Presiden:Kapanpun dan Di Manapun, TNI Harus Siap Pertahankan NKRI

 
bagikan berita ke :

Senin, 19 November 2007
Di baca 1231 kali

Fire Power Demo 2007 adalah gelar latihan yang dilaksanakan beberapa hari setelah pelaksanaan manuver lapangan Latihan Puncak TNI AU Angkasa Yudha (AYU) 2007. Even ini adalah yang kedua kalinya digelar, setelah kegiatan seupa lima tahun yang lalu. Fire Power Demo merupakan unjuk kinerja dan profesionalisme dari segenap unsur kekuatan tempur di jajaran TNI AU, yang sekaligus sebagai wujud pertanggungjawaban TNI AU kepada rakyat dan bangsa Indonesia.

"Yang kita lihat tadi adalah satu combat skills dari angkatan udara, baik itu tembakan langsung udara, tembakan dekat membantu pasukan darat yang sedang bermanuver taktis, serbuan lintas udara, pembebasan sandera, dan menghancurkan instalasi musuh. Ini adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki satuan-satuan tempur baik angkatan darat, laut, dan udara," jelas SBY.

Kepada Panglima TNI dan semua Kepala Staf Angkatan, Presiden berpesan untuk terus berlatih, terus melaksanakan pendidikan dan terus meningkatkan kesiagaan. "Negara akan terus berusaha untuk memperbaharui, memodernisasi, dan membangun terus kekuatan pertahanan kita," SBY menerangkan. "Tentu sesuai dengan kemampuan anggaran negara, tanpa mengabaikan kepentingan yang lain," tambahnya.

"Saya berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan oleh jajaran TNI kita. Saya ingin melihat dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tahun depan kembali dapat menyaksikan kemampuan yang lebih besar lagi dalam satu latihan gabungan berskala besar. Hal ini tentunya bisa menenangkan hati rakyat Indonesia yang mengetahui bahwa tentaranya siap untuk mempertahankan tiap jengkal wilayah yang kita cintai," lanjut SBY.

"Selamat untuk Panglima TNI, Kepala Staf AU, dan semua prajurit yang telah berlatih. Teruslah berlatih. Kalau kita berlatih, maka kita siap perang," kata SBY. "Kalau bangsa siap perang, justru dapat kita selesaikan masalah tanpa harus perang, karena kesiapan kita. Saya percaya bahwa banyak cara-cara yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan negara kita, menyelesaikan masalah keamanan tanpa harus buru-buru melancarkan peperangan.

Perang adalah jalan terakhir apabila tidak ada cara lain. "Dalam era dimana kerjasama kawasan dan global makin kuat, maka kita harus mengutamakan solusi damai. Tetapi tentaranya, kapanpun harus siap berperang," tegas SBY. Saat menyampaikan keterangan persnya Presiden SBY didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, KASAU Marsekal Herman Prayitno, KASAD Jendral Polisi Djoko Santoso, KASAL Laksamana Madya TNI Sumardjono, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Usai acara, Presiden SBY kembali menuju Bandar Udara H.A.S. Hannanjoeddin untuk bersantap siang bersama dengan jajaran TNI AU dan Muspida Babel, selanjutnya rombongan Presiden SBY akan segera bertolak menuju Jakarta.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/17/2438.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           1