Bismilahirahmanirrahiim,

Assalamualaikum warahmatulah wabarakatuh,


Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya.


Yang saya hormati Presiden ke-lima, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri,

Yang saya hormati Yang Mulia para Duta Besar negara-negara Asia-Afrika,

Yang saya hormati para menteri kabinet kerja, para gubernur, para tokoh yang hadir,

Para hadirin dan para undangan yang berbahagia.



Hari ini, 62 tahun yang lalu, tepatnya 18 April 1955. Tepatnya 18 April 1955 dalam Pembukaan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Presiden Pertama Republik Indonesia, Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno, menyampaikan “Jadikanlah prinsip live and let live, serta unity in diversity menjadi kekuatan pemersatu yang akan membawa kita semua ke persahabatan dan diskusi yang bebas dimana masing-masing kita hidup dengan kehidupan kita sendiri dan biarlah mereka hidup dengan cara mereka dalam harmoni dan perdamaian.”


Pada waktu itu, para delegasi dari setiap negara juga memakai baju nasional masing-masing. Beraneka corak. Beraneka ragam. Beraneka warna. Semua itu menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang, perbedaan latar belakang warna kulit, perbedaan latar belakang agama, perbedaan latar belakang budaya, tidak menghalangi kita untuk bersatu tidak menghalangi kita untuk membangun solidaritas yang kokoh. Hanya dengan bersatu Asia dan Afrika dapat menjadi sejahtera. Hanya dengan persatuan Asia-Afrika keamanan seluruh dunia akan terjamin.


Hadirin sekalian yang saya hormati,   

Kunjungan saya ke beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, di Asia, dan Timur Tengah membuat saya semakin menyadari bahwa banyak negara di dunia, termasuk negara-negara maju sekarang sedang gelisah. Perasaan aman yang terganggu. Toleransi mereka yang terkoyak. Dihantui terorisme. Dihantui ekstrimisme. Dihantui radikalisme, dan mereka sedang mencari referensi nilai-nilai dalam mengelola keberagaman.


Kita bersyukur. Indonesia bersyukur. Kodrat kebangsaan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Kodrat Indonesia adalah mengelola keberagaman, mengelola kemajemukan, mengelola kebhinekaan.


Indonesia mempunyai lebih dari 714 suku, data BPS malah mengatakan 1340 suku, mempunyai beragam ras, dan bermacam agama. Indonesia tetap harmonis dan damai. Indonesia tetap bisa membangun dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan diantara negara-negara anggota G-20 pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 di triwulan kedua berada pada peringkat 3 besar di bawah Tiongkok dan India.


Karena itu kita Indonesia menjadi referensi, kalau dulu Indonesia menjadi salah satu inisiator solidaritas Asia-Afrika. menjadi inspirator negara-negara terjajah untuk merdeka. Sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman suku, mengelola keberagaman agama, mengelola keberagaman ras, dan mengelola keberagaman antar golongan.


Selain itu, politik Luar Negeri Indonesia secara konsisten juga terus menyuarakan perdamaian dunia. Karena itu untuk menghormati keberagaman itu saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk terus menyuarakan penghormatan terhadap kemajemukan. Pesan ini juga akan saya sampaikan langsung kepada para Pemimpin Asia dan Afrika.


Hadirin sekalian yang saya hormati,   

Saya meyakini kerjasama Asia dan Afrika dapat terus ditingkatkan dan saya berharap semangat Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi semangat Asia-Afrika. Dan kepada seluruh rakyat Indonesia, saya ingin berpesan, jangan mudah tergoda oleh isu-isu SARA yang memperlemah bangsa dan negara kita dan jangan takut melawan tindakan-tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apapun. Mari terus perkuat komitmen bersama kita dalam menjaga dan merawat kodrat kebangsaan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.


Terima kasih.

Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.

" />