Sambutan Presiden pada Kegiatan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dan Penyerahan Hasil Penyelamatan Keuangan Negara
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati dan yang saya banggakan, Jaksa Agung Republik Indonesia sebagai penyelenggara Prof. ST Burhanuddin beserta seluruh jajaran Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Saudara Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Intelijen Saudara Reda Manthovani;
Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kehutanan Saudara Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Saudara Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Keuangan Saudara Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Saudara Muhammad Yusuf Ateh, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Saudara Teddy Indra Widjaya, Kepala Badan Investasi Danantara dan Menteri Investasi Saudara Rosan Perkasa Roeslani lengkapnya, juga COO Danantara hadir Saudara Dony Oskaria, para anggota Kabinet Merah Putih yang hadir, mungkin tidak tercatat;
Saudara-saudara sekalian, para Ketua, Wakil Ketua, Anggota, Pengarah, dan Pelaksana Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan;
Para Pimpinan Perusahaan BUMN;
Para Hadirin/Undangan, dan Rekan-rekan Pers dan Media yang hadir;
Saudara-saudara sekalian, oh ya, di sini hadir juga beberapa pimpinan, Kepala Badan Informasi Geospasial Prof. Muhamad Aris Marfai, Kabareskim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Wakil Jaksa Agung RI, Plt. ya, Prof. Asep Nana Mulyana, Jaksa Agung, tadi sudah, Muda Tindak Pidana Khusus Saudara Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Pembinaan Saudara Hendro Dewanto, Saudara Jaksa Agung Muda Perdata Saudara Narendra Jatna, Jaksa Agung Muda Intelijen Saudara Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer Saudara Ali Ridho, Dirut PT Agrinas Palma Nusantara Saudara Agus Sutomo, yang saya hormati.
Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Mahakuasa, Mahabesar, bagi umat Islam Allah Swt., yang memiliki sekalian alam, hanya kepada-Nya-lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya-lah kita memohon pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia yang diberikan kepada kita sebagai bangsa, atas kesehatan yang diberikan kepada masing-masing pribadi kita sehingga kita dapat berkumpul di siang hari ini dalam keadaan sehat walafiat.
Tak lupa kita selalu ingat kesulitan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di berbagai tempat, di wilayah Nusantara kita, di daerah Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan di tempat-tempat lain, yang juga mengalami berbagai musibah di saat-saat yang lalu. Kita selalu berdoa, mereka selalu diberi kebaikan, diberi kemudahan oleh Yang Mahakuasa. Kita juga ingat saudara-saudara kita, rekan-rekan kita, anggota-anggota kita yang bekerja keras di daerah bencana sudah berminggu-minggu, sudah berapa puluh hari, tanpa istirahat. Ada juga yang kehilangan nyawanya untuk membantu korban bencana.
Saudara-saudara sekalian,
Hari ini adalah suatu kehormatan bagi saya dan juga kebahagiaan, saya diundang untuk menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara dan penagihan denda administratif sebesar Rp6,6 triliun lebih sebagai hasil kerja keras dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang telah saya bentuk pada tanggal 21 Januari 2025 dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 5.
Saudara-saudara sekalian,
Juga tadi dilaporkan, Satgas berhasil menguasai kembali 4.000.000 hektare lebih kawasan hutan yang tidak tertib, yang melanggar undang-undang, melanggar peraturan, melanggar ketentuan. Saya sampaikan terima kasih saya, penghargaan saya sebesar-besarnya kepada semua pihak dari semua K/L yang telah mendukung kegiatan dari Satgas PKH ini, terutama juga kepada Satgas PKH itu sendiri, yang terdiri dari unsur Kejaksaan Agung, unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, unsur Tentara Nasional Indonesia, unsur departemen Kementerian Kehutanan, Lingkungan Hidup, BPKP, dan lembaga-lembaga lain. Saya berterima kasih atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia.
Saudara-saudara telah bekerja keras dengan sangat sulit, di medan-medan yang sulit, harus verifikasi, mengecek 4.000.000 hektare, tidak sedikit, luas lahan. Jumlah korporasi-korporasi yang melanggar, upaya-upaya korporasi-korporasi itu untuk menghambat verifikasi, menghambat penyelidikan, menghambat investigasi, upaya-upaya perlawanan yang kita mengerti dan kita paham, rakyat yang dihasut, preman-preman yang dibayar untuk menantang dan melawan petugas, ini di tempat yang jauh, tidak terlihat oleh media, tidak terlihat oleh kamera, tidak terlihat oleh influencer-influencer, vlogger-vlogger, dan sebagainya. Tapi Saudara bekerja terus tanpa ragu-ragu karena kesetiaan Saudara-saudara kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena cinta Saudara kepada bangsa dan tanah air kita. Saya terima kasih, Saudara-saudara sekalian.
Saudara-saudara sekalian,
Saya kira ini bisa dikatakan baru ujung dari, dari kerugian bangsa dan negara kita, baru ujung. Penyimpangan seperti ini sudah berjalan belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Ini yang saya sebut, dilakukan oleh mereka-mereka yang menganut filosofi dan paham Serakahnomics, berani melecehkan, berani menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia, menganggap sepele Pemerintah Republik Indonesia, menganggap pejabat-pejabat di tiap eselon bisa dibeli, bisa disogok, sehingga mereka leluasa berbuat sekehendak mereka.
Begitu saya menerima mandat, saya sudah bertekad untuk melawan korupsi, melawan perampokan kekayaan negara oleh siapa pun, di mana pun. Dan, baru tiga bulan, saya kira, November, Desember, belum sampai tiga bulan, kita sudah keluarkan Peraturan Presiden Nomor 5, kita bentuk satgas, terdiri dari banyak unsur yang bertanggung jawab. Penegak hukum melaksanakan tugas yang saya berikan. Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu, jangan mau dilobi sini, dilobi sana, tegakkan peraturan. Selamatkan kekayaan negara, itu tugas saya. Dan, Saudara-saudara telah melakukan dengan baik, dengan tertib, sesuai dengan ketentuan, sesuai hukum, dan hasilnya kita bisa lihat hari ini, sekian triliun, yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya, kalau kita pelajari kerugian kita, sangat, sangat besar. Kalau tidak salah, kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar. Ada yang bandel, mungkin anggap sepele, ya kita sudah buktikan dan akan kita buktikan bahwa kita tidak main-main.
Saudara-saudara sekalian,
Sebagai contoh, yang Rp6 triliun saja di sini, ini kalau kita mau renovasi sekolah, 6.000 sekolah bisa kita perbaiki. Kalau kita mau bikin rumah untuk hunian tetap para pengungsi, 100.000 rumah, Rp6 triliun, 100.000 rumah hunian tetap. Padahal kebutuhannya berapa ya untuk bencana di tiga provinsi ini? Ada yang kuasai angkanya, kurang lebih? Berapa? Mendekati 200.000 [hunian tetap]. Dengan ini saja, 100.000 [hunian tetap] sudah, sudah terbayar. Bayangkan, berapa, berapa korporasi? Ini berapa? Dua puluh, dua puluh perusahaan ini, dua puluh perusahaan ya ingkar, tidak mau memenuhi kewajiban mereka, yang bisa menyelamatkan hidupnya 100.000 saudara-saudara kita, dan ini baru ujungnya, Saudara-saudara.
Waktu saya dilantik, saya sudah katakan, saya ajak bangsa Indonesia untuk berani, berani menghadapi kekurangan, berani menghadapi kenyataan, walaupun pahit, untuk kita survive sebagai bangsa. Saudara-saudara, berkali-kali saya katakan, negara itu ibarat badan, ibarat badan manusia. Kekayaan, uang, uang dan segala kekayaan itu ibarat darah. Kalau badan manusia tiap hari bocor, bocor, bocor sekian cc di ujungnya, badan itu kolaps, mati. Negara sama. Di ujungnya, kekayaan kita bocor, bocor, bocor, dirampok, dicuri, laporan palsu, under-invoicing, pejabat disogok, nyelundup, nyelundup ke luar, nyelundup ke dalam, gimana negara bisa bertahan?! Ini yang dikehendaki oleh beberapa kekuatan.
Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia, saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat kehormatan bagi saya. Saya terima kasih, Satgas PKH. Saya bangga dengan kalian, kalian yang bekerja. Terima kasih.
Saya sampaikan briefing saya kepada mereka, “Cobalah, apa yang kita cari di dunia ini sebagai manusia?!” Saya selalu katakan, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati, kita tinggalkan nama. Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan, membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita, kita mulia, kita terhormat. Kita pergi, kita menghadap Yang Mahakuasa dengan ikhlas, Saudara-saudara.
Ya, jadi ini, hari ini, saya bahagia walaupun pekerjaan masih, perjalanan masih berat. Tapi, saya punya, punya insting bahwa tahun 2026 kita akan melakukan langkah-langkah yang lebih berani lagi, yang lebih berani lagi. Kita sekarang sudah, istilahnya kepalang tanggung ya, benar, enggak? Mau mereka apakan, mau mereka bayar siapa pun, memfitnah kita ya, menjelek-jelekkan kita, mengatakan ini, enggak ada masalah. Kita kerja terus, kita kerja terus untuk rakyat, dan rakyat merasa dan melihat apa yang kita kerjakan. Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keragu-raguan, Saudara sekalian.
Terima kasih, Satgas PKH. Terima kasih (untuk) keberanian Saudara. Saudara, menurut saya, adalah pendekar-pendekar sejati. Kalian adalah patriot-patriot sejati. Kinerja kita, persatuan kita, teamwork kita, semua, kejaksaan, polisi, tentara, kementerian-kementerian yang bekerja. Karena di tempat masing-masing, ada, ada, yang baik dan ada juga yang tidak baik di setiap jajaran kita. Kita mengakui.
Ribuan tahun, puluhan sejarah peradaban manusia mengajarkan, pasti ada yang pihak menegakkan kebenaran dan pihak yang berada di jalan yang jahat. Mereka yang zalim, mereka yang, mereka yang batil, mereka yang lurus. Kurawa-Pandawa, silakan, evil and the good against evil. Kita tahu, di tiap, di tiap organisasi kita, kita harus paham karena sudah lama, sudah lama, republik kita mau dirusak. Setiap lembaga, setiap organisasi dirusak oleh koruptor-koruptor, nyogok pejabat di setiap eselon, Saudara-saudara sekalian. Ini harus kita lawan, dan ini akan kita lawan, dan ini sedang kita lawan, dan Saudara-saudara adalah ujung tombak.
Sekali lagi, dari hati saya paling dalam, terima kasih atas nama rakyat, dan hormat saya kepada Saudara-saudara sekalian. Saya hormat sama kalian semua.
Marilah kita teruskan, jangan gentar, jangan surut semangat kita. Kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang mulia. Kita membela kebenaran, keadilan. Kita membela kepentingan jutaan rakyat Indonesia. Apa pun anasir-anasir, antek-antek asing, dan mereka-mereka yang selalu tidak mau lihat Indonesia kuat, apa pun mereka, rakyat di bawah mendukung kita, rakyat mendoakan kita, rakyat akan membela kita.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat berjuang, Satgas PKH. Terima kasih, Jaksa Agung, (untuk) leadership Anda. Mungkin Anda tidak populer, tidak populer bagi segelintir maling-maling itu, tapi Anda didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih. Teruskan perjuangan.
Selesai.
Merdeka!
Merdeka!
Merdeka!