Kisah Perjuangan para Anggota Paskibraka Nasional 2026 Hingga Dikukuhkan di Istana Negara
Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti momentum pengukuhan 76 putra-putri terbaik bangsa sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu (15/06/2026). Di balik momentum tersebut, tersimpan berbagai cerita perjuangan yang mengantarkan para Paskibraka hingga berhasil terpilih untuk mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka.
Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan bahwa proses yang dilaluinya hingga terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional tidaklah mudah. Furqoen menuturkan, dirinya harus melalui rangkaian proses seleksi yang panjang, mulai dari tingkat sekolah hingga tingkat pusat.
“Prosesnya banyak banget, Kak. Yang pertama itu dari proses seleksi sekolah, seleksi Kabupaten, provinsi, dan juga verifikasi tingkat pusat kemarin,” jelas Furqoen.
Perjuangan menjadi anggota Paskibraka Nasional tidak hanya melalui proses seleksi dan latihan yang panjang, tetapi juga menuntut keberanian untuk melawan keraguan terhadap diri sendiri. Angelica Theona Putri, perwakilan dari Jawa Timur, menceritakan bahwa membangun rasa percaya diri menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya.
Saya sendiri kurang percaya diri, udah minder duluan ngelihat teman yang lebih baik dari saya, saya kayak ah pasti gak bisa, ternyata bisa ngelawan ketidakpercayaan diri itu, berhasil kak,” tuturnya.
Hal serupa juga dirasakan Gladys Manuella Aibekob, perwakilan dari Papua Tengah. Dengan terus berusaha, dirinya mampu melawan rasa ragu hingga akhirnya terpilih untuk mewakili daerahnya sebagai anggota Paskibraka Nasional.
“Awalnya saya ragu, namun saya terus berusaha dan mencoba untuk hilangkan rasa ragu itu,” tuturnya.
Perjuangan panjang tersebut berbuah kebanggaan, tidak hanya bagi para Paskibraka, tetapi juga bagi daerah yang mereka wakili. Julita Rita Lestari, perwakilan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengungkapkan kebahagiaannya karena berhasil membawa nama daerahnya hingga ke tingkat nasional.
“Saya juga bangga, kenapa? Karena akhirnya setelah 15 tahun Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mengirimkan untuk ke tingkat pusat, akhirnya setelah dari 26 ini saya bisa terpilih, puji Tuhan sekali Kak,” ungkapnya.
Perjuangan para Paskibraka yang dikukuhkan tersebut masih berlanjut. Setelah melalui proses seleksi dan latihan, mereka kini bersiap melaksanakan tugas pada upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gladys menuturkan, menjelang pelaksanaan tugas tersebut, dirinya berusaha menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
“Saya mulai jaga makan kak, supaya kesehatan saya tetap terjaga. Terus saya menyiapkan perlengkapan-perlengkapan saya agar tampil rapi dan baik,” pungkasnya.
Hal serupa dilakukan Ismi Ulfaida, perwakilan Sulawesi Barat yang merupakan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar. Ia juga berupaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh hingga hari pelaksanaan tugas tiba.
“Tetap fokus latihan, menjaga kesehatan, tidur teratur,” pungkasnya. (BPMI Setpres)