Presiden Hadiri KTT ASEAN + Jepang dan KTT ASEAN + Korsel

 
bagikan berita ke :

Kamis, 22 November 2007
Di baca 3412 kali

Dalam forum ASEAN + Jepang, Presiden didampingi antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa dan Menteri Perdagangan Mari L. Pangestu.

Kesepuluh pemimpin negara-negara ASEAN hadir dalam pertemuan ini. Mereka, selain Presiden SBY adalah Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam), PM Hun Sen (Kamboja), PM Bouasone Bouphavanh (Laos), Abdullah Ahmad Badawi (Malaysia), PM Thein Sein (Myanmar), Aroyo Gloria Macapagal (Pilipina), PM Surayud Chulanont (Thailand), PM Nguyen Tan Dung (Vietnam) dan PM Lee Hsien Loong (Singapura) selaku tuan rumah. Sedang delekasi Jepang dipimpin PM Yasuo Fukuda.

Pertemuan ASEAN dengan Jepang berlangsung sekitar 1 jam, dilanjutkan dengan pertemuan pemimpin negara-negara ASEAN dengan pemimpin Korea Selatan, Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun. Pertemuan ASEAN dengan Korea Selatan adalah yang kesebelas diadakan.

Dalam KTT ASEAN + Korea Selatan, pemimpin Thailand tidak mengikuti pertemuan sebagai protes kepada Korea Selatan yang tidak memberi akses pasar berasnya, para pemimpin negara-negara ASEAN dan Korea Selatan menyaksikan ditandatanginya dua perjanjian yaitu Agreement on Trade in Services under the Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation, dan MoU on Establishing the ASEAN - Korea Centre. Perjanjian pertama ditandatangani semua Menteri Perekonomian, sedang perjanjian kedua ditandatangani oleh semua Menteri Luar Negeri.

Usai mengikuti KTT ASEAN - Korea Selatan, Menteri Perdagangan Mari L. Pangestu mengatakan, negara-negara ASEAN dan Korea Selatan sepakat memperluas kerjasama pada 11 bidang jasa dalam rangka ASEAN Framework Agreement Services (AFAS) yang diharapkan mendorong pertumbuhan nilai perdagangan. Menurut Mari Pangestu, sebelas jasa yang ditawarkan Korea Selatan kepada ASEAN adalah itu bidang perdagangan, komputer, penelitian dan pengembangan, telekomunikasi, konstruksi, distribusi, pendidikan lingkungan hidup, keuangan, pariwisata dan transportasi.

Dalam kerjasama itu ujarnya, "Indonesia secara khusus menawarkan tiga bidang jasa yang mendorong minat Korea Selatan masuk ke Indonesia, yaitu perdagangan, transportasi dan pelayanan keuangan. Meski begitu, Indonesia harus lebih mengefisienkan sektor jasa-jasanya demi memperbaiki daya saing," tambahnya.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/21/2450.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
15           19           14           8           16