Sambutan Presiden RI - Meninjau Pembangunan Jalur Kereta Trans-Sumatera, Medan, 2 Maret 2016
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENINJAU PEMBANGUNAN JALUR KERETA TRANS-SUMATERA
MEDAN, SUMATERA UTARA
2 MARET 2016
Â
Â
Â
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Â
Bapak-Ibu dan Saudara-saudara sekalian,
Â
Tadi pagi, saya meresmikan airport, bandara di Bener Meriah, di Aceh.Tahun yang lalu, bulan Desember, kita juga meresmikan perpanjangan runway dan juga terminal di Papua, di Wamena. Tahun yang lalu juga, saya sudah mintakan untuk dimulai dibangunnya Jalan TolTrans-Sumatera. Tahun yang lalu juga, sudah dimulaipembangunanjalur keretaapi di Sulawesi, yang sudah direncanakankira-kira 30-an tahun yang lalu. Tahun ini, juga sedang dimulai pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Â
Kenapa kita focus dan memberikan prioritas kepada infrastruktur, termasuk pembangunan kembali, reaktivasi rel-rel kereta api yang sebetulnya dari zaman Belanda sudah ada, tetapi banyak di beberapa daerah yang tidak dipakai, tidak diacuhkan, dan diikuti oleh masyarakat? Kenapa kita tidak kembali bahwa bukan satu track, tetapi double tracks? Karena dengan pembangunan infrastruktur perhubungan itulah, kalau selesai semuanya, harga barang pasti akan lebih murah, harga komoditas kita pasti juga akan lebih murah.
Â
Harga-harga produk-produk yang dihasilkan oleh Negara kita juga akan bias bersaing dengan negara-negara yang lain. Kenapa seperti itu? Karena harga transportasinya pasti jatuh lebih murah, karena biaya logistiknya pasti jatuh lebih murah. Memang hal ini diprioritaskan,dan kitafokus kesana.
Â
Supaya kita tahu semuanya, biaya transportasi, biaya logistik di Indonesia itu masih2 sampai 2,5 kali lipat biaya transportasi yang ada di tetangga Indonesia, baik di Singapura,maupun Malaysia,dan negara tetangga yang lainnya.
Â
Artinya apa? Kalau tadi yang saya sebutkan tidak dibangun, jangan berharap produk kita, komoditas kita, barang-barang kita bias bersaing dengan negara-negara tetangga, negara-negara anggota ASEAN.
Â
Itu kita baru berbicara ASEAN saja, tidak bias bersaing. Padahal persaingan sekarang sudah persaingan global. Di tingkat ASEAN saja, kita kalah bersaing dalam biaya transportasi dan biaya logistik. Â Oleh sebab itu, saya kejar semuanya. Menteri Perhubungan, kejar. Menteri PU, kejar.
Â
Tadi sudah kita ngecek JalanTol Medan-Binjai, Medan-Kualanamu, Kualanamu-Tebing Tinggi. Saya berikan target. Kalau kerja dengan saya, pasti ada targetnya. Tahun depan rangkaian harus rampung, harus selesai.
Â
Kemudian nanti teruskan lagi. Perencanaannya sudah ada.
Â
Tapi, kalau perencanaannya sudah ada, ya segera dieksekusi, segera dilaksanakan. Jangan hanya direncanakan, direncanakan, direncanakan, tidak pernah dikerjakan. Ndak kalau saya. Begitu berani merencanakan, harus berani mengeksekusikan serta melaksanakan. Target waktunya pasti saya berikan.
Â
Jadi,dari Lampung nantinya sampai ke Aceh, yang namanya tol itu semuanya akan tersambung. Di tengah dikerjakan, di timur dikerjakan, nantinya dibarat juga dikerjakan.
Â
Keretaapinya juga sama.Di timurdikerjakan, di tengah dikerjakan, di barat juga dikerjakan. Nantiakantersambung,akan terkoneksikan.
Â
Kalau tersambung semuanya, tolnya tersambung, kereta apinya sambung, kemudian pelabuhan disini—pelabuhan besarnya Sumatera tadi, Kuala Tanjung—sudah rampung, 2.000 hektare selesai, hubungan antar pulau, hubungan konektivitas antar provinsi, antar kota, antar kabupaten ini akan tersambung semuanya.
Â
Pertama, itu bisa mempersatukan kita.
Â
Yang kedua—tadi saya sampaikan—biaya logistik, biaya transportasi akan lebih murah.
Â
Dan akhirnya, rakyat yang menikmati barang-barang akan jatuh lebih murah.
Â
Kemudian yang berkaitan dengan kereta api dari Medan, Kualanamu, dan juga nantinya diteruskan Medan-Binjai dan ke airport.
Â
Kenapa ini juga menjadi prioritas? Karena kita tahu, sekarang semua kota-kota besar itu sudah macet.Kenapa macet? Karena rakyat, masyaraka ttidak diberi alternatif moda transportasi yang lain. Semuanya inginnya pakai mobil pribadi, kemana-mana setir pakai mobil pribadi karena memang moda transportasi masal tidak disiapkan.
Â
Di negara manapun, tidak ada yang tidak menyiapkan transportasi massalnya, baik yang dibawah tanah, baik yang di atas tanah. Jangka panjang, sudah tidak bisa ditawar lagi. Itu harus. Kalau enggak, ya semua kota besar kita akan macet.
Â
Jakarta itu menurut saya terlambat 25 tahun, tidak membangun transportasi massal, padahal sudah direncanakan. Kayak MRT di Jakarta,itu sudah 26 tahun yang lalu direncanakan, direncanakan. Tapi ndak pernah dieksekusi dan dilaksanakan sehingga harga semua sudah mahal.
Â
Pembebasanlahanada yang 100 juta, 200 juta. Coba dulu, 26 tahun yang lalu,sudahdieksekusi.Mungkin tanah masih 1 juta, 2 juta.
Â
Semuanya menjadi mahal seperti itu. Dan harga barangnya juga mahal. Biaya konstruksi lebih mahal. Itu keterlambatan-keterlambatan yang harus dikejar.
Â
Kemarin saya perintahkan juga,di Palembang bangun MRT juga,daribandara juga ke kota.Kalau enggak seperti itu, macet pasti. Di Bandung juga,mungkin tahun depan, juga akan dimulai MRT-nya, bukan Bandung, tapi Bandung raya.
Â
Koneksi itu memang harus dari semua titik.Itu juga harus ada. Terserah walikotanya, terserah gubernurnya: mau pakai trem,atau railbus, atau MRT, atau kalau punya duit mau yang bawah tanah, subway. Ya silakan.
Â
Tetapi ini harus segera dikerjakan. Kalau enggak,kita akan kejar-kejaran dengan kemacetan.
Â
Saya kesini sebetulnya hanya ingin melihat, meninjau sudah sampai sejauh mana pembangunannya, bukan groundbreaking. Biasanya, kalau groundbreaking itu enggak diawasi, enggak terlaksana, nunggu terus.
Â
Kalau saya biasanya, sudah dilaksanakan berapa kilo, baru saya lihat. Kekurangannya apa, masalahnya apa, itu yang diselesaikan. Konsep-konsep sepertiitu yang akan terus kitakejar.
Â
Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati,
Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Dan, dengan mengucap ‘Bismillahirrahmanirrahim’, pada hari ini saya nyatakan pekerjaan pembangunan jalur ganda layang kereta api antara Stasiun Medan dan Stasiun Bandar Khalipah, serta reaktivasi jalur kereta api antara Stasiun Binjai dan Stasiun Besitang dimulai.
Â
Dan saya menunggu laporan: selesainya kapan. Saya tunggu laporannya: selesai kapan. Itu yang disampaikan.
Â
Dan nanti saya akan datang lagi karena setiap pembangunan pasti akan saya cek, akan saya kontrol, akan saya cek lagi, akan saya cek lagi, akan saya cek lagi biar yang kerjasemangat.
Â
Terima kasih.
Â
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
*****
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden