di Istana Merdeka, Jakarta
Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita sekalian.
Syalom.
Salve,
Om Swastiastu.
Namo Buddhaya.
Salam Kebajikan.
Yang saya hormati dan yang saya muliakan, Perdana Menteri Australia, Saudara Anthony Albanese, dengan para menteri dan pejabat tinggi,
Rekan-rekan media yang saya hormati.
Saya sangat gembira dapat menyambut kembali sahabat saya, Perdana Menteri Albanese di Jakarta. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi saya untuk membalas sambutan hangat yang saya terima saat berkunjung ke Sydney pada bulan November 2025 yang lalu. Pada kesempatan yang baik ini izinkan saya menyampaikan ucapan selamat Hari Australia yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2026.
Australia adalah salah satu tetangga terdekat dan mitra strategis Indonesia. Australia dan Indonesia juga mempunyai hubungan yang cukup panjang, hubungan persahabatan. Kita juga selalu ingat bahwa Australia mendukung perjuangan kemerdekaan kita dari sejak awal proklamasi kita pada tahun 1945.
Hari ini, saya dan Perdana Menteri Albanese menegaskan kembali hubungan erat dan komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan Indonesia-Australia melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama. Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Bagi Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif.
Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan kita memilih membangun hubungan tersebut atas dasar saling percaya dan iktikad baik. Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun. Untuk itu, kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita.
Hadirin yang saya hormati,
dalam pertemuan hari ini saya dan Perdana Menteri Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama.
Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara, guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan kita.
Saya juga mengundang Australia untuk berinventasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Pada saat yang sama kami juga mendorong perusahaan Indonesia untuk berinventasi di sektor pertambangan mineral kritis Australia. Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya.
Perdana Menteri Albanese dan saya juga membahas kerja sama di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil. Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang sedang kami bangun. Dalam hal ini, saya menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia melalui Australia Awards Garuda Scholarships dalam mendukung upaya tersebut.
Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang kompeten, yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia. Untuk itu saya mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreement bagi sertifikasi profesi, sehingga para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Australia.
Sebagai penutup, saya mengundang Perdana Menteri Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit di Bali pada bulan Juni tahun ini. Saya yakin kehadiran Perdana Menteri akan membantu memastikan KTT tersebut menghasilkan capaian yang nyata dalam juga mendorong kerja sama kita di bidang kelautan. Kita harus memahami bahwa laut adalah kepentingan bersama bagi semua negara, apalagi kedua negara kita.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.