Prihatin pada Nasib Ketua Juri Karate Indonesia

 
bagikan berita ke :

Senin, 27 Agustus 2007
Di baca 431 kali

Demikaian dikatakan Meneg Pora Adhyaksa Dault usai menghadap Presiden SBY di Kantor Kepresidenan, Senin (27/8) siang. �Meskipun demikian, kita harus sabar, tahan diri dan melakukan upaya hukum,� kata Adhyaksa Dault kepada wartawan.

Menpora menceritakan kembali secara kronologis mengenai apa yang menimpa Ketua Juri Karate Indonesia tersebut. � Donald ini sedang keluar bersama dengan seseorang bernama Fahri. Ketika menunggu taksi dan tidak segera mendapat, dia berjalan kaki. Tetapiu kemudian dia didatangi 4 orang yang mengira Donald dan Fahri adalah pendatang haram. Empat orang ini tanpa menunjukkan identitas tahu-tahu menghajar Donald sampai babak belur dan harus diopname di rumah sakit,� kata Adhyaksa Dault . "Matanya bengkak, sulit diobati, dan beberapa daerah vital di tubuhnya dipukuli serta ditendang hingga babak belur, lanjut Adhyaksa.

Dijelaskan pula oleh Adhyaksa bahwa Presiden SBY prihatin dengan masalah ini. �Beliau bilang kerja sama Indonesia dengan Malaysia sudah baik. Beliau pritahin dan minta supaya masalah ini dapat segera diselesaikan menurut hukum dan aturan yang berlaku bagi pelaku penganiayaan,� ujar Adhyaksa.

 

Sumber:
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/08/27/2177.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0