Kepala BKN : Fasilitas yang Disediakan Kemensetneg Sangat Baik

 
bagikan berita ke :

Kamis, 20 Februari 2020
Di baca 634 kali

Memasuki hari ketiga, Rabu (19/2), Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Sekretariat Kabinet, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana memantau jalannya pelaksanaan SKD CPNS di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemensetneg didampingi oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemensetneg, Andri Kurniawan.

Bima merasa terkesan dengan segala fasilitas yang diberikan oleh Kemensetneg untuk para peserta CPNS. "Sudah dilakukan secara bagus sekali dari fasilitas yang sudah disediakan sudah sangat baik, sangat membuat nyaman para peserta dan sangat teratur sekali, alur pesertanya juga sangat baik," ujarnya setelah berkeliling lokasi tes.

Bersama dengan Kepala Biro SDM Kemensetneg, Bima juga sempat menyampaikan di depan para peserta untuk mempersiapkan diri pindah ke Ibu Kota Negara yang direncanakan akan pindah.

"Yang daftar ke Setneg ini kan nantinya bekerja dekat dengan presiden, jadi orang-orangnya harus betul-betul khusus, sebagai orang umum mereka belum tahu kewajiban-kewajiban yang akan dihadapi terutama jika mereka berkerja di pemerintah pusat. Kalau Ibu Kota negara pindah pada tahun 2024, maka pegawai pemerintah pusat juga pindah. Siapa dan kapan itu kita belum tahu tetapi kita harus mengantisipasi mereka akan pindah, terutama yang milenial karena masih punya masa kerja yang panjang. Karena mereka menjawab bahwa Setneg dan Istana dekat rumah mereka dan mudah transportasinya, kalau begitu ketika pindah maka akan menyulitkan mereka. Jadi, mereka harus punya kesiapan mental dari sekarang kalau ternyata mereka harus pindah ke ibukota negara baru," jelas Kepala BKN ini.

Dalam SKD, peserta disuguhi tiga materi, antara lain Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Bima menuturkan transparansi dan akuntabilitas sangat penting dalam tes SKD ini.

"Tes-tes ini memang dibuat berdasarkan kebutuhan sebagai PNS, PNS kita harus cerdas, karakternya harus baik, dan mereka tentu harus memiliki wawasan kebangsaan, karena sebagai PNS mereka menjahit negara kesatuan dulu jadi satu. Jadi, mereka tidak boleh berpikiran sempit dari satu sisi budaya saja tapi harus mampu melihat sebagai seorang Indonesia yang mana tesnya adalah Tes Wawasan Kebangsaan," tutur Bima.

Salah satu peserta SKD, Aditya Rahman merasakan bahwa penyelenggaraan tes kali ini lebih terorganisir dan nyaman. “Tahun 2017 saya mengikuti tes CPNS, terlihat ada peningkatan. Waktu lalu belum ada fasilitas semacam ini, dulu masih lebih sedikit tradisional konsepnya sekarang sudah lebih modern dan lebih bagus lagi. Pelaksanaannya tahun ini sedikit berbeda, karena di Setneg itu tidak terdapat verifikasi dokumen yang kita harus datang langsung, jadi lebih mudah,” ungkap Aditya.

Bagi peserta yang berhasil melalui passing grade, berdasarkan peringkat tertinggi dan paling banyak berjumlah tiga kali formasi jabatan, selanjutnya berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Maret mendatang. Dalam SKB, peserta harus menjalani tahapan berupa Tes Bahasa Inggris, Psikotes, dan Wawancara. (ART, DEW/Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
10           2           0           1           0