Belajar Langsung Tentang Pemerintahan, SMPN 73 Jakarta dan UNILA Kunjungi Istana Kepresidenan
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan anak-anak sekolah dan mahasiswa dalam program “Istana Untuk Anak Sekolah”, pada Selasa (23/06/2026). Pada kunjungan kali ini, Kemensetneg menerima dua institusi pendidikan, yaitu SMPN 73 Jakarta sebanyak 325 orang dan Universitas Lampung (Unila) sebanyak 50 orang, di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta.
Dalam kesempatan ini, peserta diajak menyusuri sejumlah area bersejarah di lingkungan Istana Negara dan Istana Merdeka, sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi bangunan, sejarah pendirian, hingga berbagai kegiatan kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Selain itu, para peserta juga diajak masuk ke berbagai ruangan penting, seperti ruang kerja Presiden, ruang rapat, hingga ruang rapat kabinet.
Selain mengunjungi berbagai area di kawasan Istana Kepresidenan, para pelajar dan mahasiswa juga diperkenalkan dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Dijelaskan pula mengenai tugas dan fungsi Pasukan Pengamanan Presiden serta berbagai pakaian dinas khusus yang dikenakan personel Paspampres berdasarkan fungsi dan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan di berbagai kondisi penugasan.
Usai mengikuti rangkaian kunjungan dan berkeliling area Istana, para peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenjang pendidikannya. Pembagian tersebut dilakukan agar setiap peserta mendapatkan materi dan pengalaman yang sesuai dengan tingkat usia serta kebutuhan pembelajaran masing-masing.
Pada pemaparan materi Unila, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto menjelaskan bahwa Kemensetneg dan Sekretariat Kabinet berperan sebagai pendukung utama Presiden dalam menjalankan fungsi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
“Teman-teman tadi telah melihat ruang sidang kabinet, kantor Presiden, dan berbagai fasilitas di lingkungan Istana. Pada dasarnya, tugas kami adalah memastikan seluruh kegiatan Presiden dapat berjalan dengan baik melalui dukungan teknis, administrasi, dan substantif,” ujar Eddy.
Eddy menambahkan, berdasarkan ketentuan terbaru, Kemensetneg juga memiliki fungsi sebagai juru bicara pemerintah. Melalui fungsi tersebut, pemerintah berupaya menyampaikan berbagai kebijakan dan program prioritas kepada masyarakat secara terbuka sekaligus membangun keterlibatan publik dalam proses pelaksanaannya.
“Komunikasi menjadi sangat strategis karena tidak ada kebijakan yang dalam implementasinya langsung sempurna. Melalui komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah sekaligus memberikan masukan untuk perbaikan,” imbuh Eddy.
Pada kesempatan yang sama, Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie mengajak para peserta memahami komunikasi pemerintahan tidak sekadar sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai upaya negara menjelaskan berbagai kebijakan dan program kepada masyarakat.
“Kementerian Sekretariat Negara adalah salah satu tempat di mana keputusan menjadi tindakan. Tindakan itu kemudian harus dijelaskan kepada masyarakat. Di titik itulah komunikasi negara bekerja, bukan sekadar membuat siaran pers, tetapi bagaimana negara menjelaskan apa yang dikerjakannya kepada rakyat,” ujar Fahd.
Menurut Fahd, pengalaman berada langsung di lingkungan Istana Kepresidenan memungkinkan peserta melihat secara nyata bagaimana pemerintahan dijalankan dan berbagai keputusan negara dipersiapkan.
“Kalau selama ini teman-teman membaca tentang negara di buku atau melihatnya di televisi, hari ini teman-teman berada langsung di dalamnya. Negara itu nyata, memiliki ruang kerja, memiliki sistem, dan memiliki orang-orang yang bekerja untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan baik,” sambung Fahd.
Sementara itu, para pelajar SMPN 73 Jakarta juga mendapatkan pendalaman materi oleh Analis Hukum Ahli Madya, Sekretariat Dukungan Kabinet, Elizabeth Dumora Simanjuntak. Elizabeth. Dengan tema “Presiden dan Istana Kepresidenan: Di balik Lahirnya Kebijakan Nasional”, Elizabeth menjelaskan mengenai peran Presiden dan Istana Kepresidenan dalam proses penyusunan hingga lahirnya berbagai kebijakan nasional, serta bagaimana kebijakan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan bangsa.
Melalui kunjungan tersebut, para pelajar dan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diharapkan memberikan inspirasi untuk meraih cita-cita di masa depan. Salah satu guru SMPN 73 Jakarta, Nur Hidayatul Hawa, menyampaikan bahwa program kunjungan istana ini sangat bagus untuk memotivasi anak-anak dalam mendalami jiwa nasionalisme.
“Bagus sekali program ini karena program ini dapat menambah wawasan, pengetahuan, terutama dapat meningkatkan jiwa nasionalisme setelah mereka menatap, melihat, memandang sendiri aura-aura yang ada di ruangan, seluruh ruang yang ada di Istana ini. Sungguh mereka merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dan dapat menanamkan jiwa nasionalisme dengan tepat,” ujar Hawa.
Adanya kegiatan kunjungan istana ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru dan memperkenalkan Istana Kepresidenan kepada generasi muda secara lebih dalam, sehingga mereka bisa menjadikan hal ini sebagai motivasi dan kesadaran bahwa merekalah yang akan menduduki posisi-posisi pemimpin di masa depan. Dengan melihat langsung kantor pemimpin negara, diharapkan para peserta tergerak untuk belajar lebih giat lagi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta memperkuat rasa semangat pengabdian kepada negara. (FID/KHA/ART - Humas Kemensetneg)