Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) penanggulangan banjir, Jumat (9/2) pukul 14.00 WIB di Kantor Presiden. Rapat diikuti menteri-menteri dan pejabat terkait. Usai Rakortas, Presiden menjelaskan langsung hasil rapat kepada wartawan di Ruang Rapat Terbatas.

"> Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) penanggulangan banjir, Jumat (9/2) pukul 14.00 WIB di Kantor Presiden. Rapat diikuti menteri-menteri dan pejabat terkait. Usai Rakortas, Presiden menjelaskan langsung hasil rapat kepada wartawan di Ruang Rapat Terbatas.

"> Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) penanggulangan banjir, Jumat (9/2) pukul 14.00 WIB di Kantor Presiden. Rapat diikuti menteri-menteri dan pejabat terkait. Usai Rakortas, Presiden menjelaskan langsung hasil rapat kepada wartawan di Ruang Rapat Terbatas.

">

Presiden Pimpin Rakortas Penanggulangan Banjir

 
bagikan berita ke :

Rabu, 14 Februari 2007
Di baca 849 kali

Menurut Presiden, ada 3 hal pokok dibahas. Pertama, kegiatan tanggap darurat serta kegiatan rehabilitasi yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah. Presiden menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar kegiatan tanggap darurat dan rehabilitasi terus dilakukan sampai keadaan pulih kembali.

Presiden mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah meringankan beban masyarakat korban banjir. "Termasuk lembaga-lembaga non pemerintah, para dermawan, pengusaha, yang bersama-sama dengan pemerintah melakukan kegiatan kemanusiaan untuk meringankan saudara-saudara kita yang terkena bencana banjir," tutur SBY sambil mengajak seluruh masyarakat untuk terus saling menolong satu sama lain apabila terkena musibah.

Agar kondisi daerah yang terkena bencana banjir cepat pulih, Presiden menginstruksikan agar TNI bersama dengan BUMN bersatu, mengerahkan seluruh SDM yang ada untuk membantu membersihkan tempat-tempat yang terkena banjir agar lebih cepat dan efektif.

Yang kedua, dalam Rakortas tersebut, Menhub dan Ketua BMG menyampaikan prakiraan cuaca pada bulan Februari - April 2007. Ada sejumlah daerah rawan banjir karena curah hujan yang tinggi. Daerah-daerah tersebut, antara lain, DKI Jakarta, Jabar, Banten, Lampung, Sumut, Sulsel, dan Sulut.

Setelah mendengar laoran tersebut, Presiden SBY menginstruksikan agar prakiraan cuaca ini dipegang oleh Pemda. Presiden mengharapkan daerah dapat melakukan langkah-langkah penanggulangan dan antisipasi secara tepat dan cepat apabila banjir tersebut datang.

Yang terakhir, memikirkan cara penanggulangan secara lebih menyeluruh terhadap kemungkinan bencana banjir di Indonesia, terutama di DKI Jakarta pada tahun-tahun mendatang. Presiden mengharapkan ada upaya penanggulangan banjir secara struktural, terpadu hulu hilir, dilaksanakan secara intensif berdimensi jangka menengah dan dengan anggaran yang cukup.

Agar rencana ini berhasil, pemerintah juga membutuhkan dukungan masyarakat. Apabila seluruh masyarakat sepakat untuk mencegah tergenangnya Jakarta, maka pembebasan tanah harus berjalan. “Saya ingin mengetuk hati semua pihak agar bersatu untuk menyelamatkan semuanya dengan cara tidak menambah persoalan dengan menciptakan kondisi menyulitkan sehingga pembebasan tanah tidak dapat dijalankan,� ujar Presiden.

Menteri dan pejabat yang mengikuti Rakortas ini, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari E.Pangestu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Meneg BUMN Sugiharto, Mendiknas Bambang Sudibyo, Meneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, Seskab Sudi Silalahi, Panglima TNI Djoko Suyanto, Kapolri Jend. Pol. Sutanto, Ketua BMG Sri Woro B. Hariono, dan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng.

 

Sumber : http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/02/09/1563.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0