Belajar Sejarah dan Penyelenggaraan Pemerintahan, 495 Pelajar Kunjungi Istana Kepresidenan Jakarta

 
bagikan berita ke :

Selasa, 29 September 2026
Di baca 24 kali

Sebanyak 495 pelajar mengikuti program Istana untuk Anak Sekolah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 350 siswa dan guru pendamping dari SMPIT Pluit Raya dan SMK Islam Pluit Raya, Jakarta Utara, serta 145 pelajar Forum OSIS Banten.

Sebelum melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para siswa dari SMPIT Pluit Raya dan SMK Islam Pluit Raya terlebih dahulu diterima di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai penyelenggaraan pemerintahan yang disampaikan oleh Kepala Biro Dukungan Aparatur dan Kelembagaan, Sekretariat Dukungan Kabinet, Dwiyanto, serta Analis Sumber Daya Manusia Ahli Muda pada Biro Dukungan Aparatur dan Kelembagaan, Annisa Azka Nabilah.

Sementara itu, rombongan Forum OSIS Banten diterima di Gedung Krida Bhakti oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Sekretariat Kementerian, Faisal Fahmi. Pada kesempatan tersebut, para pelajar mendapatkan penjelasan mengenai peran Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam mendukung pelaksanaan tugas Presiden dan Wakil Presiden.

Melalui program Istana untuk Anak Sekolah, para pelajar berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah dan fungsi Istana Kepresidenan Jakarta. Selain itu, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penyelenggaraan pemerintahan serta berbagai kegiatan kenegaraan yang berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak melihat sejumlah ruang dan fasilitas penting, antara lain Istana Negara, Istana Merdeka, Kantor Presiden, Ruang Sidang Kabinet, dan Ruang Konferensi Pers. Di setiap lokasi, para pelajar mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan di tempat tersebut.

Tidak hanya mengenal bangunan dan kawasan yang memiliki nilai sejarah, para peserta juga diperkenalkan dengan peran Kemensetneg dalam mendukung pelaksanaan tugas Presiden dan Wakil Presiden. Penjelasan mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg tersebut turut disampaikan melalui pemutaran video profil Kemensetneg yang ditayangkan di Aula Hoegeng dan Gedung Krida Bhakti.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg Faisal Fahmi menjelaskan bahwa Kemensetneg memberikan dukungan teknis, administratif, analisis, serta manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui koordinasi berbagai agenda dan kebutuhan Presiden dan Wakil Presiden dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi Kementerian Sekretariat Negara ini memberikan dukungan teknis, administratif, analisis, dan juga dukungan manajemen kabinet. Semua itu untuk mendukung Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan pemerintahan agar berjalan dengan baik, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Republik Indonesia,” ujar Faisal.

Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami mengenai peran Kemensetneg, Faisal mengibaratkannya seperti air traffic control (ATC) atau menara pengatur lalu lintas udara di bandara. Sebagaimana ATC mengatur pergerakan pesawat agar berlangsung secara terkoordinasi dan aman, Kemensetneg turut menjalankan fungsi koordinasi dalam mendukung berbagai kebutuhan Presiden dan Wakil Presiden sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan secara terpadu.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalurnya edukasi, di mana para siswa aktif berinteraksi dan menggali informasi seputar tata kelola kenegaraan. Kesempatan melihat langsung pusat pengambilan kebijakan tertinggi di Indonesia ini menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa bangga serta rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Raisa, salah satu siswa SMPIT Pluit Raya mengaku senang bisa berkunjung ke istana dan berharap bisa kembali lagi saat dewasa kelak.

“Senang sekali bisa berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta, suasananya bagus dan megah, sebelumnya saya belum pernah. Semoga kelak saya bisa kembali lagi kesini saat sudah dewasa nanti,” ujar Raisa.

Sementara itu, Pembina Himpunan OSIS Banten Muhammad Fadlyllah mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para pelajar untuk mendapatkan pembelajaran secara langsung mengenai sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia.

“Hari ini kami sangat bangga karena mendapatkan kesempatan untuk belajar banyak hal tentang Indonesia. Para pahlawan dan leluhur kita telah berjuang untuk generasi hari ini. Kami pun merasakan bahwa perjuangan itu harus terus dilakukan, salah satunya melalui belajar,” ujar Fadlyllah.

Melalui keberlanjutan program Istana untuk Anak Sekolah, Istana Kepresidenan berkomitmen untuk terus membuka ruang edukasi bagi para pelajar. Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga nilai-nilai persatuan, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa.(FID/YLI-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0