Sambutan Presiden pada Peluncuran Logo dan Tema Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025
Di Istana Negara, Jakarta
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia Saudara Gibran Rakabuming Raka;
Para Pimpinan Lembaga Negara: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Saudara Ahmad Muzani, beserta para Wakil Ketua MPR RI; Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Saudara Puan Maharani; Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Saudara Sultan Najamudin; Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Sunarto, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Saudara Isma Yatun;
Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, para Menteri Koordinator, para Menteri, Kapolri, Panglima TNI, para Wakil Menteri, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden, serta anggota Kabinet Merah Putih yang hadir;
Hadir melalui video conference, para Duta Besar dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di manapun Saudara berada;
Para Pimpinan Daerah, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Pangdam, dan Kapolda seluruh Indonesia;
Para Pimpinan Perusahaan BUMN, para Pimpinan Redaksi yang saya hormati;
Yang saya hormati seluruh rakyat Indonesia,
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air di manapun engkau berada;
Para tamu undangan serta rekan-rekan pers media yang saya hormati.
Pertama-tama, tentunya tidak henti-hentinya kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahabesar, bagi umat Islam Allah Swt., yang memiliki sekalian alam. Hanya kepada-Nya lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya lah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan kepada bangsa kita dan kepada diri kita masing-masing, atas kesehatan dan nafas yang memungkinkan kita hadir di sini untuk bersama-sama melaksanakan peluncuran tema dan logo Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Tahun ini kita merayakan hari kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke-80. Delapan dekade sudah bangsa ini berdiri merdeka. Sudah perjalanan panjang yang dibangun dengan semangat perjuangan, dengan pengorbanan jiwa dan raga seluruh anak bangsa. Kita telah melaksanakan perjuangan kebangsaan ratusan tahun untuk mencapai cita-cita kita memiliki bangsa yang merdeka.
Kita tidak hanya memperingati sebuah peristiwa bersejarah, tapi juga merayakan semangat yang tidak pernah padam dari para pendiri bangsa dan seluruh rakyat Indonesia yang memiliki cita-cita yang besar: sebuah negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Berdasarkan perjalanan pemerintah dan bangsa saat ini, pemerintah menetapkan tema Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema ini dipilih karena selaras dengan visi besar negara dan mewakili arah perjuangan bangsa kita. Kita ingin selalu menjadi negara yang bersatu, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu.
Ini adalah dorongan kita, hasrat kita, keinginan nenek moyang kita. Kita bangun persatuan dan kesatuan menjadi suatu kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Kita ingin menjadi negara yang makmur, kita tidak ingin menjadi negara yang miskin, kita tidak ingin memiliki saudara kita yang kelaparan. Karena itu, kita tidak hanya ingin berdaulat, tapi rakyat kita harus sejahtera. Dengan demikian, baru kita percaya dan yakin kita bisa mencapai Indonesia yang Maju. “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Saudara-saudara,
Tema ini harus menjadi suatu patokan, jangan hanya sekadar menjadi suatu slogan atau mantra. Desain logo Hari Ulang Tahun Ke-80 RI juga merupakan karya anak bangsa sebagai simbol pemersatu.
Secara filosofis desain ini menampilkan bentuk angka delapan dan nol yang saling terhubung tanpa ujung, tidak terputus (infinity). Bentuk ini melambangkan bahwa persatuan sebagai dasar dari kedaulatan adalah manifestasi kesejahteraan rakyat dan upaya menggapai cita-cita bangsa menuju Indonesia Maju yang tak pernah putus.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,
Kemerdekaan ini merupakan warisan, hasil darah, keringat, dan air mata. Para pelopor bangsa, para pendiri bangsa, para pejuang kemerdekaan, seluruh rakyat Indonesia telah berjuang dan bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyambut dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia ini dengan penuh semangat, dengan kegembiraan, dan kebersamaan. Kita boleh berbeda, kita boleh bersaing, tapi kita bersaudara, kita anak bangsa Indonesia.
Kibarkan Merah Putih di rumah, di sekolah, di kantor-kantor, ruang-ruang publik, di manapun berada. Merah, darah yang dikeluarkan untuk kita merdeka. Putih, kesucian jiwa kita. Rayakan kemerdekaan dengan kegiatan yang baik, positif, gotong royong, lomba-lomba, pentas seni budaya, kegiatan-kegiatan bakti sosial untuk rakyat, apalagi saudara-saudara kita yang paling tertinggal. Jangan sekadar hanya seremoni upacara, tetapi bentuklah kegiatan-kegiatan yang nyata. Bersihkan lingkungan masing-masing, hilangkan sampah, buatlah tiap lingkungan kita indah, bersih, asri.
Indonesia merdeka harus jadi bangsa yang indah, bangsa yang bersih, bangsa yang penuh dengan kebanggaan. Tidak ada orang lain yang akan menghargai kita kalau kita tidak menghargai diri kita dan lingkungan kita sendiri. Dengan semangat 80 tahun Indonesia merdeka, mari kita teguh melangkah maju membangun masa depan bangsa yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang dipilih oleh rakyat, saya katakan, masa depan kita cerah, kita akan bangkit menjadi negara yang maju, kita akan bangkit menjadi negara yang hebat.
Sejalan dengan semangat besar, maka pada hari ini dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, secara resmi saya luncurkan tema dan logo Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.
Merdeka!
Merdeka!