Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (5/3) pagi, memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden. Ratas dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Tim Nasional Bahan Bakar Nabati Al Hilal Hamdi, Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet A.Tallo, Bupati Belu Joachim Lopez. Ratas tersebut membahas tiga hal pokok, yakni banjir di Manggarai (NTT), penanganan pengungsi di perbatasan, dan ketahanan pangan.

"> Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (5/3) pagi, memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden. Ratas dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Tim Nasional Bahan Bakar Nabati Al Hilal Hamdi, Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet A.Tallo, Bupati Belu Joachim Lopez. Ratas tersebut membahas tiga hal pokok, yakni banjir di Manggarai (NTT), penanganan pengungsi di perbatasan, dan ketahanan pangan.

"> Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (5/3) pagi, memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden. Ratas dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Seskab Sudi Silalahi, Ketua Tim Nasional Bahan Bakar Nabati Al Hilal Hamdi, Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet A.Tallo, Bupati Belu Joachim Lopez. Ratas tersebut membahas tiga hal pokok, yakni banjir di Manggarai (NTT), penanganan pengungsi di perbatasan, dan ketahanan pangan.

">

Ratas Soal Banjir, Pengungsi, dan Pangan di NTT

 
bagikan berita ke :

Rabu, 07 Maret 2007
Di baca 680 kali

Menurut Aburizal Bakri kepada wartawan, Ratas yang berlangsung dua jam itu juga mendengarkan laporan Gubernur NTT tentang penanganan masalah banjir di Manggarai yang telah dilaksanakan oleh Pemprov dan Pemda, melalui Satkorlak dan Satlak masing-masing serta tim Bakornas. "Penanganan banjir telah ditangani dengan baik. Kemarin dalam rapat Bakornas dikatakan di daerah banjir pada dasarnya makanan saat ini masih cukup. Namun akan dilihat lagi daerah kekurangan bantuan makanan, atau ada daerah membutuhkan dukungan bantuan lainnya, maka akan dilakukan lewat laut," kata Aburizal, usai Ratas.

Soal penanganan terhadap pengungsi di perbatasan NTT, Aburizal menambahkan, ada sekitar 9.762 kepala keluarga yang kini masih berada di tenda-tenda (camp) pengungsian. Dari jumlah itu, 5000 KK telah dibangunkan rumah. "Jadi rumah yang belum di bangun tersisa 4.762 rumah. Selain itu juga akan dibangun 5000 rumah untuk masyarakat desa setempat, yakni suku asli Timor Barat. Jadi kita akan membangun selama tiga tahun, sekitar 14.066 rumah, dan pada tahun ini di APBN telah direncanakan dibangun 3000 rumah,� Menko Kesra menjelaskan.

Untuk penanganan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan kesehatan bagi para pengungsi, Presiden SBY meminta dilakukan tanpa ada perbedaan. Dalam istilah Presiden, kata Menko Kesra, mengintegrasikan kepentingan-kepentingan penduduk asli dan kepentingan penduduk asal Timor-Timor. “Tidak ada perbedaan pelayanan terhadap masyarakat yang ada di perbatasan, baik soal pendidikan maupun pelayanan kesehatan,� ujar Aburizal.

Presiden SBY juga meminta agar masalah pangan dan pertanian diberikan perhatian di beberapa tempat, antara lain, dibangun program ketahanan pangan dan energi melalui UKM, seperti peternakan sapi, jagung, jambu mede, dan jarak pagar. Kemudian juga lontar, pohon aren, serta listrik pedesaan. �Inilah beberapa hal yang diminta Presiden untuk menjadi perhatian pembangunan ke depan,� Aburizal menuturkan.

 

Sumber :
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/03/05/1619.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0