Sambutan Presiden pada Peninjauan Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih

 
bagikan berita ke :

Sabtu, 09 Mei 2026
Di baca 10 kali

di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Leato Selatan, Kabupaten Dumboraya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,

Syalom,
Salve,

Om swastiastu,
Namo Buddhaya. 

Bapak-bapak sekalian, Ibu-ibu sekalian yang saya hormati dan yang saya cintai;
Bapak Gubernur, Bapak Wali Kota, para Bupati yang hadir, Pak Fadel (Muhammad) mantan gubernur (Gorontalo);
Saudara-saudara sekalian.

Hari ini, saya berkesempatan mampir di Gorontalo. Saya mau lihat adanya kampung nelayan. Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah dirintis, dibangun di Gorontalo ini, dan saya lihat tadi, sudah ada [mesin] pembuat es di sini, sudah ada gudang pendingin, beberapa fasilitas. Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia. Kita ingin semua nelayan di Indonesia, kehidupannya tambah baik, penghasilannya harus tambah, karena para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa kita. Peran nelayan adalah menghasilkan protein, menghasilkan ikan. Ini sangat penting, dan juga dunia sekarang sangat memerlukan ikan, protein.

Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. Blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia Yang Mahakuasa. Kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi. Menteri Kelautan dan Perikanan Pak Trenggono, Pak Sakti Wahyu Trenggono, ikut saya. Tadi kita dari Miangas, kita akan segera bangun juga desa nelayan di situ. Juga, saya ditemenin Menteri Luar Negeri, kita baru saja dari Filipina menghadiri KTT ASEAN.

Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar. Dan, para nelayan yang punya jasa besar dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita. Kita, tahun ini, kita akan bangun, kita akan resmikan desa nelayan, kampung nelayan seperti ini. Totalnya tahun ini 1.386 (kampung nelayan). Dan, tahun depan kita akan bangun lagi. Berapa tahun depan? Seribu. Dan, seterusnya kita akan bangun tiap tahun, seribu, seribu, seribu. Kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan, ya. Ini pekerjaan besar, tapi kita bangsa yang berani.

Saya sering diejek, Prabowo ini, ini, Prabowo itu, tapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat, kita tidak ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik. Kita akan bangun mulai tahun ini, 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu. Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur, apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30, nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada yang kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil, ya. Terima kasih.

Cukup ya, dari saya? Cukup? Apa? Lagi? Lanjut? Apa lagi yang harus saya bicara? Ha? Bagaimana di Gorontalo, MBG (Makan Bergizi Gratis) sudah ada di sekolah-sekolah? Sudah? Ha? Ha? Ada yang belum? Ada yang belum? Iya, nanti yang belum, dicatat, ya. Segera kita, kita segera. Pokoknya tahun ini, semua sekolah yang merasa perlu, akan kita berikan MBG. Semuanya. Yang tidak perlu, enggak apa-apa. Iya, kan? Iya, kan? Kalau anak-anak orang kaya, enggak perlu, enggak apa-apa. Benar? Iya, kan? Enggak dipaksa. Tapi kita ingin anak-anak kita kuat. Kita ingin anak-anak kita semangat. Kita ingin anak-anak kita pintar. Kita ingin anak-anak rajin belajar. Betul?

Gimana, Wali Kota, Bupati? Sekolah-sekolah di Gorontalo sudah terima layar [digital] pintar? Sudah? Iya. Satu. Tapi, mulai tahun ini, tiap sekolah akan terima tiga [layar pintar]. Berarti, saya berharap akhir tahun ini, tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar, yang disebut layar pintar. Karena dia memang pintar. Kita bisa gunakan interaktif. Tahun depan kita tambah lagi. Nantinya, semua ruang kelas akan punya layar-layar pintar itu, Saudara-saudara, ya. Yang nantinya guru-guru di tempat yang sulit, dia bisa dibantu dari pusat, pelajarannya, tambahan, silabusnya, bantuan-bantuan, bahan, kita bisa langsung. Waktu yang real, real time, kita akan bisa, dan kita bisa monitor semua kelas di seluruh Indonesia, bisa kita monitor dari Jakarta. Jadi kalau ada guru-guru yang enggak masuk, kita bisa lihat, mana guru yang tidak masuk.

Ya, pendidikan sangat penting untuk anak-anak kita. Kita akan bangun seluruh negara. Kita berada dalam keadaan kuat. Banyak negara panik, kita tidak panik. Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita swasembada BBM. Kita tidak akan impor BBM lagi, Saudara-saudara. Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang, kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik, ya. Kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya, maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain, Saudara-saudara.

Saya kira itu dari saya. Terima kasih atas bantuan dan semangat, Saudara-saudara. Terima kasih atas penerimaan Saudara-saudara kepada saya, ya. Semoga Tuhan Yang Mahabesar selalu menyertai Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Saya mengerti, saya mantan tentara. Saya mengerti, nelayan itu menghadapi risiko yang besar. Di laut itu tidak main-main. Cuaca bisa berubah, arus bisa berubah, ya. Saudara mempertaruhkan nyawa untuk mencari makan untuk keluargamu, untuk masyarakatmu, untuk bangsamu. Saya terima kasih. Untuk itu, saya bertekad untuk memperbaiki dan menghormati para nelayan-nelayan kita di seluruh Indonesia, ya.

Para nelayan sering dilupakan. Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasibnya nelayan. Berubah sekarang. Pemerintah sekarang akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia, ya. Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih. Sampai berjumpa kembali, ya. Nanti kalau, kalau tahun depan, kapal-kapalmu lebih bagus, nanti saya diundang ke sini. Saya mau lihat kapal-kapal itu, ya.

Terima kasih.