Sambutan Presiden Joko Widodo pada Penyerahan secara Digital DIPA dan Buku Daftar Alokasi TKD Tahun Anggaran 2024

 
bagikan berita ke :

Rabu, 29 November 2023
Di baca 383 kali

di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta


 

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi,

Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Shallom,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

 

Ini saya lihat, kok semuanya serius banget? Tepuk tangan dulu lah. Dari tadi kok tegang, serius sih? Mau diberi anggaran kok.
Yang saya hormati para ketua dan pimpinan, lembaga-lembaga tinggi negara, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para pimpinan lembaga pemerintahan non kementerian;
Yang saya hormati Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para gubernur, bupati, dan wali kota;
Bapak-Ibu hadirin dan undangan yang berbahagia.

 

Saya kira sudah bolak-balik saya sampaikan situasi global masih penuh dengan ketidakpastian, geopolitik juga tidak semakin baik tetapi semakin memanas, dampak perubahan iklim juga semakin nyata, semakin kelihatan, dan kita rasakan semuanya. Potensi krisis dan potensi resesi tidak semakin mereda tetapi juga semakin menguat. Sehingga ingin mengingatkan kepada kita semuanya, kita harus terus waspada. Hati-hati, waspada.

 

Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengingatkan. Yang pertama, ini sudah tidak ada penyerahan lagi kayak dulu-dulu diserahin, diserahin, nanti semuanya proses sudah digital. Sehingga yang hadir di sini tidak saya serahkan satu buku, biasanya kan sudah berpuluh tahun seperti itu, mulai hari ini tidak pakai penyerahan itu.

 

Tapi saya ingin mengingatkan, yang pertama, gunakan anggaran yang telah diberikan itu, sekali lagi, secara disiplin, teliti, dan tepat sasaran.

 

Yang kedua, kedepankan transparansi dan akuntabilitas. Jangan membuka celah sedikitpun untuk penyalahgunaan anggaran, berkaitan dengan korupsi apalagi, tutup celah itu.

 

Ketiga, eksekusi segera. Eksekusinya sesegera mungkin. Jadi ini bolak-balik juga saya sampaikan, Januari segera dimulai anggaran itu realisasi, realisasikan secepat-cepatnya. Tadi saya minta informasi ke Mendagri, berapa sih realisasi sampai saat ini. Baru 64 persen, daerah. Pusat juga 74 [persen]. Ini sudah tinggal tiga minggu masih 64 [persen], sama 74 [persen] realisasi. Artinya, dalam tiga minggu ini akan keluar uang bertriliun-triliun. Ini kita ulang-ulang terus setiap tahun. Sejak awal sembilan tahun yang lalu saya ingin mengubah ini, tapi ternyata saya cek lagi, masih. Memang mengubah cara kerja, mengubah mindset tidak mudah. Sekali lagi, eksekusi sesegera mungkin, lakukan belanja sesegera mungkin awal tahun.

 

Yang keempat, siapkan antisipasi ketidakpastian melalui automatic adjustment. Penyesuaian harus lincah terhadap perubahan-perubahan yang ada. Begitu ada perubahan, segera lincah berubah, karena ketidakpastian sekarang ini betul-betul mengintai kita setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, selalu ada perubahan-perubahan. Dan, ingat bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat, ini duitnya rakyat, sehingga harus fokus pada hasil. Orientasinya adalah hasil. Prosedur itu wajib, tapi orientasinya jangan prosedur, orientasinya hasil, fokusnya pada hasil. Dan yang paling penting juga, bermanfaat maksimal bagi rakyat.

 

Khusus untuk pemerintah daerah, perkuat sinergi dan harmonisasi dengan kebijakan pemerintah pusat. Artinya, APBD ini harus sinergi dan harmonisasi yang baik dengan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat agar pembangunan lebih selaras. Jangan sampai nanti pemerintah pusat bangun waduk, irigasinya yang itu tugasnya daerah tidak dilakukan. Untuk apa? Sudah bangun pelabuhan gede, jalan provinsi, jalan kabupaten/kotanya tidak dikoneksikan dengan pelabuhan itu. Untuk apa? Sudah bikin jalan tol, mestinya pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota itu menyambungkan dengan kawasan industri, kawasan wisata, kawasan pertanian, kawasan perkebunan, tidak dilakukan. Ini yang perlu saya tekankan, sekali lagi, sinergi dan harmonisasi, biar in line semuanya.

 

Manfaatkan dana transfer daerah untuk perbaikan layanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Dan, kembangkan alternatif-alternatif inovasi pembiayaan agar kita juga tetap menjaga iklim investasi. Karena kunci pertumbuhan ekonomi sekarang ini hanya satu, investasi, karena yang lain berat sehingga kuncinya investasi. Sehingga iklim investasi di seluruh daerah, di seluruh tanah air kita, harus kita jaga betul.

 

[Tahun] 2024 adalah tahun terakhir pemerintahan periode ini, sehingga saya berpesan agar anggaran dioptimalkan. Tuntaskan agenda pembangunan yang belum selesai, yang sudah direncanakan tapi belum selesai, tuntaskan, untuk memperkuat fondasi bagi pemerintah yang akan datang.

 

Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini. Terakhir, saya ingin agar pemilu serentak tahun depan yang kita lakukan ini terus terjaga kesejukannya, perkuat kerukunan dan persatuan, sehingga pesta demokrasi dapat terselenggara secara damai dan berkualitas.

 

Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan, terima kasih. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini, saya serahkan secara Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024.

 

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Sumber: https://setkab.go.id/penyerahan-secara-digital-daftar-isian-pelaksanaan-anggaran-dipa-dan-buku-daftar-alokasi-transfer-ke-daerah-tkd-tahun-anggaran-2024-di-istana-negara-provinsi-dki-jakarta-29-november-2023/