Sambutan Presiden pada Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak
Om swastiastu,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Selamat sore,
Syalom,
Salve,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Saudara Bahlil Lahadalia sebagai penyelenggara beserta jajaran Kementerian ESDM yang hadir;
Menteri Koordinator Perekonomian Saudara Airlangga Hartarto;
Para Menteri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para Wakil Menteri, seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir, Menteri Investasi dan Hilirisasi Saudara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Menteri Koperasi Saudara Ferry Juliantono, Sekretaris Kabinet Letkol. Teddy Indra Wijaya;
Yang saya hormati, Gubernur Bali Saudara I Wayan Koster beserta jajaran Forkopimda Provinsi Bali;
Bupati Jembrana yang saya hormati, Saudara I Made Kembang Hartawan;
Para Pimpinan perusahaan BUMN yang hadir, saya lihat Dirut PLN, Dirut Pertamina;
Yang saya hormati, Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali Saudara Ida Panglingsir Agung, terima kasih kehadirannya;
Para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat Bali yang berkenan hadir;
Para pimpinan dan pegawai PLTS yang hadir;
Para masyarakat, para tamu undangan, dan rekan-rekan pers media yang saya hormati dan saya banggakan;
Saudara-saudara, juga hadir Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Saudara Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn.) Didit Herdiawan, Wamen Investasi dan Hilirisasi Saudara Todotua Pasaribu, Wamen Agraria dan Tata Ruang Saudara Ossy Dermawan;
Hadir juga Direktur Utama PLN, oh, sudah tadi, CTO Danantara Prof. Sigit Puji Santosa, Komisaris Utama Pertamina Saudara Mochamad Iriawan, dan Direktur Utama Pertamina Saudara Simon Mantiri;
Saudara-saudara sekalian, juga tadi disampaikan ada Gubernur Jawa Tengah, ada Wali Kota Batam, ada Bupati Belitung, gubernur juga ada? Gubernur Bangka Belitung ada? Enggak ada? Iya, melalui daring (dalam jaringan), ya? Ya. Oh, hadir di sini? Daring, daring.
Baik, tentunya, sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Maha Besar, Tuhan Mahakuasa, yang memiliki sekalian alam. Atas segala karunia, kebaikan, berkah, yang diberikan kepada kita, kita masih menikmati perdamaian, kita masih menikmati napas dan kesehatan sehingga hari ini, kita dapat berkumpul di acara launching dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp). Juga, karena ini adalah Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di mana pun Saudara berada. Di hari besar ini, kita tetap bekerja karena kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, selain kita selalu menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, kita juga harus berkarya, kita harus bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita.
Kita juga menyadari bahwa seluruh dunia mengalami banyak cobaan. Tahun ini, dunia mengalami apa yang disebut el nino, dan el nino ini cukup kuat tahun ini, salah satu yang terkuat diramalkan. Dan, dalam keadaan ini, tentunya kita harus lebih waspada menghadapi kerawanan-kerawanan yang ada dan kita bersyukur, saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah, semua unsur pemerintah daerah, K/L-K/L, kementerian-kementerian lembaga, TNI, Polri, BNPB, [Kementerian] Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, semua bekerja secara efektif. Sekarang saya kira, sudah mulai teratasi, termitigasi, di beberapa tempat, saya kira, saya berharap dalam 1-2 minggu ini bisa selesai semua. Kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar. Kita telah menunjukkan negara kita kuat. Kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel. Jadi, saya besar hati, saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan. Ini saya sampaikan pada kesempatan ini, karena kita, walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu, kita buktikan terus.
Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT, reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir, dan saya sebagai Presiden, pemegang mandat dari rakyat, saya terus menghimpun kekuatan negara. Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa, harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar. Karena itu, penyelewengan korupsi harus kita perangi, harus kita berantas, sampai ke akar-akarnya. Kita harus punya tekad itu, walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh. Kita sungguh-sungguh.
Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat, kalau kita tidak punya uang. Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan. Selama ini kita hentikan kebocoran-kebocoran itu, kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan. Sebagai contoh, prestasi Danantara, menurut saya membanggakan. Saya kira, pimpinan Danantara pantas mendapat bintang tanda kehormatan dari negara. Dalam kurang dua tahun, penghasilan Danantara, penghasilan BUMN-BUMN naik ratusan persen. Beberapa BUMN yang belasan tahun, puluhan tahun rugi, sekarang mulai untung, naiknya kadang-kadang di luar yang bisa kita duga. Ini karena kepemimpinan, ini karena leadership, ini karena pimpinan Danantara jujur, punya rasa cinta tanah air yang besar. Saya besar hati dengan capaian-capaian yang telah kita capai, Saudara-saudara sekalian.
Dan, hari ini adalah hari yang penting. Kita launching listrik dari tenaga surya 100 gigawatt untuk bangsa Indonesia. Untuk sebagai bayangan, bahwa Menteri Ekonomi, ya, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt, seluruh ya, dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari geotermal semua itu, 88 gigawatt. Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun. Menteri ESDM bisa, dalam tiga tahun? Kok, suaranya kok, kurang keras? Siap? Nah, bagus. Kepala Danantara, siap mendukung? Bisa? Menko Ekonomi, siap untuk mengoordinasi semua? Dirut PLN, siap? Dirut Pertamina, siap atau apa? Siap? Yang semangat, siap! Nah, itu begitu, lah. Kita buktikan lagi, ya. Nanti, tiga tahun lagi, kita kumpul lagi, kita akan. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti, ya. Karena itu, tadi sudah dilaporkan Menteri ESDM, sekian penghematan, sekian dan sebagainya, saya enggak akan ulangi, ya, supaya pidato jangan terlalu lama. Benar? Biar media itu, aman.
Ya, benar, saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian mana pun dunia. Dengan 100 gigawatt, dengan geotermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, ya, kita tidak boleh impor lagi satu barel pun, minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun, kita tidak boleh impor lagi. Menteri ESDM, sanggup? Baik itu. Ya, terima kasih, Menteri-Menteri Kabinet Merah Putih, demikian, semangat! Semangat dan berani.
Saya kira itu yang saya sampaikan, ya. Terima kasih, semua unsur, hari ini hari penting, kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai 100 gigawatt. Ya, iya, kan? Dulu swasembada pangan, saya beri target empat tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya, enggak lah, sudah, dua tahun, lah, ya, kan. Ya? Kalau berhasil dua tahun, tim energi dapat bintang lagi, aku kasih, ya.
Baik, saya kira itu dari saya. Terima kasih, Saudara, semua unsur. Selamat bekerja, hari ini hari penting walaupun libur, walaupun Maulid Nabi, kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah. Dan, itu risiko, risiko pengabdian, ya. Yang tidak sanggup, boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan Saudara.
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baik, pada sore hari ini, hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Mahabesar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi, saya luncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp), diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak (GWp).
Terima kasih.