Kemensetneg Ajak Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara Mengenal Lebih Dekat Istana Kepresidenan
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) memperkenalkan kehidupan kenegaraan kepada 296 siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Bogor, melalui program “Istana untuk Anak Sekolah” di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal tugas dan fungsi Kemensetneg sekaligus mempelajari sejarah dan peran Istana Kepresidenan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Sebelum mengikuti tur kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para siswa mendapatkan pemaparan dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg Faisal Fahmi mengenai peran Kemensetneg dalam mendukung Presiden dan Wakil Presiden, mulai dari dukungan teknis dan administrasi hingga analisis serta manajemen kabinet.
Faisal menjelaskan bahwa Istana Kepresidenan bukan sekadar tempat Presiden menjalankan tugas, melainkan juga bagian dari sejarah perjalanan bangsa yang perlu dikenal oleh generasi muda. Melalui program ini, para siswa berkesempatan melihat langsung lingkungan Istana dan mengenal aktivitas kenegaraan yang berlangsung didalamnya.
“Istana Kepresidenan adalah milik bangsa. Bapak Presiden ingin seluruh anak sekolah di Indonesia dapat berkunjung dan melihat secara langsung sudut-sudut Istana yang menjadi saksi perjalanan bangsa Indonesia. Harapannya, tempat-tempat tersebut dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik sekalian,” ujar Faisal.

Ia juga mendorong para siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam pemerintahan dan pembangunan Indonesia pada masa mendatang.
“Bapak Presiden ingin anak-anak Indonesia kelak mampu bersaing dengan anak-anak lain di seluruh dunia. Lima atau sepuluh tahun lagi, adik-adik sekalian bisa menjadi orang-orang yang bekerja di Istana Presiden. Bahkan, bukan tidak mungkin ada di antara kalian yang kelak menjadi pemimpin bangsa,” pesan Faisal.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Faisal berharap kunjungan tersebut dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran para siswa akan peran dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga persatuan dan mempersiapkan masa depan Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara, Inspektur Jendral Polisi Budhi Herdi mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk mengunjungi Istana Kepresidenan.
“Selama ini, mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa Istana merupakan tempat yang hanya dapat dimasuki oleh orang-orang tertentu. Namun, sekarang Istana terbuka bagi masyarakat, dan kita semua memiliki kesempatan untuk hadir di sini,” ujar Budhi.
Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, imbuh Budhi, selain kemampuan akademik para siswa perlu membangun karakter, integritas, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap tanah air agar mampu memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia pun mendorong para siswa untuk berani bermimpi dan mempersiapkan diri dalam meraih cita-cita, termasuk mengambil peran sebagai pemimpin pada masa mendatang.

Pengalaman berkunjung ke Istana juga memberikan kesan tersendiri bagi para siswa. Syauqi Mufti, siswa kelas XI SMA Kemala Taruna Bhayangkara, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan. “Keputusan-keputusan penting negara diambil di ruangan ini. Melalui kunjungan ini, saya bisa memahami lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi dalam pemerintahan Republik Indonesia,” ujar Syauqi.
Sementara itu, Nandana Athallah Dhaniswara, siswa kelas XI, mengaku terkesan dengan arsitektur Istana dan kesempatan untuk mengenal lebih dekat aktivitas pemerintahan. “Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Hal yang paling saya sukai dari tur Istana adalah bagaimana kami bisa mengenal lebih dekat orang-orang yang bekerja di pemerintahan dan mengetahui apa saja yang mereka lakukan,” ungkap Nandana.
Kesan serupa disampaikan Valery Kezia, siswi kelas XI, menurutnya kunjungan ke Istana Kepresidenan memberinya pemahaman bahwa Istana tidak hanya digunakan untuk menerima tamu negara dan menyelenggarakan acara kenegaraan.
“Awalnya saya kira Istana hanya digunakan untuk menyambut tamu negara dan acara-acara penting. Ternyata, Istana juga digunakan untuk rapat kabinet dan rapat lainnya yang menghasilkan kebijakan yang berpengaruh bagi kita semua,” ujar Valery.
Sementara itu, Agung Prasetya Wibowo, guru SMA Kemala Taruna Bhayangkara, menilai program “Istana untuk Anak Sekolah” memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa. Ia berharap program ini dapat terus berlangsung agar semakin banyak pelajar berkesempatan mengenal Istana secara langsung dan terinspirasi untuk menjadi pemimpin bangsa pada masa mendatang.
“Melalui kunjungan ke Istana, kami berharap para siswa semakin termotivasi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkontribusi bagi Indonesia. Bahkan, bukan tidak mungkin kelak di antara mereka ada yang menjadi Presiden atau menteri,” tandas Agung.(NVT/FID-Humas Kemensetneg)