Presiden Menerima Menlu Singapura

 
bagikan berita ke :

Jumat, 09 November 2007
Di baca 958 kali

Menlu George datang didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Ashok Mirpuri dan Sekretaris Deputi Menlu Singapura Chua Siew San. Sementara Presiden SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi.

�Di Indonesia Menlu George mengunjungi Aceh pada tanggal 6 November 2007 lalu, dimana beliau menghadiri pembukaan Fajar Hidayat Integrated Boarding School yang dibantu pemerintah Singapura,� kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal usai mendampingi SBY. �Presiden menyatakan terimakasih atas kejasama dan bantuan Singapura terhadap proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh, serta bantuannya sewaktu operasi tanggap darurat di Aceh,� lanjutnya.

Selain itu, SBY menerima penjelasan mengenai persiapan KTT ASEAN yang akan diselenggarakan di Singapura pada 18-22 November mendatang. �Presiden sepenuhnya mendukung program-program yang akan dilakukan dalam KTT tersebut,� Dino menjelaskan. �KTT tersebut akan mengambil tema `Environment Energy Security Sustainable Development and Climate Change` yang memang adalah isu-isu yang menjadi primadona tahun ini. Kita memberikan dukungan penuh agar nanti ASEAN dapat menghasilkan suatu deklarasi yang konkret yang dapat membantu tercapainya konsensus global ke arah suatu rejim perubahan iklim yang baru pasca Protokol Kyoto yang akan dibahas di Bali pada bulan Desember ini,� Dino menambahkan.

Presiden SBY juga mendukung penandatanganan ASEAN Charter yang akan dilakukan di Singapura nanti. �Piagam ini sangat penting karena akan meningkatkan kerjasama ASEAN secara fundamental dan akan mencanangkan visi serta norma-norma progresif yang baru bagi ASEAN. Dukungan seluruh anggota ASEAN, tentunya juga termasuk Myanmar, akan sangat penting untuk ASEAN Charter,� ujar Dino.

Perkembangan situasi Myanmar belakangan ini turut dibahas. �Beberapa hari yang lalu SBY juga telah menulis surat kepada General Senior Tan Sue yang pada intinya meminta agar Prof Ibrahim Gambari dapat diberikan visa mengunjungi Myanmar untuk kedua kalinya awal November dan alhamdulilah dorongan Presiden ini tercapai,� lanjut Dino.

Presiden SBY sangat menghargai apa yang telah dilakukan Menlu George terhadap masalah Myanmar. SBY mendukung agar kunjungan-kunjungan Menlu George ke beberapa negara dapat berhasil menggalang dukungan dari negara-negara tersebut untuk membantu Myanmar mencapai tujuan demokratisasinya yang telah dirancangnya sendiri. �Presiden menyatakan perlunya untuk terus mendukung misi dari Prof Ibrahim Gambari sebagai wakil pribadi Sekjen PBB untuk masalah Myanmar,� tandas Dino. Usai mengunjungi Indonesia, rencananya Menlu George akan bertolak ke New Delhi, India. (osa)

 

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2007/11/08/2392.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0