Jakarta: Pemerintah dan rakyat Swiss menyampaikan bantuan senilai 400.000 Dolar AS dalam bentuk makanan dan obat – obatan yang diberikan melalui PMI, dan juga alat pengolah air bersih yang diberikan kepada korban banjir di wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat.

"> Jakarta: Pemerintah dan rakyat Swiss menyampaikan bantuan senilai 400.000 Dolar AS dalam bentuk makanan dan obat – obatan yang diberikan melalui PMI, dan juga alat pengolah air bersih yang diberikan kepada korban banjir di wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat.

"> Jakarta: Pemerintah dan rakyat Swiss menyampaikan bantuan senilai 400.000 Dolar AS dalam bentuk makanan dan obat – obatan yang diberikan melalui PMI, dan juga alat pengolah air bersih yang diberikan kepada korban banjir di wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat.

">

Swiss Bantu 400 Ribu Dolar AS untuk Korban Banjir

 
bagikan berita ke :

Jumat, 09 Februari 2007
Di baca 862 kali

“ Pertama – tama saya ingin menyampaikan solidaritas kami dan simpati dari pemerintah Swiss dan masyarakat Swiss, atas banjir yang melanda Jakarta yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan material yang tidak sedikit. Pemerintah Swiss memutuskan untuk ikut berkontribusi dengan memberikan bantuan senilai 400.000 Dolar AS dalam bentuk makanan dan obat – obatan melalui badan – badan swasta dan Palang Merah, dan water treatment untuk daerah Rawa Buaya, Jakarta Barat, “ kata Presiden Swiss, Micheline Calmy-Rey dalam konferensi pers bersama Presiden SBY di Istana Merdeka, Kamis (8/2) siang.

“ Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas undangan Indonesia dan sambutannya. Swiss dan Indonesia memiliki hubungan yang baik dan dekat. Indonesia adalah negara yang penting bagi Swiss, kami memiliki kesamaan dan kami memutuskan untuk mengintensifkan hubungan bilateral, “ katanya lagi.

“ Di bidang ekonomi menunjukan pertumbuhan, dan masih ada kapasitas untuk peningkatan lagi yang lebih baik. Total investasi Swiss saat ini di Indonesia adalah 3 Milyar Dolar AS. Swiss adalah salah satu investor pertama di Indonesia. Ada 75 perusahaan Swiss di Indonesia yang mempekerjakan 60,000 tenaga kerja Indonesia, “ lanjutnya

Perdagangan menjadi salah satu fokus, karena ada potensi pertumbuhan, dalam konteks ini kami mendiskusikan kemungkinan adanya kesepakatan mengenai free trade agreement antara Indonesia dan Swiss. “ Kami meyakini bahwa negosiasi mengenai agreement itu adalah sebuah langkah penting untuk mendorong dan memperluas kerjasama ekonomi antara kedua negara.

Kerjasama bidang mutual legal assistance juga diyakini Presiden Calmy-Rey akan bisa dilakukan dengan lebih baik dan lebih dekat. “Kami juga setuju bahwa dalam bidang mutual legal assistance ini kita bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi dan kita akan bekerjasama dengan lebih dekat dalam masalah asset recovery. Saya kira Swiss sejauh ini satu – satunya negara yang bisa memproses restitute and sub stolen asset dalam kasus Nigeria sebesar 750 juta Dolar AS, dan dalam kasus Marcos 500.000 Dolar AS . Kami sangat aktif dalam restitusi ( pengembalian barang yang dicuri kepada pemiliknya - red), “ kata Presiden Calmy-Rey. 

 

Sumber : http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/02/08/1560.html

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0