Menteri ESDM Laporkan Kelangkaan Minyak Tanah

 
bagikan berita ke :

Senin, 27 Agustus 2007
Di baca 453 kali

Menurut Purnomo, program konversi minyak tanah adalah program yang baik, yaitu menggantikan penggunaan minyak tanah menjadi LPG (Liquified Petroleum Gas). “Dengan konversi ini kita bisa menurunkan subsidi minyak tanahnya dari sekitar Rp 35 trilyun menjadi 17.5 trilyun,� kata Purnomo usai menghadap Presiden.

“Tadi sudah saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa ini adalah suatu energi bersih. Untuk konversi minyak tanah ke LPG, tabung dan kompor juga kita berikan,� Purnomo menjelaskan. “Tapi di lapangan memang terjadi kelangkaan minyak tanah terutama di daerah-daerah yang sudah kita lakukan konversi dan daerah-daerah yang baru kita laksanakan sosialisasi untuk dilakukan konversi,� lanjutnya.

Purnomo menduga bahwa ada dua hal yang melatar belakangi kelangkaan minyak tanah tersebut. “Pertama adalah meskipun sudah konversi minyak tanah sudah disosialisasikan, namun masyarakat kembali memakai minyak tanah. Kedua adalah minyak tanah kembali digunakan bukan hanya untuk keperluan rumah tangga tetapi juga untuk keperluan yang lain di luar kepentingan rumah tangga,� terang Purnomo. “Bapak Presiden sudah memberikan pengarahan untuk coba dilakukan sosialisasi lagi secara bertahap,� tandasnya.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/08/24/2172.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0