SERI INOVASI: Belajar di Mana Saja dan Kapan Saja dengan DILAN dan MILEA

 
bagikan berita ke :

Senin, 05 Oktober 2020
Di baca 306 kali

Di era digital saat ini, materi dan metode pembelajaran semakin berkembang dan bervariasi mengikuti perkembangan teknologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) sendiri juga melakukan transformasi pada program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Beberapa di antaranya yaitu membangun aplikasi berbasis pembelajaran yaitu Portal Informasi Pendidikan dan Pelatihan Terpadu (PINTAR) dan mengembangkan Digital Learning (Dilan) dan Microlearning (Milea).

Dilan dan Milea adalah metode pembelajaran memungkinkan para pegawai Kemensetneg mencicipi cara-cara baru belajar dan mengeksplor materi-materi yang lebih kaya dan menarik. Berbeda dengan pembelajaran klasikal, dua metode ini bersifat praktis, mudah, dan beraksesibiltas tinggi karena dapat diakses di mana saja dan kapan saja melalui gawai masing-masing dengan memanfaatkan akses internet yang cepat.

Belajar Bersama Dilan (Digital Learning)

Dilan adalah program pengembangan kompetensi pegawai berbentuk kerja sama dengan berbagai penyedia konten pembelajaran (vendor) atau Massive Open Online Course (MOOC). MOOC memungkinkan partisipasi tak terbatas bagi para penggunanya. Metode pembelajarannya mengkombinasikan berbagai sumber, termasuk video, dokumen, dan teks. MOOC juga menyediakan forum pengguna interaktif yang membantu dalam membangun komunitas antara instruktur dan pembelajar.

Saat ini Dilan sudah bekerja sama dengan MOOC lokal yaitu Indonesia X dan Mooc berskala internasional, Udemy. Melalui dua kerja sama ini, para pegawai Kemensetneg dapat menikmati berbagai macam tema atau sejumlah kategori courses yang sudah dikurasi sebelumnya.

 

Pembelajaran metode Dilan dapat diakses melalui browser dengan menggunakan alamat masing-masing https://www.indonesiax.co.id dan https://setneg.udemy.com. Keduanya juga dapat diakses melalui aplikasi mobile-nya, Indonesia X dan Udemy for Government yang dapat dapat diunduh di Play Store (Android) ataupun Apps Store (iOS).

Program Dilan juga memberikan hak untuk mengikuti Study Day bagi pegawai Kemensetneg. Study Day adalah kesempatan belajar pada jam kerja paling sedikit selama 4 JP atau setara dengan 180 menit (3 jam) dalam tiap-tiap bulan. Kebijakan ini mempertimbangkan kebutuhan konsentrasi peserta dalam menyelesaikan course yang diambil.

 

Dilan juga memiliki karakteristik seperti game (permainan) karena menerapkan pendekatan gamifikasi dengan tujuan meningkatkan interaktivitas pengguna dan menimbulkan semangat kompetitif. Setiap peserta pelatihan akan diberikan misi yang disebut Setneg Dilan Mission. Dalam tiap-tiap misi yang diselesaikan sesuai tenggat waktu, para peserta akan diberikan poin secara transparan, fair, dan proporsional. Peserta juga dapat mengetahui perolehan poin dengan mengakses papan peringkat (leaderboard) pada aplikasi PINTAR (https://pintar.setneg.go.id).

Belajar dengan Milea (Microlearning)

Milea dikembangkan oleh Tim Pusdiklat pada Tahun 2019. Berbeda dengan Dilan yang merupakan aktivitas pembelajaran yang memiliki urutan antar materi dalam pelatihan tertentu, Milea dikemas secara padat, singkat, dan menarik bagi pengguna (user). Aktivitas pembelajaran yang singkat yaitu sekitar 3-10 menit dirancang agar para pegawai dapat memperoleh pengetahuan dan keahlian yang langsung dapat dipahami dan dipraktikkan. Materi ini disampaikan oleh berbagai narasumber dan pengajar ahli.

Materi pada program Milea juga bersifat terbuka dan tidak terbatas karena tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja (para pegawai Kemensetneg) tetapi juga untuk kalangan umum. Materi dapat diakses dengan login ke alamat https://pintar.setneg.go.id, dengan menggunakan username dan password yang dimiliki oleh setiap pegawai Kemensetneg dan dengan login melalui akun Google untuk masyarakat umum.

Dilan dan Milea mampu mewujudkan pembelajaran yang tidak terbatas. Pembelajaran yang sebelumnya hanya bersifat klasikal kini dapat hadir secara virtual sehingga pengembangan kompetensi mampu dinikmati oleh seluruh pegawai di Kemensetneg. (Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0