RI-Finlandia Pererat Kerja Sama Ekonomi

 
bagikan berita ke :

Selasa, 19 Februari 2008
Di baca 2967 kali

JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Finlandia bersepakat meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, terutama perdagangan dan investasi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, kedua negara bersepakat mencari peluang baru,karena kerja sama ekonomi yang terjalin saat ini masih minim. ”Memang volume perdagangan kita masih relatif kecil hanya sekitar USD550 juta,dan kemudian investasinya masih kecil hanya sekitar USD2 juta,” ujar Presiden SBY dalam keterangan pers bersama Presiden Finlandia Tarja Halonen di Istana Merdeka Jakarta.

Presiden Tarja Halonen beserta rombongan berkunjung selama dua hari di Jakarta dengan sejumlah agenda, di antaranya membicarakan sejumlah isu regional serta meningkatkan kerja sama bilateral dan multilateral kedua negara. Saat menyambut Presiden Halonen, Presiden SBY didampingi Menko Polhukam Widodo AS,Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda,Mendag Mari Elka Pangestu, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, dan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal.

Sementara itu, Presiden Tarja Halonen didampingi suaminya, Dr Pentti Arajavi,serta beberapa menteri terkait. Dalam pertemuan kedua kepala negara, terungkap bahwa partner dagang Finlandia selama ini adalah Eropa, Rusia, dan China. Untuk itu, Presiden SBY berharap dunia usaha semakin membaik sehingga peran Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Finlandia semakin terbuka.

”Saya sudah minta Mendag dan Ketua Kadin dalam kesempatan pertemuan dengan counterpart-nya dari Finlandia, dibahas lebih luas lagi untuk betul-betul mencari oportunitykita,”ujarnya. Presiden pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Finlandia yang telah membawa rombongan para pengusaha mereka. Selain di bidang investasi dan perdagangan, kedua negara juga sepakat bekerja sama di bidang energi, kehutanan, manajemen air bersih,pendidikan, budaya,dan wisata.

Presiden Halonen mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk memanfaatkan kerja sama ini sebaik mungkin.” Ada banyak hal yang dapat dipelajari Indonesia dari Finlandia untuk dapat bersaing di tingkat internasional, misalnya good governance. Untuk sektor-sektor tertentu lainnya, kami memiliki kesamaan dalam hal industri kehutanan dan energi,”ujarnya.

Mendag Mari Pangestu mengatakan,kerja sama ekonomi antara Indonesia-Finlandia akan ditekankan pada kerja sama bidang kehutanan dan bioenergi.”Jadi,di sini kita cari kerja sama dan kita defisit dengan Finlandia karena yang kita impor itu machinery (mesin) dan telecomunication equipment (alat telekomunikasi).

Untuk itu, Indonesia akan terus meningkatkan ekspornya ke Finlandia seperti produk elektronik, furnitur, dan alas kaki,”ujarnya. Mendag mengatakan, de- legasi Finlandia sebanyak 15 top business people-nya hari ini akan kembali membicarakan kelanjutan kerja sama perdagangan, termasuk Nokia dan beberapa alat komunikasi lainnya. ”Targetnya belum ada.Tapi kita ingin dari investasi di sini dan dari investasi itu, akan meningkatkan perdagangan kedua negara,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama di bidang lingkungan dan antisipasi perubahan lingkungan, sebagai tindak lanjut konferensi internasional tentang perubahan iklim di Bali Desember lalu. Perjanjian kerja sama ditandatangani Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan Menteri Lingkungan Hidup Finlandia Paavo Vayrynen. Kerja sama tersebut menyepakati upaya bersama untuk mengurangi efek gas rumah kaca dalam pe-nanganan masalah pemanasan global. Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengungkapkan, total perdagangan RI-Finlandia selama Januari–September 2007 mencapai sekitar USD355 juta.

”Saat ini waktu yang baik untuk saling meningkatkan kerja sama,”tutur Hidayat di hadapan peserta Indonesia-Finlandia Business Seminar di Jakarta kemarin. Hidayat mengatakan, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% dan investasi sebesar USD400 miliar guna mendukung target pengentasan kemiskinan serta perluasan lapangan pekerjaan pada 2009. Wapres Jusuf Kalla berharap forum bisnis Indonesia- Finlandia bisa mendorong kerja sama baru di bidang ekonomi. Sejumlah pebisnis yang menyertai Presiden Finlandia berpartisipasi dalam forum ini.
 
 
 
 
Sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/ri-finlandia-pererat-kerja-sama-ekonomi.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
6           3           5           3           11