Sambutan Presiden RI pd Peringatan Nuzulul Qur'an 1435 H, di Jakarta tgl.16 Juli 2014
SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
PERINGATAN NUZULUL QUR'AN 1435 HIJRIAH
DI ISTANA NEGARA, JAKARTA
TANGGAL 16 JULI 2014
Â
Â
Â
Â
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Â
Salam sejahtera untuk kita semua,
Â
Hadirin dan Hadirat sekalian yang saya hormati,
Saudara-saudara Kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Tanah Air yang saya cintai,
Â
Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu wata'ala, pada malam yang khidmat ini, di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, kita semua bersama kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Tanah Air,  dapat kembali menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur'an tahun 1435 Hijriyah.  Shalawat dan salam, semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, beserta keluarga, para sahabat, dan pengikut-pengikut Rasulullah, dan, insya Allah termasuk kita semua hingga akhir zaman.
Â
Peringatan Nuzulul Qur'an tahun ini terasa istimewa, karena saat ini bangsa Indonesia tengah menjalankan proses demokrasi untuk memilih pemimpin yang baru, yang akan memimpin dan membawa negara kita 5 tahun mendatang, menuju masa depan yang makin maju, dan makin sejahtera. Tepatnya, pada tanggal 9 Juli lalu, kita baru saja melaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden untuk masa bakti tahun 2014-2019. Insya Allah, kita akan mengetahui hasilnya pada tanggal 22 Juli mendatang.
Â
Menjelang akhir penghitungan suara nanti, alhamdulillah, malam ini kita selenggarakan peringatan Nuzulul Qur'an. Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur'an, Â kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata'ala, serta lebih mendalami dan mengkaji nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur'an, yang insya Allah menjadi penyejuk bagi suhu politik yang belakangan ini cenderung menghangat di negeri kita. Melalui peringatan Nuzulul Qur'an ini pula, mudah-mudahan bangsa kita tetap, dan bahkan makin rukun dan bersatu.
Â
Saudara-saudara,
Â
Kita telah mendengar dan menyimak dengan seksama, uraian hikmah Nuzulul Qur'an dengan tema, "Spirit Al-Qur'an Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" yang disampaikan dengan jelas dan gamblang oleh Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Profesor Ahmad telah memberikan pencerahan yang penting menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan mengambil spirit dari kitab suci Al-Qur'an. Kita diajak untuk kembali memaknai kitab suci Al Qur'an sebagai  petunjuk antara yang haq dan yang bathil, sebagai peringatan  penuh rahmat yang berisikan berita gembira bagi orang-orang yang beriman, serta sebagai spirit, dan penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Â
Kita semakin meyakini bahwa Al Qur'an adalah petunjuk yang teduh, pedoman yang menentramkan, dan informasi yang mencerdaskan dalam kehidupan kita di muka bumi ini.  Al-Qur'an memberi tuntunan kepada kita untuk dapat hidup rukun, dan damai. Al-Qur'an juga memberi pedoman bagi umat manusia untuk menjadi pribadi yang santun dan berakhlak mulia.  Al-Qur'an menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering, yang  mengalirkan nilai-nilai ajaran Islam yang luhur, menebarkan keteduhan, memberi ketentraman, dan menciptakan kedamaian.
Dari Al-Qur'an, kita mendapatkan pencerahan sekaligus ketenangan jiwa. Dari Al-Qur'an kita dapat menggali sumber ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia. Dari Al-Qur'an pula, kita mendapat banyak inspirasi untuk membangun tatanan dunia yang lebih damai, lebih adil, dan lebih sejahtera.
Â
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Â
Dalam suasana kehidupan politik pasca-pemilihan presiden dan wakil presiden, kita berkewajiban untuk merajut kembali ikatan kita sebagai sebuah bangsa yang bersatu, yang beberapa saat yang lalu sempat terganggu. Kita diwajibkan untuk kembali menguatkan ikatan yang kokoh, Â dan menjalin kembali hubungan yang harmonis di antara kelompok yang berbeda pilihan. Kita harus menghentikan permusuhan di antara kita, serta sekaligus menjauhkan diri dari fitnah dan sikap berburuk sangka kepada sesama anak bangsa.
Â
Hadirin yang saya hormati,
Â
Kita sama-sama mengetahui, Al-Qur'an mengajarkan umat manusia agar menjauhi sifat berburuk sangka, dan menggunjingkan hal-hal yang dapat merusak persatuan dan persaudaraan. Al-Qur'an juga mengajarkan kepada kita untuk tabayyun atau melakukan klarifikasi terhadap berbagai informasi sehingga menjadi jelas duduk perkaranya. Jangan sampai persatuan dan persaudaraan kita menjadi terganggu oleh berita-berita, dan opini yang tidak benar dan menyesatkan. Al-Qur'an memberi petunjuk dalam membangun umat yang saleh, yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi sesama umat manusia. Mengajak umat manusia untuk saling kenal-mengenal dan tidak saling mengisolasi diri, saling memberi maaf  dan tidak saling membenci. Al-Qur'an mengajak kita semua untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kejahatan dan permusuhan.
Â
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Â
Di tengah khidmatnya peringatan Nuzulul Qur'an, di tengah pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, saudara-saudara kita di Palestina justru sedang menghadapi cobaan berat. Di minggu kedua bulan Ramadhan, tepatnya tanggal 8 Juli 2014, Israel mulai melancarkan aksi militer, di jalur Gaza  yang telah menyebabkan lebih dari 200 jiwa menjadi korban di kalangan rakyat Palestina.
Â
Sebagai sebuah bangsa dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita tidak bisa membiarkan berlanjutnya penderitaan dari saudara-saudara kita di Palestina. Sudah sejak lama Palestina menjadi kepentingan pokok dalam politik luar negeri Indonesia. Dukungan negara kita terhadap Palestina telah lama kita suarakan. Negara kita yang sejak lama mendukung penuh kemerdekaan Palestina, mengecam keras aksi militer Israel yang tidak proporsional itu. Aksi militer yang tidak hanya melanggar Hak-hak Asasi Manusia, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional.
Â
Posisi Indonesia sudah sangat jelas terkait situasi di Jalur Gaza. Sebagaimana telah saya kemukakan dalam berbagai kesempatan. Indonesia menggarisbawahi empat hal menuju perdamaian dan keamanan di Jalur Gaza;
Pertama, aksi militer Israel harus segera dihentikan; kedua, gencatan senjata harus segera dicapai dengan pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa; ketiga, aksi balas-membalas atau cycle of violence harus dicegah; dan keempat, bantuan kemanusiaan kepada korban aksi militer, harus segera  diberikan.
Â
Jika empat sasaran ini dapat dicapai, Indonesia ingin, saya ulangi, Indonesia ingin agar perundingan damai menuju terbentuknya Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, dapat segera dilanjutkan.
Â
Saudara-saudara,
Â
Keempat posisi Indonesia yang saya kemukakan tadi, juga  telah saya sampaikan melalui pembicaraan telepon pada tanggal 11 Juli 2014, kepada Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Gerakan Non-Blok. Alhamdulillah, Presiden Iran sangat setuju dengan posisi Indonesia menuju perdamaian dan keamanan di jalur Gaza. Â
Â
Kita juga telah melakukan langkah-langkah diplomatik melalui berbagai forum, baik melalui Organisasi Kerja sama Islam atau OKI maupun organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB. Dalam forum PBB, negara kita telah menggalang kerja sama dengan berbagai negara, sehingga terselenggara sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada tanggal 12 Juli 2014 yang lalu. Sidang darurat itu telah menghasilkan keputusan mendesak, kedua ulangi, menghasilkan keputusan, mendesak kedua pihak yang bertikai untuk mencapai genjatan senjata.
Â
Kemarin sore, saya mendengar berita dari berbagai media internasional terkait upaya mitra dekat kita Mesir, yang telah mengusulkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Marilah kita berdoa, semoga kedua pihak yang bertikai dapat menerima usulan itu, agar siklus kekerasan di jalur Gaza dapat segera diakhiri.
Â
Baru saja sekitar satu setengah jam yang lalu, saya berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Sementara Menteri Luar Negeri kita, Saudara Marty Natalegawa sedang mencari waktu untuk saya bisa berbicara langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Saya sungguh ingin para pemimpin dunia memiliki semangat, dan komitmen yang sama untuk segera mengakhiri aksi kekerasan di Palestina, sehingga perundingan damai bagi kemerdekaan bangsa Palestina dapat dilanjutkan.
Â
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Â
Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Tanah Air untuk  meningkatkan iman dan taqwa kita semua kepada Allah Subhanahu wata'ala. Mari kita tingkatkan pemahaman kita kepada Al-Qur'an. Mari kita jaga lisan, moral, dan akhlak kita sesuai ajaran Al-Qur'an. Mari kita pelihara nurani yang bersih, niat yang tulus, tutur kata yang sopan, dan sikap berbaik sangka dalam kehidupan ini.
Â
Di bulan mulia yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan ini, saya mengajak kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Tanah Air, untuk mendoakan saudara-saudara kita di Palestina agar segera lepas dari berbagai penderitaan. Demikian juga saudara-saudara kita di banyak negara di Timur Tengah juga segera mendapatkan ketenangan, dan ketenteraman dalam kehidupannya. Marilah kita tingkatkan solidaritas bangsa kita, untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, mengurangi beban penderitaannya, dan membantu dengan segenap kemampuan kita.
Â
Akhirnya Semoga Allah Subhanahu wata'ala senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan kepada bangsa kita agar tetap rukun dan bersatu, menuju hari esok yang lebih baik.
Terima kasih.
Â
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI