Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Yang saya hormati para Menteri Koordinator (Menko), para Menteri, para Kepala Badan, Panglima TNI, Kapolri, para Wakil Menteri (Wamen), Wakil Kepala Badan, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir;
Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai penyelenggara, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Profesor Pratikno yang saya hormati, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet RI, Wamen Pemuda dan Olahraga, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, para Ketua Umum Cabang Olahraga yang hadir;
Ketua PB (Pengurus Besar) Wushu yang sekaligus juga Menko Ekonomi Saudara Airlangga Hartarto, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia juga Ketua DEN (Dewan Ekonomi Nasional) Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Pandjaitan, Pembina Ikatan Pencak Silat Indonesia Saudara Sugiono, Ketua Perkumpulan Angkat Besi Saudara Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Ikatan Sport Sepeda Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Panahan Saudara Arsjad Rasjid, Ketua Persatuan Basket Indonesia atau yang mewakili, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Komjen Polisi Fadil Imran, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Imam Sudjarwo, Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sedang bertugas di Aceh, dari Persatuan Pentathlon Indonesia Saudara Purwoko Aji Prabowo. Ini Prabowo banyak sekali, tapi orang yang berprestasi semua, ya, yang namanya Prabowo itu;
Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia Saudara Velix Vernando Wanggai, Ketua Taekwondo Indonesia Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon, Ketua Federasi Triathlon Indonesia Saudara Armand van Kempen kayak nama Belanda, ya, tapi orangnya hitam enggak apa-apalah;
Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Saudara Trimedya Panjaitan, Indonesian Jet-sport Boating Association Saudara Saiful Ihsan, Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Marsekal TNI Purnawirawan Hadi Tjahjanto, Federasi Futsal Indonesia Saudara Michael Sianipar, oh, jauh di belakang, Persatuan Tarung Campuran Indonesia baru Saudara Tommy Paulus Hermawan, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Saudara Raja Sapta Oktohari;
Saudara-saudara sekalian terutama para atlet cabang olahraga yang saya cintai, para pelatih, ofisial, dan kontingen Indonesia pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun 2025,
Tentunya kita selalu memanjakan puji syukur kehadiran Tuhan Mahabesar, kita masih diberi kesehatan, dapat berkumpul hari ini di Istana Negara dan bersama-sama kita hadiri yang bisa kita katakan adalah laporan kembali dari tugas.
Saya sebagai kepala negara, kepala pemerintah dan sebagai pribadi menyampaikan terima kasih saya kepada Saudara-saudara sekalian atas keberhasilan Saudara menjaga kehormatan bangsa Indonesia.
Saudara-saudara sekalian,
Dalam pembangunan sebuah negara, dalam perjuangan kebangkitan sebuah negara, olahraga adalah satu cermin daripada keberhasilan negara tersebut. Para olahragawan yang dipilih untuk mewakili bangsanya, memberi suatu simbol, memberi suatu tanda bahwa bangsa itu bangsa yang kuat. Kalau olahragawannya lemah, olahragawannya kalahan, itu menggambarkan bahwa bangsa kita lemah dan bangsa kita kalahan. Demikian pentingnya para olahragawan yang dipilih mewakili bangsa itu. Karena itu, saya sangat terima kasih sama Saudara-saudara dan saya sangat bangga dengan Saudara-saudara.
Saya ikuti beberapa penampilan Saudara-saudara. Saya ikuti, ya, kan, mengharukan. Yang lari 10 ribu [meter], siapa? Ada disini? Perempuan yang lari 10 ribu meter, tidak hadir, ya? Wanita, ya? Tapi membanggakan juga saya ikuti, jauh dia di depan yang lain, ya. Saya juga ikuti dragon, ya, apa namanya? Perahu naga. Tegang sekali itu. Membanggakan, semua membanggakan. Luar biasa, saya kagum dengan Saudara-saudara, mewakili. Juga banyak cabang saya ikuti, terima kasih sekali lagi.
Masalahnya ini bukan masalah sesuatu yang gembar-gembor, bukan. Ini adalah masalah harga diri sebuah bangsa. Karena itu, Saudara melihat negara-negara semua dari dunia antusias untuk ikut serta. Bahkan Saudara-saudara ada negara-negara yang bersedia berbuat apa saja untuk menang.
Saya mengerti, mungkin di cabang-cabang yang penilaiannya tidak terlalu objektif, Saudara telah berbuat yang terbaik, tapi Saudara dikasih nilai yang tidak sesuai itu, saya kira biasa itu ya, tidak usah berkecil hati. Yang penting Saudara-saudara telah berjuang sekeras tenagamu dan sekarang masalahnya adalah bagaimana Saudara bisa meningkatkan prestasimu di saat-saat mendatang.
Saya juga terima kasih para ketua cabor (cabang olahraga) yang telah membina dengan baik, ya. Tanpa pembinaan yang baik, tidak mungkin prestasi. Dan, hasil Saudara-saudara, saya kira Saudara-saudara bisa merasakan betapa negara menghargai putra-putrinya yang berjuang untuk kehormatan bangsa.
Kita, kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah justru untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan datang. Bukan hanya kita seolah-olah membayar upah, tidak. Ini adalah penghargaan karena untuk mencapai tingkat seperti Saudara, Saudara korbankan waktumu, Saudara korbankan tenagamu, Saudara korbankan mungkin hal-hal yang Saudara bisa hidup dengan enak, santai, tapi Saudara latihan, Saudara berjuang. Ini adalah penghargaan atas itu. Penghargaan atas keringatmu, atas jerih payahmu.
Saudara-saudara,
Menjadi atlet itu membutuhkan mental yang khusus. Menjadi atlet yang dipilih di kancah internasional itu mentalnya lebih lagi, lebih khusus lagi. Orang yang tidak punya semangat, tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional. Saudara mungkin pada saat lelah, capek, kram, sudah mau menyerah, tapi Saudara mencari kekuatan dalam, kekuatan energi lagi. Demi negara, demi orang tua saya, demi kawan-kawan saya, saya tidak boleh menyerah. Ini kelihatan.
Di sini ada atlet kuda, ada atlet kuda enggak di sini, hadir enggak? Yang eventing ada, eventing? Terima kasih. Ini eventing kalau enggak salah yang dari tentara berapa orang? Satu? Tiga orang? Terima kasih. Panglima TNI, sudah naik pangkat mereka? Jadi perwira.
Oh, ya, saya diingatkan ternyata ada lagi Ketua Federasi Panjat Tebing Ibu Yenny Wahid. Wah, ini tadi enggak disebut, pelanggaran ini, siapa bikin ini? Maaf. Terima kasih. Dapat emas berapa? Luar biasa. Bisa naik pangkat, Ibu Yenny? Ya, jadi terima kasih, ternyata atlet itu naik pangkat ya.
Kemudian, salah satu yang saya ingin tandai adalah salah satu atlet eventing, itu berkuda yang sangat berbahaya dan sangat berat dari semua cabang naik kuda. Saya dapat laporan bahwa salah satu atlet itu beberapa hari sebelumnya baru kecelakaan kena tendangan kuda, rusuknya fraktur. Jadi dia bertanding dengan memegang tulang rusuknya. Dan, tidak mau menyerah, masuk finis. Setelah masuk finis, langsung pingsan. Saya kira ini adalah semangat yang kita patut hargai. Saya terima kasih, Panglima TNI. Panglima TNI, langsung disekolahkan ya untuk jadi pilih perwira, ya. Terima kasih.
Saya juga terima kasih, atlet kita juga ada yang memecahkan rekor dunia, Saudara Rizki, ya. Saudara Rizki ini waktu olimpiade [mendapat] medali emas. Karena olimpiade [mendapat] medali emas, direkrut ke dalam TNI dengan pangkat Letnan Dua. Di SEA Games dapat medali emas lagi dan pecahkan rekor dunia. Jadi, saya dapat laporan Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat. Jadi, dari Letnan Dua langsung Kapten, karena Anda mengangkat nama kehormatan bangsa Indonesia di kancah dunia. Terima kasih penghormatanmu.
Sekarang ini, saya hargai para pimpinan itu. Terima kasih, jangan hanya terima kasih saja. Gampang terima kasih. Terima kasih, tapi kita benar-benar hormati, hargai jerih payah Saudara dan kita buktikan. Kita memberi tabungan untuk Saudara-saudara, dipakai untuk hal-hal yang baik. Saya titip sama Saudara-saudara. Saudara masih muda banyak, ya. Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Berbuat yang baik, tabung untuk orang tuamu, untuk dirimu.
Kapten Rizki, sudah punya pacar? Belum? Ditabung untuk nanti. Kalau kau kawin bisa punya rumah yang baik, ya. Yang lain juga ditabung yang baik ya, Saudara-saudara.
Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Hanya itu, terima kasih atas nama negara dan bangsa. Hormat kami kepada Saudara-saudara. Latih prestasi ke depan. Sekarang tantangan kita adalah Asian Games. Makin naik, makin berat untuk atlet dan juga untuk kami, karena kita sudah kasih benchmark yang agak berat ini. Medali emas SEA Games 1 M (miliar). Gimana medali emas Asian Games? Ya, naiklah tapi enggak tahu naiknya berapa. Saya cek Menteri Keuangan.
Saudara-saudara,
Saya bangga dengan kalian, saya hormat kalian dari hati saya yang paling dalam atas nama seluruh rakyat Indonesia. Kami beruntung punya putra-putri yang begitu semangat. Kita berharap muncul di Asian Games dengan terhormat, muncul di Olympic Games dengan terhormat. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat. Indonesia negara yang akan bangkit. Saudara-saudara lambang kebangkitan bangsa Indonesia. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Terima kasih.