Kerja Tanpa Passion sama dengan Kerja Tanpa Karya

 
bagikan berita ke :

Senin, 18 Oktober 2021
Di baca 121 kali

Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Kementerian Sekretariat Negara (PPKASN Kemensetneg) kembali menyuguhkan serial lecture dengan konsep baru bertajuk Setneg Serial Lecture #01. Setneg SL #01 yang bertemakan Passionate, Balance, Impactful ini dimulai tanggal 18 - 22 Oktober 2021.

Mengawali sambutannya Kepala PPKASN Kemensetneg, Adyawarman mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu pengembangan kompetensi secara terpadu di Kemensetneg yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sosio cultural ASN dengan tema Passionate, Balance, Impactful. "Kegiatan Setneg Serial Lecture ini diselenggarakan dengan format kegiatan seminar yang terdiri dari berbagai tematik yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan motivasi dan passion dalam bekerja secara seimbang dan berkesinambungan untuk menghasilkan dampak positif baik bagi individu, organisasi, maupun masyarakat secara luas," kata Adyawarman.


Di hari pertama, Senin (18/10), Setneg SL #01 menghadirkan narasumber Harri Fimansyah dengan pembahasan Passion at Work. Mengusung konsep hybrid, Setneg SL #01 diselenggarakan secara daring dan luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Serial Lecture kira hari ini dan empat hari ke depan mudah-mudahan bisa jadi sesuatu yang baik untuk kementerian kita dan untuk Indonesia sebagai terobosan terbaru dari sisi pembelajaran," kata Kang Harri sapaan akrabnya.

Mengawali pembahasan, Harri menjelaskan apa yang dimaksud dengan passion dan dorongan apa saja yang membuat passion itu ada. “Passion itu menghadirkan rasa emosi not only positive tapi juga kuat di dalam pekerjaan kita. Kondisi psikologis, state of our psychology yang ada, bukan cuma ada tapi juga kuat. Ada internal, ada eksternal. Eksternal itu ketika kita bilang segala sesuatu yang ada di depan saya, dan passion itu kuat banget, mendorong kita jadi punya internal, kendali dirinya di internal, remote hidup kita ada di tangan kita,” jelas Harri.

Harri menjelaskan passion adalah sesuatu yang krusial bagi diri seseorang karena dorongan yang kuat dari diri sendiri, membuat diri seseorang berbuat optimal. “Dorongan yg kuat itu kemudian membuat kendali diri internal jadi ada terhadap segala sesuatunya dengan seoptimal mungkin karena keterlibatannya itu dianggap bermakna, passion itu krusial banget untuk kita punya,” sambungnya.

Menurut Harry, seseorang yang sudah memiliki kapabilitas dan sudah memiliki kompetensi maka dia akan meet sama performance. “Seseorang yang punya individual competence, dia akan melahirkan sesuatu, yaitu performance dan performance didasarkan towards kepada institutional dreams, institutional purpose. Dan pasti kalau kita kompeten maka dipastikan kita meet sama individual competence,” lanjut Harri.


Founder dari @hcr.id dan @mentories.id menjelaskan bahwa kerja tanpa passion sama dengan kerja tanpa karya. Untuk itu Harri mengajak seluruh ASN di Indonesia untuk menemukan dan membentuk passion masing-masing agar dapat bekerja dengan menghasilkan karya yang luar biasa.

"Yuk teman-teman semuanya kita sama-sama temukan passion kita. Karena kan kita tidak akan berakhir besok. Keberadaan anda di tempat kerja anda itu sangat vital," ajaknya.

Setneg SL #01 berjalan sangat interaktif, tidak hanya peserta luring saja yang bisa bertanya dengan narasumber, namun peserta daring juga bisa mengajukan pertanyaan secara live dengan narasumber. Setneg SL #01 masih akan menghadirkan narasumber-narasumber yang dapat memberikan ilmu yang kaya kepada seluruh ASN yang ikut bergabung. Tentunya seluruh rangkaian acara ini ditujukan untuk ASN agar lebih baik dan mendukung ASN untuk terus memberikan kontribusi penuh bagi Negara. (LDS/ART-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0