Kemensetneg Peringati Hari Ibu Ke-91

 
bagikan berita ke :

Selasa, 24 Desember 2019
Di baca 751 kali

Perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh proses yang panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam pidatonya saat Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91 di Lapangan Upacara Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Senin (23/12). Upacara tersebut dihadiri oleh para pejabat dan pegawai lingkungan Kemensetneg dan Sekretariat Kabinet.

Sejarah lahirnya peringatan Hari Ibu berawal dari prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 20–22 Desember 1928 dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan I di Yogyakarta. Salah satu keputusannya adalah dibentuk organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI).



Melalui PPPI terjalin kesatuan bersama dengan laki-laki dalam berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, serta meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju.

Pada tahun 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII). Kongres Perempuan II baru diadakan pada tahun 1935 di Jakarta. Kemudian, pada Kongres Perempuan III yang berlangsung dari 22–27 Juli 1938 di Bandung menetapkan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Pemilihan tanggal itu untuk mengekalkan sejarah bahwa kesatuan pergerakan perempuan Indonesia dimulai pada tanggal 22 Desember 1928.
 
Sebagai Inspektur Upacara, Ayu Bintang menjelaskan bahwa agenda peringatan Hari Ibu tiap tahunnya bertujuan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum suatu kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa indonesia.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif dalam meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan. Diharapkan pada hari ini dapat menjadi momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Peringatan Hari Ibu ke 91 ini juga merupakan titik awal gerakan percepatan perempuan di berbagai bidang pembangunan dan memberikan perlindungan bagi perempuan. Untuk mewujudkan arahan Presiden, sehingga tema utama yang diangkat dalam Peringatan Hari Ibu kali ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju.



“Pada kesempatan peringatan Hari Ibu ke 91 ini, saya ingin mengajak semua perempuan untuk terus maju mampu menjadi sosok yang mandiri dan kreatif, inovatif, percaya diri dan tentunya bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dan menjadikan terwujudnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing untuk Indonesia Maju” pungkas Ayu Bintang
(SNR/10 - Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0