknya senang dapat berkontribusi untuk Library of Congress dengan memberikan beberapa buku yang diterbitkan oleh pihak Kemensetneg.

 

“Buku-buku ini berisi beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Kemensetneg. Tidak hanya untuk lingkup Kemensetneg, dalam buku ini juga berisi beberapa inovasi yang menjadi acuan bagi Kementerian/Lembaga lainnya dalam berinovasi, beradaptasi di era digitalisasi,” jelas Eddy.

 

Eddy menambahkan hal ini merupakan suatu kebanggaan karena dapat membumikan inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Kemensetneg, tidak hanya untuk Indonesia, namun juga untuk dunia melalui Majalah Inovasi.

 

Langkah ini disambut baik oleh Head of Acquisitions Library of Congress, Ade Farida, yang menyampaikan pertemuan ini merupakan langkah pembuka bagi Kemensetneg dan Library of Congress untuk bekerja sama ke depannya, utamanya dalam bidang literasi.

 

Di kesempatan terpisah, Tim dari Kemensetneg juga diterima oleh Press Attache, Kedubes AS, Michael D. Quinland di kantor MyAmercia yang terletak di salah satu bagian di dalam kantor Kedubes AS. Terlihat berbagai koleksi buku berjajar rapi, mulai dari buku sejarah mengenai Amerika Serikat, sampai dengan buku-buku populer lainnya, di tengah ruangan nampak Bendera Indonesia dan Bendera Amerika Serikat berdampingan sebagai simbolisasi persahabatan kedua negara.

 

“Kami senang sekali atas pertemuan ini, merupakan suatu kebanggaan kami menerima Tim dari Kemensetneg, saya harap pertemuan ini merupakan awal dari kerja sama dan kolaborasi kita ke depan,” tutur Michael yang juga sebagai Juru Bicara resmi Kedubes AS.

 

Dengan adanya kolaborasi ke depan, banyak peluang kerja sama yang bisa kita elaborasi, sharing information, pengelolaan informasi publik melalui website dan media sosial kami dan Kemensetneg, serta kegiatan-kegiatan lainnya, lanjut Micahel.

 

Setali tiga uang, Eddy Cahyono Sugiarto menyambut hangat tawaran yang disampaikan, “kami senag sekali, pertemuan ini merupakan pebuka bagi kita untuk terus menjalin kerja sama ke depan. Secara teknis, bentuk kolaborasi apa yang bisa dikembangkan kedua belah pihak, akan kita lanjutkan dalam waktu yang tidak terlalu lama."

 

Menutup pertemuan, Tim Kemensetneg di ajak berkeliling di areal kompleks Kedubes AS, salah satunya adalah Gedung Bersejarah yang menjadi saksi kehebatan para delegasi Indonesia dalam merancang dan mempersiapkan Konferensi Meja Bundar (KHA/FFA – Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0