Sambutan Presiden pada Peninjauan Korban Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Bener Meriah
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Anak-anakku sekalian, Bapak Bupati Pak Tagor, Bapak Wakil Bupati, Pak Gubernur Pak Mualem,
Saya hari ini datang ke [Kabupaten] Bener Meriah, sesuai janji saya beberapa hari yang lalu untuk menengok Saudara-saudara sekalian. Saya didampingi Panglima TNI, Kapolri, Menteri Pertahanan, Menteri ESDM Pak Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Gus Ipul, Menko [PMK] Prof. Pratikno, kemudian Letnan Jenderal Suharyanto [Kepala] BNPB yang menangani bencana alam, tokoh-tokoh lain banyak hadir.
Kami ingin hanya datang untuk melihat keadaan sebenarnya, melihat keadaan Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian, dan melihat apa yang kami bisa lebih cepat lagi mengirim bantuan. Memang keadaannya memang, memang sulit. Alam sedang, sedang kita harus waspada. Tapi percayalah bahwa pemerintah akan bekerja sangat keras, akan berbuat habis-habisan untuk membantu Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian di sini.
Kami sudah siapkan rencana, semua jembatan akan kita perbaiki, jalan-jalan longsor akan kita tembus, listrik akan kita hidupkan semuanya, dan kalau masih ada kekurangan, kita akan segera atasi bersama, ya. Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat, ya, kita akan atasi ini bersama.
Dan, kita sudah siapkan juga rencana untuk mengganti semua rumah yang hanyut, yang rusak. Tapi, tentunya kita butuh kesabaran dari Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua itu, ya. Saya minta maaf, Presiden Republik Indonesia tidak punya tongkat Nabi Musa, tidak punya, tapi kita akan bekerja keras untuk bantu Saudara-saudara semua.
Saya terima kasih, Pak Bupati, Wakil Bupati, saya terima kasih, semua kepala dinas di provinsi, terima kasih, Pak Gubernur dan semua jajarannya bekerja terus. Saya terima kasih Panglima TNI, Kapolri, pasukannya turun semua, menteri-menteri turun semua, ya. Kita akan bersama dengan Bapak-bapak, Ibu-ibu. Jangan khawatir, Bapak-bapak, Ibu-ibu, tidak, tidak sendiri, kita akan bersama.
Saya beberapa hari yang lalu, baru dari, dari Bireuen, Bireuen, Bireuen, ya? Bireuen, sebelumnya Kutacane, baru beberapa hari yang lalu. Tapi, saya harus memenuhi janji acara, saya kemarin terbang ke luar negeri, ke Pakistan, ke Rusia sebentar, langsung kembali. Saya baru tiba di tanah air, tadi pagi dini hari, jam tiga pagi. Saya mendarat di [Bandara] Kualanamu, Sumatra Utara, habis itu langsung terbang ke [Aceh] Tamiang, dari Tamiang ke Takengon [Aceh Tengah], dari Takengon ke sini, ya. Jadi, jadi, terus saya monitor dan akan saya perhatikan semuanya.
Saya kira itu dari saya. Terima kasih. Ibu-ibu, yang sabar, ya, Anak-anak, yang gembira di tengah kesulitan, kita atasi bersama.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.