Penyerbuan Kapal Marvi Marmara, 12 WNI Akan Dibebaskan Hari Ini, 2 Lainnya Besok

 
bagikan berita ke :

Rabu, 02 Juni 2010
Di baca 1386 kali

"Termasuk dalam statement kita yang meminta PBB melakukan invetigasi penuh, yang dikirim kepada Sekjen PBB, Dewan keamanan PBB, dan Majelis Umum PBB," kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (2/6) pagi. Keterangan pers ini dilakukan untuk menjelaskan sikap pemerintah terkait insiden penyergapan kapal Marvi Marmara.

Sehari setelah insiden penyergapan itu, tepatnya Selasa (1/6) kemarin, dalam pertemuan menteri ASEAN dengan menteri Join Cooperation Committee, Indonesia terlibat aktif dalam merumuskan pernyataan mengutuk serangan Israel tersebut. "Dan pernyataan bersama itu satu nafas dengan pernyataan kita, termasuk mendesak PBB untuk mengambil langkah-langkah segera dan pasti," Presiden menjelaskan.

Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI Amman, Jordania, aktif mencari akses komunikasi dengan pihak Palestina dan Jordania untuk menyelamatkan 12 WNI yang berada di kapal Marvi Marmara. “Alhamdulilah, dubes kita yang ada di Jordania, Saudara Zainul Bahar, bahkan bisa bertemu langsung dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan mendapatkan penjelasan awal bahwa 12 WNI dalam keadaan selamat," kata SBY.

Tadi malam, Presiden SBY berkomunikasi dengan Menlu Marty Natalegawa terkait penanganan WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Presiden meminta Menlu utuk tetap aktif, jika perlu dibentuk satgas untuk memperkuat KBRI Amman.

Pagi ini, Presiden berbicara dengan Dubes Zainul Bahar melalui telepon. Diperoleh kabar, 128 relawan yang ditahan Israel akan dilepas, termasuk 12 WNI. Mereka akan diangkut dengan empat bus yang telah menunggu di perbatasan Israel. "Insya Allah kita akan bertemu dengan saudara-saudara kita. Dubes sudah menyiapkan fasilitas untuk penampungan di sebuah hotel," SBY menuturkan. "Saya menginstruksikan untuk melakukan apa saja, yang penting mereka bisa diselamatkan dan kembali ke Indonesia, dan tindakan medis apapun yang bisa segera diberikan setelah dibebaskan oleh pihak Israel," SBY menambahkan.

Menurut informasi yang diterima Presiden, saat ini masih terdapat 2 WNI mengalami luka rigan dan sedang. Mereka ini diluar 12 WNI yang selama ini disebut-sebut. Rencananya, mereka akan dibebaskan besok dengan konvoi yang berbeda. (dit)

 

 

Sumber:
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2010/06/02/5493.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0