Pemerintah Dukung Antam Beli Saham Freeport

 
bagikan berita ke :

Jumat, 15 Februari 2008
Di baca 1363 kali

JAKARTA -- Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara mendukung rencana PT Aneka Tambang Tbk. membeli 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia yang akan didivestasikan.


"Saya dengar Freeport mau melakukan divestasi 9,36 persen sahamnya. Kalau Antam tertarik, kenapa tidak?" kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil setelah membuka rapat pemimpin Aneka Tambang di Jakarta kemarin.


Sebagai respons, Sofyan mengaku telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berisi permintaan pemberian first rights of refusal (hak menolak pertama) bagi BUMN pertambangan. Menurut dia, pemerintah bisa menunjuk BUMN sebagai pembeli divestasi saham itu. "Hari ini (kemarin) suratnya akan saya kirimkan," ujar Sofyan.


Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Bimo Budi Satriyo membenarkan bahwa perusahaannya tertarik ikut menawar divestasi saham Freeport tersebut. Rencananya, kajian pembelian saham Freeport diselesaikan tahun ini. Kajian itu akan dilakukan oleh Macquarie sebagai penasihat keuangan perseroan. "Sebab, program akuisisi tambang emas diharapkan bisa terlaksana tahun ini juga," ujar dia.


Pada pembukaan rapat kemarin, Direktur Utama Antam Dedi Aditya Sumanagara juga menyatakan kemungkinan akuisisi tersebut. Bahkan tidak hanya Freeport, tapi bisa juga terhadap PT Newmont Nusa Tenggara. "Ini berkat pemerintah, dan akan membuka kesempatan Antam menjadi lebih besar," katanya.


Analis BNI Securities, Norico Gaman, memprediksi Antam masih berpeluang memiliki saham Freeport hingga 20 persen dengan adanya dukungan pemerintah seperti saat ini. Apalagi divestasi Freeport merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Pertambangan tentang pengalihan saham kepada pemerintah Indonesia. "Meskipun akuisisi ini memerlukan waktu," katanya.


Dia juga optimistis Antam dapat menyerap 9,36 persen saham Freeport seluruhnya. Kemungkinan itu ditunjang dengan kapitalisasi Antam yang besar dan dana dari bank-bank BUMN. "Karena dukungan pemerintah telah menjadi modal yang utama," ujarnya.


Akuisisi itu dapat meningkatkan kontribusi terhadap total pendapatan Antam hingga 20 persen. "Saat ini komoditas emas hanya memberi kontribusi kurang dari 10 persen, sedangkan nikel masih 92-93 persen," kata dia.


Akuisisi juga bisa menjaga potensi laba bersih sebesar 40-45 persen per tahun dengan asumsi pertumbuhan lima tahun. Target pencapaian harga saham usaha tambang pelat merah ini juga memungkinkan berubah hingga mencapai Rp 10.500 per saham, dari target sebelumnya Rp 8.500.
 
 
 
Sumber:
http://www.korantempo.com/korantempo/2008/02/15/Ekonomi_dan_Bisnis/krn,20080215,21.id.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0