Hutan Kota GBK, Habitat Baru untuk Spesies Tanaman Langka

 
bagikan berita ke :

Minggu, 21 Maret 2021
Di baca 66 kali

Untuk menghijaukan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) dan menjadikan kawasan GBK ramah lingkungan, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) melakukan penanaman sejumlah pohon yang dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, Minggu (21/3).

Dalam sambutannya, Pratikno mengapresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan penanaman pohon di GBK yang sejalan dengan program pemerintah untuk menghadirkan ruang terbuka publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasinya untuk penanaman pohon ini, karena ini benar-benar sesuai dengan semangat kami (Kementerian Sekretariat Negara) yang mengelola dua BLU (Badan Layanan Umum) yaitu GBK dan Kemayoran,” kata Pratikno yang selajutnya melakukan penanaman pohon secara simbolis.

Pada kesempatan ini Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyampaikan bahwa pohon yang ditanam merupakan sumbangan dari Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5 juga selaku Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia. "Saat itu perjuangan Bung Karno membuat lokasi ini adalah sangat berat. Namun beliau dapat mewujudkan kepada kita semua, saat ini bisa menikmati kawasan GBK yang sangat indah yang mungkin sangat sulit ditemukan di Ibu kota," jelas Risma.


Yasonna Laoly turut menambahkan jika aksi penanaman pohon dilakukan oleh banyak orang, maka kualitas udara di Indonesia akan semakin baik.

Adapun jenis tanaman yang ditanam di Hutan Kota GBK ini adalah tanaman langka, tanaman eksotik dan beberapa jenis tanaman lainnya.

Jenis tanaman eksotik yang ditanam yaitu Baobab (Adansonia Digitata) yang merupakan tanaman eksotik berasal dari Afrika. Tanaman langka yang juga turut ditanam antara lain Kayu Ulin (Eusideroxylon Zwageri) atau yang biasa disebut kayu besi, salah satu kayu yang terkenal dan terkuat yang berasal dari Kalimantan, dan Eboni (Diospyros Celebica Bakh) yang berasal dari Sulawesi. Selain itu, ditanam juga Matoa, Tabebuia Pink, Delima, Jakaranda, Kuri, Buni, Pule, Kepel dan beberapa tanaman lainnya.


Sebagai informasi Hutan Kota GBK dahulunya merupakan area komersil berupa eks. Senayan Golf Driving Range seluas 4,5 hektar yang pada tahun 2016 lalu dikembalikan fungsinya oleh Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menjadi area konservasi hijau. Sesuai dengan visi PPKGBK yaitu menjadi  kawasan olahraga terintegrasi, modern, ramah lingkungan, dan unggul di dunia.

Tampak hadir dalam acara ini Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Basarah, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo, dan Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar. (NOV-PPKGBK, Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0