Arahan Presiden RI pd Presidential Lecture & Pelepasan Penerima Beasiswa, di Sentul, tgl.15 Okt 2014
ARAHAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
PRESIDENTIAL LECTURE DAN PELEPASAN
PENERIMA BEASISWA PRESIDEN RI ANGKATAN PERTAMA
DI PUSAT MISI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN TENTARA NASIONAL INDONESIA (PMPP TNI), KAWASAN INDONESIA PEACE AND SECURITY CENTER (IPSC) SENTUL, JAWA BARAT
TANGGAL 15 OKTOBER 2014
Â
Â
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati, Menteri Keuangan dan Menteri Pertahanan,
Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara,
Gubernur Jawa Barat,
Para Undangan, khususnya para Duta Bangsa Putra-Putri terbaik bangsa, yang akan mengemban tugas, tugas belajar ke luar negeri yang kelak semua yang diperoleh itu diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta, yang semuanya saya cintai dan saya banggakan,
Alhamdulillah, hari ini, hari yang istimewa dan bersejarah karena untuk pertama kalinya putra-putri terbaik bangsa terpilih akan segera berangkat untuk mengemban tugas, tugas negara, yang sekali lagi, kelak akan melanjutkan baktinya kepada negara tercinta.
Saya mengawalinya dengan mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para menteri terkait, para pejabat terkait, yang telah melakukan seleksi dari sekian ribu anak-anak Indonesia, kemudian tersaring dan terpilih 109 yang siap untuk melaksanakan studi di luar negeri, di universitas-universitas terbaik di dunia.
Juga terima kasih saya, saya sampaikan kepada semua yang telah mempersiapkan mereka dalam program leadership training yang tadi sama-sama kita saksikan tayangannya. Semua harus mengetahui bahwa cita-cita besar bangsa kita adalah kita ingin di abad ke-21 ini Indonesia menjadi negara maju. Masih ada 85 tahun ke depan untuk kita menjadi negara maju, developed country, developed nation, meskipun tidak harus menunggu 85 tahun mendatang.
Kita juga ingin, setelah 100 tahun merdeka, satu abad kemerdekaan, yaitu tahun 2045, Indonesia yang kita cintai ini adalah Indonesia yang jauh lebih maju dibandingkan dengan 1945 dan juga dibandingkan dengan tahun 2014 sekarang ini. Lebih maju dalam arti Indonesia yang memiliki ekonomi yang kuat, adil, dan berkelanjutan, strong, just and sustainable economy. Itu yang pertama.
Lebih maju dalam arti kita juga ingin memiliki demokrasi yang kuat dan stabil, a strong and stable democracy. Lebih maju dalam arti peradaban kita juga terus maju dan berkembang sehingga membawa keunggulan dan daya saing bangsa, more advanced civilization. Ingat, di tempat ini, mengawali tugas besar kalian, kalian dipersiapkan oleh negara untuk menyongsong dan ikut mencapai tujuan besar kita, tahun 2045 Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Sekali lagi, strong, just, and sustainable economy, strong and stable democracy, dan more advanced civilization. Berarti kalian punya waktu 30 tahun.
Saya berharap 30 tahun yang akan datang, atau bahkan lebih cepat dari waktu itu, di antara penerima Beasiswa Presiden Republik Indonesia, ada yang berdiri di mimbar ini, atau menjadi menteri, atau menjadi gubernur, dan menjadi pemimpin dan tokoh-tokoh, baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.
Insya Allah, Tuhan akan mengabulkan permohonan kita. Saya berbicara dengan penerima beasiswa hari ini, tetapi saya berharap nantinya yang saya ajak bicara hari ini akan menjadi leaders, managers, thinkers, planners, developers yang benar-benar membawa bangsa kita menuju Indonesia yang jauh lebih maju pada tahun 2045 dan Indonesia menjadi negara maju, the real developed country pada abad ke-21 ini.
Itulah makna dari program Presidential Scholarship, itulah makna mengapa kita pilih the best universities around the world di mana kalian akan melanjutkan studi untuk meraih gelar master dan Ph.D atau doktor di berbagai disiplin ilmu di universitas-universtias terkemuka di dunia.
Dengan penjelasan singkat ini, saya kira para Penerima beasiswa mengerti betul apa yang mesti dipersiapkan. Mempersiapkan masyarakat Indonesia, mempersiapkan bangsa Indonesia, mempersiapkan Pemerintah Indonesia, mempersiapkan orang-seorang, termasuk kalian semua, yang kami semua yang lebih senior mengharapkan untuk ikut mengawaki pembangunan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini.
Seorang pemimpin, leader, bukan hanya seorang yang cerdas, tapi juga seorang yang tangguh, tangguh kepribadiannya, tidak mudah menyerah, ulet, bersedia bekerja keras, berjuang, dan bahkan berkorban, dia yang mencintai bangsa dan negaranya sepenuh hati, memiliki kesetiaan yang tinggi kepada sang Merah Putih, dan tentu dia yang sehat jasmani dan rohaninya.
Oleh karena itulah, diperkenalkan kepada penerima beasiswa ini tentang kecerdasan, ketangguhan, dedikasi, dan kecintaan seorang pemimpin, atau calon-calon pemimpin kepada bangsa dan negaranya.
Dengan tiga agenda besar menuju Indonesia 2045 tadi, maka persiapan Kzalian akan lebih fokus, apa yang mesti dikuasai. Contoh, kalau kita ingin memiliki ekonomi yang kuat, adil, dan berkelanjutan, maka ekonomi kita tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia, human capital.
Orang mengatakan kita punya bonus demografi, benar usia produktif, tetapi kalau bonus demografi ini tidak menjadi sumber daya manusia yang tangguh, yang cerdas, dan yang dedikatif, justru menjadi beban bagi negara itu. Saya kira semua akan memilih tidak menjadi beban, menjadi prime movers, menjadi agents of change and agents of development, menjadi leaders, menjadi managers, menjadi patriot dalam pembangunan kita.
Ekonomi yang kuat juga ditandai dari indutsri yang kuat, pertanian modern, dan sektor jasa. Ekonomi yang kuat juga memiliki kekuatan investasi di berbagai bidang, di seluruh Tanah Air. Ekonomi yang kuat juga ekonomi yang terus tumbuh sehingga menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, yang akhirnya mengurangi kemiskinan.
Ekonomi yang berkelanjutan juga ekonomi yang tidak merusak lingkungan, green growth, sustainable development, dan ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang membawa kemakmuran bagi semua, development for all. Tidak menganga jarak antara the have dengan the have not, semakin dekat, equity.
Oleh karena itulah, kalau saya ringkas dalam satu istilah yang pernah saya perkenalkan dalam Climate Summit di Rio de Janeiro, dua tahun, ulangi, tahun yang lalu, manifesto pembangunan dunia, sebagaimana pula yang menjadi ruh dari hasil High-level Panel of the United Nations yang saya pimpin bersama Perdana Menteri Inggris dan Presiden Liberia, yaitu 2015, saya ulangi, Post-2015 Development Agenda, ruhnya adalah sustainable growth with equtiy, sustainable development, itu jiwanya, itu ruhnya.
Dengan demikian, bagi yang menggeluti ilmu ekonomi dan pembangunan akan paham, begitu luas spektrumnya, begitu terbuka ruang yang tersedia. Pilih, dalami, dan kuasai ilmu atau disiplin itu sehingga kelak jika kembali menjadi leaders, managers, planners, thinkers, maka semua akan menjadi the critical mass yang bisa mengangkat Indonesia kita ke tingkat yang lebih tinggi, lebih tinggi, dan akhirnya terbang membawa bangsa ini menuju negara maju di abad 21 ini.
Demokrasi yang kuat dan stabil, demokrasi yang menghadirkan di satu sisi, freedom, tetapi di sisi lain the rule of law. Kalau hanya freedom, kebebasan, apalagi surplus kebebasan, tetapi defisit rule of law, kita akan menjadi lautan anarki. Tetapi kalau hanya yang diutamakan hanya kepatuhan pada hukum, tidak ada ruang kebebasan, maka demokrasi akan mati.
Marilah kita padukan dua-duanya bagaimana pentingnya liberty and security, kebebasan dan keamanan, jangan didikotomikan, disatukan, dipadukan. Demokrasi seperti itulah demokrasi yang hendak kita bangun dan kita tuju. Demokrasi yang makin matang, consolidated democracy. Demokrasi yang menghadirkan irregularitas, demokrasi yang menghadirkan konstitusionalisme, demokrasi dengan elections yang peaceful, free and fair.
Demokrasi yang menghadirkan partisipasi publik yang tertib. Demokrasi yang menghadirkan freedom of the press and freedom of speech tetapi tetap dalam keteduhan kehidupan politik di negeri ini.
Itulah agenda menuju demokrasi yang kuat dan stabil. Saya klira sudah terbayang kalau ingin memasuki wilayah itu, wilayah politik, wilayah hukum, wilayah demokrasi, wilayah ketatanegaraan, dan hal-hal yang terkait.
Kemudian, di atas segalanya, di samping politik yang kuat, ekonomi yang kuat, sebenarnya kita juga terus membangun peradaban di negeri ini. Bangsa atau masyarakat yang peradabannya tinggi, maju, dan unggul akan menjadi masyarakat dan bangsa yang self-developing, self-generating. Bisa saja masyarakat mengalami krisis, bisa saja ada kegaduhan dalam demokrasi, tetapi jika bangsa itu sudah civilized, sudah memiliki peradaban yang tinggi, ditandai dengan penguasaan ilmu pengetaghuan yang tinggi, masyarakatnya menjadi learning society, reading society, information society, ditambah dengan values, culture, termasuk behaviour yang kuat, unggul, berakhlak, dan mulia, maka keseluruhan, keseluruhan peradaban bangsa itulah yang bisa membikin negara kita akan terus maju, unstoppable, menuju masa depan yang kita cita-citakan, negara yang maju, adil, dan sejahtera. Jadi building great and advanced civilization adalah justru pilar dari semua pilar yang ada.
Saya katakan tadi, karena di sini hadir para Penerima beasiswa dari jajaran TNI dan Polri, bahwa ekonomi kita bisa tumbuh maju manakala kondisi bangsa ini kondusif untuk itu. Kita bisa mempertahankan keutuhan wilayah, bisa menjaga kedaulatan negara terhadap ancaman dari manapun datangnya. Jajaran kepolisian bisa menjaga public security, bisa menegakkan law and order, bisa memberikan proteksi kepada masyarakat luas. Itulah wilayah defence and security yang juga akan menjanjikan pertumbuhan ekonomi, yang pertumbuhan ekonomi itu pastilah akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Begitu komprehensifnya, begitu padunya semua agenda nasional yang mesti dijalankan oleh negara ini sekarang dan ke depan, menuju, sekali lagi, negara yang makin maju pada tahun 2045 dan negara maju di abad 21 ini.
Itulah yang ingin saya sampaikan, selebihnya sudah bisa dielaborasi. Kalian adalah putra-putri terbaik bangsa, cerdas, berwawasan luas, memiliki kepribadian atau integritas, kepribadian yang baik, memiliki semangat untuk berbakti kepada negara dan memiliki cita-cita untuk doing the best.
Oleh karena itu, dengan pembekalan, pencerahan, dan pengarahan singkat tadi, saya yakini Kalian semua akan bisa mengemban tugas dengan baik. Meskipun ini hari-hari terakhir bagi saya untuk mengemban amanah memimpin negeri tercinta ini, tapi mewakili para pemimpin, kakak-kakak Kalian semua para senior, selamat berjuang, selamat melaksanakan studi, dan kami tunggu bakti kalian, 10, 20, 30, tahun mendatang menjadi pemimpin-pemimpin di negara ini.
Terima kasih, terima kasih, sukses selalu, Tuhan bersama kita.
Â
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Â
Â
Asisten Deputi Naskah dan Penerjemahan,
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan,
Kementerian Sekretariat Negara RI