Sambutan dan Dialog Presiden RI - Groundbreaking Pembangunan Pasar Mama..., Sentani, 30 April 2016
SAMBUTAN DAN DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
GROUNDBREAKING PEMBANGUNAN PASAR MAMA-MAMA YOUTEFA
SENTANI, JAYAPURA, PAPUA
30 APRIL 2016
Â
Â
Â
Presiden:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Syalom,
Â
Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian,
Â
Saya sebetulnya kepengennya tuh kerja itu cepat, hemat waktu, segera selesai. Tapi dalam praktiknya tidak segampang itu karena ada aturan-aturan yang harus dipenuhi.
Â
Saya sudah ngejar-ngejar Bu Menteri BUMN, Pak Menteri Perdagangan. Tapi pemiliknya yang namanya Perum Damri enggak berani, “Pak, kalau ini nanti di-ruilslag dengan yang diberikan dari Pak Gubernur, nanti kita ada masalah. Bisa suatu saat kita ditangkap KPK.†“Enggak usah takut.†“Bisa salah nanti diperiksa BPK.†Saya kejar terus.
Â
Ya mestinya Perum Damrinya tidak ada masalah, ya kan. Menteri tidak ada masalah. Mama-mama yang ada di Pasar Mama-Mama Youtefa juga seneng. Mintanya kan itu. Tapi belum ketemu-ketemu terus.
Â
Sampai terakhir, tiga minggu yang lalu, “Saya tidak mau tahu caranya. Yang paling penting, pasar segera dibangun.†Setelah saya sampaikan seperti itu, ternyata ada solusinya.
Â
Sekarang ini akan dimulai. Dan saya minta, Bu Menteri, Pak Menteri, targetnya: membangunnya jangan lama-lama. Saya tahu sudah ditunggu oleh mama-mama, saya tahu. Jangan sampai lebih dari satu tahun. Udah, 10 bulan.
Â
Sebentar. Jangan tepuk tangan dulu. Saya mau tanya ke Bu Menteri, “10 bulan, siap tidak? Siap.†Saksinya semuanya, sepuluh bulan.
Â
Nanti, kalau sepuluh bulan belum rampung, nanti mama-mama marah ke saya lagi ya. Tidak apa-apa. Saya dimarahi juga tidak apa-apa. Untuk sebuah kebaikan, tidak apa-apa.
Â
Kemudian yang kedua, saya senang sekali bahwa nanti pasar ini akan ada lantai duanya, betul? Ada pasar kerajinannya. Artinya, nanti ada pasar basah dan pasar yang keringnya.
Â
Nah, yang pasar basah, saya titip, pasar itu jangan kalah dengan mall. Nanti, kalau sudah jadi, pasarnya bersih, tidak becek, yang kedua tidak bau.
Â
Saya titip, Pak Wali, nanti yang berada di pasar dibuatkan seragam, pakai celemek biar tambah cantik. Ada celemeknya, ada seragamnya. Jadi, tidak kalah dengan jualan yang di mall, atau di supermarket, atau di hypermarket. Jangan sampai kalah.
Â
Dan ini tidak hanya di Papua. Saya perintahkan ini di seluruh Indonesia. Jelas? Pasar itu harus bersih. Dagangannya ditata rapi. Tidak becek, tidak bau.
Â
Dan, kalau pembeli datang, itu semuanya tersenyum. Penjualnya jangan tidak tersenyum. Siapa yang mau beli? Harus banyak senyum, ya kan. Itu yang nanti akan menyebabkan pembeli datang lagi, datang lagi, datang lagi, ya itu. Kalau penjualnya galak-galak, tidak pernah tersenyum, siapa yang mau datang, ya kan?
Â
Ini mama-mama yang dulu sering ketemu saya mana ya? Mana? Mau ketemu semuanya. Coba yang belakang itu ke sini, Ma.
Â
Saya mau tanya. Satu, ini kan mau dibangun ya kan. Sebelum dibangun, nanti bayangkan itu permintaan pasar ini, seperti apa sih yang diinginkan dari pedagang? Seperti apa?
Â
Pedagang:
Kalau dari pedagang, mereka harus bersih sehingga banyak orang bisa datang membeli mereka punya barang, supaya laku. Daripada kita meminta di kantor-kantor, jangan lagi.
Â
Kita harus ikut apa yang diterapkan oleh pemerintah untuk kita. Kita terapkan itu untuk masing-masing.
Â
Presiden:
Baik, bagus.
Â
Terus, bangunannya seperti gambar itu mau atau tidak?
Â
Pedagang:
Bangunan seperti itu, kami mau. Jangan di Jayapura saja, di kabupaten lain pun juga harus.
Â
Presiden:
Jadi, tidak hanya di Jayapura? Di kabupaten yang lain juga seperti itu?
Â
Pedagang:
Iya.
Â
Presiden:
Pak Gub saja nanti, Pak Gubernur biar perintah bupati-bupati. Pasarnya seperti
Â
itu. Bersih semuanya.
Â
Tapi bukan hanya di sini. Hampir di seluruh provinsi, pasar-pasar kita itu memang masih banyak yang pasarnya becek, bau, tidak bersih. Jadi, bukan hanya di sini. Hampir di semua provinsi, masih seperti itu.
Â
Ini yang terus kita kerjakan. Program membangun 5.000 pasar dalam lima tahun ini akan terus kita kejar.
Â
Jadi, gambar seperti itu Mama mau?
Â
Pedagang:
Mau.
Â
Presiden:
Mau. Nanti, kalau sudah jadi, “Oh jelek gitu.â€
Â
Pedagang:
Tidak.
Â
Presiden:
Tidak. Ya udah.
Â
Makasih, Ma.
Â
Pedagang:
Terima kasih, Bapak Presiden Jokowi.
Â
Presiden:
Makasih.
Â
Nani kita lihat lagi. Setelah sepuluh bulan, saya ke sini. Pasarnya sudah jadi ya.
Â
Terima kasih. Itu yang saya sampaikan.
Â
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Syalom.
*****
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden