Pemerintah Indonesia dan UNFPA adakan Pelatihan Internasional Perencanaan Keluarga untuk Pemuka Agama Islam

 
bagikan berita ke :

Selasa, 29 Oktober 2019
Di baca 10805 kali

Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara (Biro KTLN Kemensetneg) bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia kembali menyelenggarakan pelatihan internasional bertajuk “International Training on Right-Based Family Planning”, bertempat di Surabaya.

Pelatihan ini merupakan pelatihan keempat yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia untuk Pemerintah Filipina dalam rangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober s.d. 2 November 2019 ini dihadiri oleh 12 (dua belas) peserta khusus dari Bangsamoro Autonomous Region Muslim Mindanao Filipina dan 2 (dua) observer yang berasal dari Malaysia.

Mewakili Kepala Biro KTLN Kemensetneg, Ricky Syailendra selaku Kepala Bagian Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular Kemensetneg dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini merupakan perwujudan komitmen Pemerintah Indonesia untuk berbagi pengetahuan mengenai perencanaan keluarga sekaligus meningkatkan kerja sama antarnegara melalui skema KSST. “Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan terkait dengan peran pemimpin Muslim dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan seksual serta perencanaan keluarga berkualitas tinggi ketika peserta pelatihan kembali ke negaranya”, jelas Ricky pada acara pembukaan yang bertempat di Hotel JW Marriot Surabaya, Senin (28/10).

Lebih rinci Ricky menerangkan bahwa pendekatan Indonesia dalam kampanye Keluarga Berencana dengan menggandeng para pemimpin agama merupakan hal vital dalam keberhasilan program perencanaan keluarga di Indonesia dan telah menjadi perhatian internasional. “Kesuksesan Indonesia inilah yang menjadi latar belakang Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNFPA yang secara rutin mengundang negara-negara dari Afrika dan Asia untuk belajar mengenai perencanaan keluarga dari perspektif Muslim sejak tahun 2013”, tambahnya.

Tidak hanya Ricky, National Programme Officer UNFPA Indonesia, Samidjo, menyampaikan UNFPA secara konsisten bekerja sama dengan Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam pengelolaan program-program terkait populasi. Samidjo menekankan tiga peran penting pemimpin Muslim dalam perencanaan keluarga, yaitu mengesahkan fatwa, menyediakan pendidikan dan meningkatkan awareness terkait keluarga berencana kepada para umatnya.

Setali tiga uang dengan Ricky dan Samidjo, Kepala Pusat Pelatihan, Kerja Sama Internasional Kependudukan dan KB, BKKBN, Hermansyah mengatakan keterlibatan para pemimpin Muslim di Indonesia tercermin pada fatwa-fatwa yang dikeluarkan yang selalu menjadi hal strategis yang membuat masyarakat luas menerima kebijakan Pemerintah. Tak lupa Hermansyah juga menyampaikan bahwa sudah banyak pemimpin Muslim yang secara aktif terlibat pada program-program BKKBN.

Pemilihan Surabaya sebagai tempat pelaksanaan pelatihan ini bukanlah tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu simbol Islam moderat di Indonesia, dengan nilai-nilai Islam berpadu dengan nilai-nilai tradisional, budaya dan kemasyarakatan. Kota Surabaya juga dikenal sebagai kota yang pemerintah daerahnya serius dalam mendukung penerapan program KB dengan menggandeng ulama sebagai pemimpin komunitas-komunitas Islam yang ada di Surabaya. Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Timur, Yenrizal Makmur menyampaikan Provinsi Jawa Timur memiliki rapor baik dalam hal Total Fertility Rate dengan nilai 2.28, mendekati target nasional sebesar 2.1.

Nantinya para peserta akan mendapatkan in-class training belajar mengenai perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi dalam perspektif Islam dan juga kunjungan tempat-tempat terkait seperti Pesantren, Puskesmas, dan Islamic Center.

Melalui kemitraan dalam kerangka KSST, Kemensetneg mengharapkan hubungan antarnegara menjadi semakin solid dan kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara sahabat menjadi lebih kuat guna mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global. KSST juga menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk belajar pengalaman pembangunan dari negara lain.  (YOK,ART - Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0