Pengantar Presiden RI - Rapat Terbatas Kabinet Kerja Tentang..., Jakarta, 2 Februari 2016
PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
RAPAT TERBATAS KABINET KERJA TENTANG PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DANAU TOBA
KANTOR PRESIDEN, JAKARTA
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Â
Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,
Â
Sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional, dan dari seluruh destinasi prioritas yang sudah kita putuskan, beberapa sudah kita lihat di lapangan.
Â
Dan juga saya mendapat informasi dari Menteri Pariwisata bahwa kunjungan turis mancanegara tahun 2015 mencapai 10,4 juta, naik sangat signifikan, dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp 144 triliun.Â
Â
Pariwisata di Indonesia tahun 2015 tumbuh di atas rata-rata negara yang lain, yang hanya 4,4%, dan ASEAN yang tumbuh hanya sekitar 6%.
Â
Di tahun 2016, saya minta pertumbuhan sektor wisata bisa dipercepat, dan kita evaluasi, dan juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Â
Di sektor ini, saya kira kita melihat bahwa usaha menengah, usaha kecil juga bisa ikut berkembang, industri kreatif juga ikut berkembang, lapangan kerja baru juga bisa tercipta.
Â
Dan saya minta Menteri Pariwisata untuk melakukan percepatan di seluruh destinasi wisata prioritas, yaitu di Borobudur, di Mandalika, di Labuan Bajo, di Bromo, Tengger, Semeru, di Pulau Seribu, di Danau Toba, di Wakatobi, di Tanjung Lesung, di Morotai, dan di Tanjung Layer. Diperlukan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjan-pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya bisa segera kita nikmati.
Â
Dan pada sore hari ini khusus tentang pengembangan Danau Toba, saya minta segera diperkuat konektivitas, aksesibilitas, baik yang berkaitan dengan pelabuhan, dengan bandara, dan dengan jalan.
Â
Saya lihat dua minggu yang lalu atau tiga minggu yang lalu sudah dilakukan kunjungan ke Danau Toba oleh Pak Menko Maritim, Menteri PU, dan juga Menteri Pariwisata. Dan kita harapkan nantinya akan segera ditindaklanjuti di lapangan.
Â
Dan saya juga menekankan agar disiapkan trading untuk marketing-nya, untuk pemasarannya, pelayanan-pelayanan yang berstandar internasional, atraksi-atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, yang menarik, yang mempunyai kelas.
Demikian sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan, dan saya persilakan Pak Menko untuk menyampaikan.
Â
(Acara dilanjutkan secara tertutup)
*****
Biro Pers, Media dan Informasi