Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (5/2) siang memimpin rapat terbatas (ratas) yang khusus membahas masalah penanggulangan bencana banjir yang melanda di Jakarta dan sekitarnya, serta membahas tindakan - tindakan apa saja yang perlu dilakukan oleh pemerintah pusat untuk membantu korban bencana banjir tersebut.

"> Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (5/2) siang memimpin rapat terbatas (ratas) yang khusus membahas masalah penanggulangan bencana banjir yang melanda di Jakarta dan sekitarnya, serta membahas tindakan - tindakan apa saja yang perlu dilakukan oleh pemerintah pusat untuk membantu korban bencana banjir tersebut.

"> Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (5/2) siang memimpin rapat terbatas (ratas) yang khusus membahas masalah penanggulangan bencana banjir yang melanda di Jakarta dan sekitarnya, serta membahas tindakan - tindakan apa saja yang perlu dilakukan oleh pemerintah pusat untuk membantu korban bencana banjir tersebut.

">

SBY Pimpin Rapat Bahas Banjir

 
bagikan berita ke :

Rabu, 07 Februari 2007
Di baca 684 kali

Hadir dalam ratas antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari, Mensos Bachtiar Chamsyah, Meneg BUMN Sugiharto, Mensekneg Yusril Ihza Mahendra, Menristek Kusmayanto Kadiman, Mendagri M. Ma`ruf, Kepala Bappenas Pazkah Suzetta, serta Seskab Sudi Silalahi.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seusai ratas menjelaskan kepada wartawan bahwa banjir yang menenggelamkan sebagian wilayah ibukota dan sekitarnya kali ini tidak hanya disebabkan oleh banjir kiriman, namun juga karena curah hujan yang cukup besar, pasang purnama, perubahan tata ruang serta ketidakdisiplinan masyarakat ibukota dalam membuang sampah sehingga menyumbat drainase-drainase yang ada. "Banjirnya luar biasa besar, karena daerah resapan air semakin berkurang, kemudian tanaman-tanaman banyak dipotong menjadi villa dan sebagainya," kata Djoko Kirmanto seraya menambahkan pentingnya reboisasi untuk mencegah bencana banjir di tahun-tahun mendatang.

Sementara Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan bahwa keperluan logistik untuk para korban bencana sudah mencukupi. "Namun kami menemui masalah dalam hal pendistribusian bantuan ke tempat-tempat masyarakat yang mengalami bencana," tutur Mensos. Ditambahkan, Depsos dapat menggunakan 365 ribu ton cadangan pangan yang disediakan oleh pemerintah untuk para korban bencana, apabila keadaan mendesak.

 

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/02/05/1546.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0