Siaran Pers: Konsolidasikan Pengelolaan TMII yang Lebih Baik ke Depan, Kemensetneg Selenggarakan Pertemuan Perdana dengan PT TWC dan Pegawai TMII

 
bagikan berita ke :

Jumat, 02 Juli 2021
Di baca 138 kali

Siaran Pers:08/SP/VII/Humas/2021

 

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama bersama Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono memberikan arahan internal dalam rapat konsolidasi kepengelolaan baru TMII kepada perwakilan jajaran pegawai TMII di Ruang Rapat Nusantara Gedung Pengelola TMII, Jakarta dan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Jumat (2/7/2021).

 

Acara dihadiri oleh direksi PT TWC serta jajaran manajemen, serta mantan direksi TMII sebagai wujud kolaborasi sekaligus sebagai ajang perkenalan untuk membangun komitmen bersama (taking ownership), menyatukan visi yang akan diterapkan dalam kepengelolaan TMII yang yang lebih baik ke depan.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara menegaskan bahwa per tanggal 1 Juli 2021 Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) secara resmi telah melakukan kerja sama pengelolaan TMII dengan PT TWC dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Hal ini berdasarkan berbagai masukan serta pertimbangan, di antaranya dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

“Tanggal 1 Juli 2021 menandakan babak baru dimulainya pengelolaan TMII oleh PT TWC sekaligus menandai berakhirnya kerja direksi TMII yang lama. Terkait dengan status pegawai, sesuai dengan Perpres 19 Tahun 2021 masih dapat dipekerjakan kembali dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku pada BUMN,” ujar  Setya Utama.

 

Lebih lanjut Setya Utama mengingatkan kepada pengelola TMII yang baru agar selalu profesional dan proper dalam mengelola TMII. Destinasi wisata seluas 146,7 hektar itu harus bisa dinikmati semua kalangan masyarakat dan bermanfaat bagi negara.

 

“Bahwa ke depan tentu saja PT TWC sudah memiliki konsep desain pengembangan TMII yang mengacu pada Perpres 19 Tahun 2021, utamanya dalam mentranformasi TMII sebagai kawasan terbaik untuk menikmati budaya dari beragam daerah di Indonesia, tetap berperan dalam melestarikan budaya bangsa, serta TMII bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan lebih bermanfaat bagi negara,” ungkap Setya Utama.

 

Dipercayakannya pengelolaan TMII oleh Negara melalui Kemensetneg kepada PT TWC merupakan langkah besar dan momentum untuk menjaga destinasi yang diresmikan pada tanggal 20 April 1975 ini agar dapat memberikan manfaat bagi pelestarian budaya bangsa dan memperkokoh NKRI.

 

“Kita memilih PT TWC sebagai BUMN untuk mengelola TMII, bukan kepada korporasi swasta yang mungkin menjanjikan keuntungan lebih besar karena kita tidak berorientasi mengeruk keuntungan semata. Misi kita lebih kepada upaya menjaga dan tetap melestarikan budaya melalui pariwisata yang telah menjadi ‘trademark’-nya TMII,” lanjutnya.

 

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam membangun TMII lebih baik. Dirinya mengatakan bahwa membangun TMII memerlukan dukungan semua pihak agar menjadi kebanggaan bersama.

 

“Kami sampaikan kepada Kemensetneg, bahwa TMII harus dikembangkan secara gotong royong. TMII ini harus menjadi kebanggaan semua. Harus mampu meneruskan kepentingan nasional. Tentunya kami sangat berharap kita bisa segera bergerak bersama dan memilih format yang tepat agar cita-cita agar TMII sebagai instalasi budaya Indonesia bisa tercapai,” terang Edy.

 

Pimpinan PT TWC ini menerangkan bahwa amanat yang diberikan kepada negara selaku pemilik aset, memiliki tantangan tersendiri. Diperlukan kesungguhan serta komitmen yang kuat untuk membangun dan mendapatkan manfaat di dalamnya. Edy Setijono juga mengajak para stakeholders TMII untuk mengembangkan pola kerja yang profesional melalui penerapan Good Corporate Governance atau GCG. Hal ini dibuktikan dengan kinerja PT TWC yang melesat jauh setelah penerapan GCG dalam pola kerjanya.

 

“Dalam lima tahun kami mampu mengakselerasi sales perusahaan sebesar 300%. Karena ada komitmen, ada kesungguhan, ada suatu tahapan bahwa GCG ini perlu karena GCG ini pastinya akan memudahkan proses kerja kita. Tahapan jelas. Semua prosedur lebih jelas. Penerapan pola bekerja ini menjadi program utama untuk membuat sistem manajemen yang bagus,” pungkasnya.

 

PT TWC mengajak seluruh stakeholders khususnya para karyawan untuk turut terlibat dalam kreatifitas-kreatifitas yang bertanggung jawab dan bergerak bersama selaras dengan misi dan amanah pengembangan dalam mewujudkan cita-cita TMII sebagai representasi keragaman dan kekayaan potensi bangsa Indonesia yang dapat memikat para insan global untuk berkunjung ke Indonesia.

 

Jakarta, 2 Juli 2021
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sekretariat Negara
 



Eddy Cahyono Sugiarto


Telp./Fax. 021 3849065

humas@setneg.go.id
Twitter: @KemensetnegRI
Instagram: @kemensetneg.ri
Facebook: @Kementerian Sekretariat Negara RI
Youtube: Kementerian Sekretariat Negara RI
Situs: www.setneg.go.id

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0