Persiapkan Sistem Manajemen Kinerja Individu, Kemensetneg dan Telkom Indonesia Gelar Sosialisasi Pengenalan OKR

 
bagikan berita ke :

Kamis, 24 Juni 2021
Di baca 86 kali

Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Sekretariat negara (Kemensetneg) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyelenggarakan Sosialisasi  Pengenalan Objectives and Key Result (OKR) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan perwakilan dari Telkom Indonesia sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman terkait implementasi OKR di lingkungan Telkom Indonesia

Sosialisasi OKR ini dimulai dari pemaparan yang dilakukan oleh Andie Noegroho, Analis Sumber Daya Manusia, Kemensetneg. Dengan adanya Permenpan No 8 Tahun 2021, Kemensetneg harus dapat beradaptasi dan terus berinovasi mencari cara baru yang dapat mempermudah dalam melakukan pengukuran kinerja pegawai. Cara baru dalam pengukuran kinerja pegawai ini sangat diperlukan di lingkungan Kemensetneg, mengingat sebagai sebuah instansi Kemensetneg memiliki berbagai macam unit yang memiliki cara kerja yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Dalam Permenpan No 8 Tahun 2021 tersebut, terdapat beberapa model langkah-langkah penyusunan SKP (Sasaran Kerja Pegawai). Dari metode yang sudah diamanatkan tersebut, OKR menjadi cara yang dipilih oleh Kemensetneg untuk mempermudah pegawai dalam manajemen kinerja individu  yang ada di lingkungan Kemensetneg.

Lebih lanjut, Andie memaparkan bagaimanan alur penyelarasan SKP dari Permenpan No 8 Tahun 2021 dengan OKR. Dari peta strategis yang sudah ada akan menjadi SKP JPT Madya, nantinya dari SKP tersebut akan diturunkan menjadi SKP JPT Pratama. Berdasarkan Permenpan No 8 Tahun 2021 diamanatkan untuk dapat membuat rencana aksi, yang nantinya digunakan untuk mengukur kinerja dari JPT per-triwulan, persemester, maupun bulan. Penilaian dengan periode tersebut dilakukan untuk memastikan kinerja di renstra dapat terpenuhi sebelum mendekati akhir tahun.

Penggunaan OKR di sini dilakukan setelah SKP JPT Pratama diturunkan menjadi SKP JA dan JF. Dengan menggunakan OKR tersebut akan memudahkan pegawai dalam melakukan monitoring kinerja

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Imam Suhadi, Assistant Vice President (AVP) Reward Management dari Telkom Indonesia terkait dengan sistem OKR yang telah berjalan di Telkom Group. Sejak tahun 2019, Telkom Group telah melakukan analisis dan pengkajian untuk memperbaiki sistem performance management, terutama yang berkaitan dengan individual performance. Dengan adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020, terdapat perubahan sistem kerja yang ada di Telkom Group dan akhirnya menuntut untuk mempercepat proses perubahan performance management.

Imam menyampaikan terdapat dua jenis OKR yang ada, yaitu OKR aspirational dan OKR commited. OKR aspirational merupakan project performance management, bukan individual performance management system.

“OKR ini bertujuan untuk menciptakan added-value bagi unit maupun perusahaan melalui breakthrough dan inovasi untuk mendukung pencapaian goals, competitiveness, serta sustainability organisasi.” jelas Imam.

Sementara OKR commited adalah modifikasi OKR aspirational, dan digunakan untuk kebutuhan pada saat ini. OKR ini memiliki tujuan untuk menjamin tercapainya goals dan target dari perusahaan, di mana basisnya adalah day to day operation.

Menambahkan penjelasan dari Imam, Martulan Suryanto Naibaho, Compensation System Officer di Telkom Indonesia, juga menjelaskan bahwa OKR merupakan collaborative goal-setting. OKR ini digunakan oleh tim dan juga individu dalam organisasi untuk membuat goals dengan ukuran yang jelas.

“OKR itu bicara mengenai bagaimana kita men-track progress, melakukan alignment dan juga kita men-engage seluruh tim terkait untuk menentukan bagaimana kita menuju goals kita” kata Martulan.

Dalam OKR terdapat 2 komponen, yaitu objektif dan key results. Pada komponen objective merupakan tujuan yang ingin dicapai, sedangkan key results adalah indikator dari tercapainya tujuan tersebut. Melanjutkan penjelasan-penjelasan sebelumnya, Fitria Purnamasari, Benefit & Facility System Officer dari Telkom Indonesia, memberikan penjelasan dan juga contoh yang lebih detail dari OKR yang telah dilakukan di lingkungan Telkom Indonesia.

Kegiatan sharing knowledge ini disambut antusias oleh peserta dengan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pada sesi diskusi kepada  narasumber. (WNS/YLI-Humas Kemensetneg)

 

 

 

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
1           0           0           0           0