G20 Secercah Harapan di Tengah Badai Global

 
bagikan berita ke :

Selasa, 15 November 2022
Di baca 357 kali

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto (Karo Humas Kemensetneg)

 

Disrupsi yang tengah melanda dunia global akibat dampak  pandemi dan kondisi geopolitik  yang tidak menentu, pasca  konflik  Rusia dan Ukraina telah  mengubah lanskap tata perekonomian dunia, yang ditandai dengan  perekonomian dunia  yang  terganggu akibat supply chain global yang terdampak, munculnya  potensi kerawanan pangan dan energi. Perekonomian global telah memasuki tantangan baru  dengan dinamika tinggi  akibat the perfect storm  dengan ancaman  5C,  Covid-19, konflik Rusia-Ukraina, climate change, commodity prices, dan cost of living.

 

Perkembangan geopolitis dan geostrategis kawasan  serta ancaman badai  global tersebut menjadikan perhelatan akbar G20 sebagai secercah harapan, titik terang ditengah kegelapan sekaligus momentum untuk mempererat kerjasama global, bersatupadu dalam lingkup kesetaraan, utamanya memitigasi perubahan lanskap global, mengingat sebagai forum kerjasama multilateral, G20 akan memainkan peran strategis sebagai refresentasi 19 negara utama dan Uni Eropa (EU), dengan  lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

 

Perhelatan akbar  G20 yang akan mencapai puncaknya pada  15 dan 16 November 2022 sejatinya merupakan akumulasi dari harapan dan kepercayaan dunia internasional terhadap keketuaan Indonesia, yang akan memainkan peran strategis sebagai katalisator membangun semangat solidaritas menggalang komitmen negara maju membantu negara berkembang gotong royong menghadapi terpaan badai global.

 

Keketuaan Indonesia dalam G20 diyakini akan dapat membawa optimisme akan solusi konkret menghadapi permasalahan global yang melanda negara-negara di belahan dunia, untuk tetap bertahan ditengah badai global yang masih mengancam pertumbuhan ekonomi, harga-harga komoditas  internasional,  ketahanan  pangan dan energi yang memerlukan mitigasi bersama,  akibat ketidakpastian dan diperparah konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukan tanda-tanda kapan akan berakhir. 

 

Presidensi Indonesia pada G20 menjadi secercah harapan dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang dengan membangun kerjasama dan kesetaraan, tata kelola dunia yang lebih adil dan berupaya memperkuat solidaritas dunia mengatasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Presidensi Indonesia pada G20 juga merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia. Kepercayaan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.