58 Tahun GBK, Transformasi dan Inovasi

 
bagikan berita ke :

Sabtu, 03 Oktober 2020
Di baca 589 kali

Kamis, 24 September 2020 lalu, Gelora Bung Karno (GBK) genap berusia 58 tahun. Di usianya yang sudah lebih setengah abad ini, banyak sekali cerita yang dapat dikulik dari sejarah panjang GBK. Diawali saat Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno menetapkan lokasi kawasan olahraga GBK untuk menyambut Asian Games ke-4 tahun 1962. Ini adalah kali pertama kawasan olahraga Indonesia menjadi tempat perhelatan olahraga berskala internasional. Disusul kemudian dengan penyelenggaraan event Games of the New Emerging Forces (Ganefo) ke-1 pada tahun 1963. Kembali menorehkan sejarah, Indonesia sekali lagi menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games ke-18 dan Asian Paragames ke-3 pada tahun 2018.

Kawasan olahraga terbesar milik Indonesia ini memang sangat menarik. Dengan luas wilayah mencapai 279 hektar, kawasan GBK tidak hanya menjadi kawasan olahraga tetapi juga menjadi kawasan bisnis, rekreasi, pariwisata, dan pemerintahan. Meskipun berlokasi di tengah kota, kawasan GBK bahkan memiliki banyak ruang terbuka hijau (RTH) yang luasnya mencapai lebih dari 100 hektar.

Ket: Salah satu ruang terbuka hijau di Kompleks GBK (Foto: PPKGBK)

 

Sarat Prestasi

Berbagai prestasi pun sudah banyak ditorehkan oleh GBK. Pada bulan Mei 2020, Asian Football Confederation (AFC) menobatkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai Stadion Termegah di Asia Tenggara melalui voting di website resmi AFC. Dua bulan kemudian, GBK juga dinobatkan sebagai Aset Termahal Negara oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan. Sejumlah penghargaan lainnya juga pernah diterima oleh GBK atas keberhasilannya dalam melakukan tata kelola GBK, di antaranya Penghargaan Top 99 Inovasi Publik yang dianugerahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di tahun 2018 dan 2019.

Ket: Prestasi PPKGBK pada Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Ke-6 Tahun 2019 (foto: PPKGBK)

Pencapaian GBK ini adalah bukti keberhasilan transformasi dan upaya-upaya perubahan yang dilakukan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) GBK dalam meningkatkan kepuasan masyarakat atas layanan GBK. GBK memiliki visi yaitu menjadikan kawasan GBK sebagai kawasan olahraga terintegrasi yang modern, ramah lingkungan, dan unggul di dunia. Hal ini ditegaskan Direktur Utama PPKGBK, Winarto, pada saat wawanca dengan Tim Space (Setneg Punya Cerita), pada hari Kamis, 1 Oktober 2020, bahwa GBK tidak hanya sebatas menjadi tempat olahraga yang paling lengkap, tetapi juga terintegrasi, dan unggul di tingkat dunia.

Strategi Transformasi

Winarto sempat menceritakan masa-masa awal menjabat sebagai Direktur Utama PPKGBK. Saat dilantik sebagai Dirut PPKGBK pada 5 Januari 2016 silam, sejumlah agenda rapat bersama PUPR untuk membahas tentang persiapan Asian Games sudah menanti. Rapat tersebut menjadi wadah diskusi dan pembahasan tentang upaya apa saja yang harus dilakukan dalam rangka mentransformasi GBK dalam dua tahun ini.

Ibarat medan pertempuran, Winarto harus cepat mempelajari kawasan GBK untuk mengindentifikasi hal-hal yang perlu ditransformasi. Setidaknya ada dua hal yang perlu mendapatkan fokus pembenahan yaitu fisik dan yang kedua adalah manajemennya.

Transformasi fisik yang dilakukan GBK meliputi pembenahan kawasan GBK dari pedagang kaki lima dan pedagang tanaman kaki lima yang berada di jalan Gerbang Pemuda dan jalan Asia Afrika. Selain itu, pembenahan fisik juga meliputi pungutan parkir liar yang terjadi di kawasan GBK dan pengelolaan tempat cabang olahraga. Kondisi fisik yang tidak tertib akan mempengaruhi citra (image) dari kawasan GBK. Pembenahan dilakukan dengan menjalin komunikasi yang intens agar tidak terjadi kegaduhan. PPKGBK juga merangkul para pedagang ini dengan memberikan skema penawaran kerja di area GBK.

Ket: Digital Signage untuk mengetahui slot parkir di Kompleks GBK (Foto: PPKGBK)

Winarto yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol juga melakukan soft transformation pada manajemen Sumber Daya Manusia PPKGBK. Pada tahun 2016, komposisi pegawai PPKGBK lebih didominasi oleh usia di atas 50-an tahun, sekitar 60%. Kemudian PPKGBK melakukan rekrutmen untuk SDM berusia muda, secara bertahap dari tahun 2016 akhir hingga 2018. Transformasi dilakukan tanpa menambah total jumlah pegawai karena yang dilakukan hanya shifting komposisinya saja. Hal ini dimungkinkan karena setiap tahunnya ada sejumlah pegawai yang memasuki usia senja. Selain itu, PPKGBK juga sudah menyiapkan semua tolok ukur keberhasilan kerja dan e-procurement yang semuanya dilakukan secara digital sehingga datanya valid.

Tata Kelola yang Baik Terus Dikembangkan

Selain transformasi manajemen terkait manusia, aspek lain yang menjadi fokus GBK adalah sistem untuk tata kelola yang baik. GBK telah banyak mengembangkan inovasi dalam rangka perbaikan pelayanan terhadap masyarakat. Inovasi terkini yang diluncurkan oleh GBK adalah GBK Smart Field System bersamaan dengan ulang tahun ke-58 GBK. Inovasi ini merupakan bentuk pengendalian penggunaan lapangan yang dilakukan secara otomatis dan terintegrasi dengan online booking system.

Winarto menambahkan jika penyewa yang datang ke salah satu venue belum melakukan pembayaran dan mencoba menggunakan fasilitas maka lampu penerangan di venue tersebut tidak dapat menyala. Apabila pembayaran telah dilakukan, penyewa akan mendapatkan QR Code yang dapat di-scan pada saat masuk ke venue dan baru lampu penerangan dapat menyala. Jika batas waktu penggunaan venue telah habis, maka lampu penerangan akan otomatis mati.

Ket: Penerapan Smart Field System di fasilitas venue GBK (Foto: PPKGBK)

Sistem sensor ini juga diterapkan pada venue outdoor seperti lapangan. Area lapangan dipasangi kamera bersensor yang dapat menangkap gerakan yang kemudian akan dihubungkan dengan payment system. Apabila sudah dilakukan pembayaran maka lapangan dapat terus digunakan. Namun, jika belum ada pembayaran makan alarm akan berbunyi dan memberikan peringatan.

Terobosan dalam tata kelola sistem sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2017. Salah satunya yaitu dengan disediakannya online booking system bagi para penyewa venue. Masyarakat hanya tinggal mengakses website reservation.gbk.id untuk memilih dan menyewa venue sekaligus melakukan pembayaran secara online (cashless). Inovasi ini kini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas chatting melalui aplikasi Whatsapp. Semua pertanyaan akan dijawab secara realtime oleh fitur ini karena sudah tersedia FAQ (Frequently Ask Questions). Winarto menambahkan bahwa Inovasi-inovasi tersebut jika sudah saling terkoneksi akan lebih meringankan pekerjaan, memudahkan pengawasan, dan tentunya memberikan nilai lebih dalam aspek pelayanan kepada pengguna GBK.

Winarto juga memahami bahwa PPKGBK juga memiliki tanggung jawab besar sebagai pengelola aset negara. Kawasan GBK sendiri terdiri atas 53% kawasan olahraga, 24% digunakan untuk kawasan pemerintahan, dan 23% adalah kawasan kemitraan komersial. Tahun 2016, mitra komersial menjadi andalan income GBK yang mencapai lebih dari 50%. Namun, persentase mitra bisnis dalam komposisi income berkurang karena sudah didominasi dari revenue venue-venue GBK. Secara garis besar, target revenue sudah terlampaui selama 2016-2019 walaupun GBK sempat tutup selama dua tahun untuk proses renovasi.

Upaya tata kelola aset negara juga menjadi fokus transformasi PPKGBK sejak tahun 2016. Tujuannya untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan aset negara sehingga meningkatkan penerimaan negara. PPKGBK telah melakukan penertiban dan penyelesaian masalah aset dengan para mitra berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan atas dukungan dari DPR RI.

Sejak tahun 2016 telah dijalin komunikasi yang lebih intensif dengan para mitra PPKGBK, dengan pendekatan yang lebih soft untuk mengoptimalkan kerja sama. Pendekatan tersebut sebagian besar berhasil dan sebagian masih terus diupayakan penyelesaiannya. Ada pula yang kemudian dihentikan kerjasamanya dan dikelola sendiri oleh PPKGBK.

Ket: Tim Satgas Covid-19 memastikan penerapan protokol kesehatan di Kompleks GBK (Foto: PPKGBK)

Sebagai pengelola aset pemerintah, satu hal yang harus diperhatikan adalah memberikan manfaat baik terhadap keuangan maupun terhadap lingkungan (estetika). Oleh karena itu, menghadapi pandemi covid-19, PPKGBK tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Winarto juga mengajak semua jajaran GBK, mitra GBK, dan masyarakat untuk terus mendukung GBK dengan aktif menjaga GBK sebagai kawasan olahraga yang bersih, rapi, dan terjaga sehingga tetap menjadi kebanggan bangsa. Tentu saja, semua pemangku kepentingan juga diharapkan ikut serta melakukan transformasi bersama GBK sehingga GBK menjadi lebih baik dan semakin baik setiap harinya. (Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
1           0           0           0           0