Pengantar Presiden - Ratas tentang Tata Niaga Industri Tekstil..., Jakarta, 6 Desember 2016

 
bagikan berita ke :

Jumat, 06 Januari 2017
Di baca 25 kali

PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

RAPAT TERBATAS KABINET KERJA TENTANG TATA NIAGA

INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL

KANTOR PRESIDEN, JAKARTA

6 DESEMBER 2016




Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,


Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,


Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan industri padat karya yang mampu menyerap banyak sumber daya manusia. Bahkan, industri ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor distribusi dan perdagangan, seperti kita lihat di Tanah Abang atau maraknya sentra-sentra fashion di tanah air.


Saya melihat negara-negara industri, utamanya di Asia seperti Jepang, China, Korea Selatan, mengawali revitalisasi menuju negara industri dengan mengembangkan manufaktur tekstil dan produk tekstil (TPT).


Namun, saya memperoleh informasi bahwa industri tekstil dan produk tekstil kita terus mengalami penurunan. Ekspor TPT dari bulan Januari sampai Oktober 2016 turun 4,3% dibanding periode yang sama 2015.


Penurunan itu sejalan dengan kondisi pasar ekspor TPT Indonesia di dunia yang terus menurun. Dari 2,13% di tahun 2001, menjadi 1,56% di tahun 2015.


Kita masih kalah dibanding Vietnam dan Bangladesh yang masing-masing menguasai 3,62% dan 4,05% pangsa pasar TPT dunia.


Sementara itu, industri TPT kita juga belum mampu menguasai pasar domestik karena serbuan produk impor dari luar, yang seringkali masuk melalui praktik-praktik impor ilegal dengan modus impor borongan atau rembesan dari kawasan berikat serta impor pakaian bekas dan pemalsuan nomor HS.


Untuk itu, saya minta seluruh kementerian terkait untuk melakukan langkah-langkah terobosan dalam mengatasi permasalahan yang ada di industri TPT kita. Harus terus diupayakan kebijakan yang mendukung industri TPT dalam negeri sehingga lebih kompetitif.


Juga kebijakan penurunan harga gas untuk keperluan industri ini segera diimplementasikan karena harga gas memiliki kontribusi signifikan di sisi hulu industri TPT.


Dan juga permudah prosedur importasi bahan baku produksi yang berorientasi ekspor. Buat proses-proses importasi bahan baku TPT menjadi lebih sederhana dan juga tidak mempersulit kegiatan dunia usaha di bidang ini.


Terkait dengan pasar global, saat ini kita masih kalah dengan Vietnam di pasar Eropa dan Amerika karena kita masih dikenakan tarif 5%-20%, sedangkan Vietnam 0%.


Untuk itu, saya minta dilakukan terobosan dalam negosiasi kerja sama perdagangan dengan negara-negara tujuan ekspor, termasuk keterlibatan kita dalam kerja sama perdagangan di berbagai kawasan.


Terakhir, yang berkaitan dengan penyelundupan ballpress dan importasi ilegal. Saya minta Bakamla, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Ditjen Bea dan Cukai, Kepolisian memperkuat sinergi untuk mengatasi permasalahan ini.


Dan saya kira permasalahan ini juga sudah jelas. Tinggal bagaimana langkah-langkah pencegahan dan langkah-langkah pemberantasannya di lapangan.


Demikian sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Silakan Pak Menko atau Pak Menteri.


(Acara dilanjutkan secara tertutup)

*****

Biro Pers, Media dan Informasi

Sekretariat Presiden