Lakukan Penyederhanaan Birokrasi, Kemensetneg Lantik 523 Pejabat Fungsional, Administrator, dan Pengawas

 
bagikan berita ke :

Selasa, 22 Desember 2020
Di baca 599 kali

Selasa (22/12), Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Setya Utama mengambil sumpah jabatan dan melantik 523 Pejabat Fungsional Administrator dan Pengawas di lingkungan Kemensetneg. Acara ini dilaksanakan secara luring (luar jaringan) dan simbolis oleh perwakilan pejabat yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Pelantikan juga berlangsung secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi Zoom.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada periode kedua pemerintahannya berfokus memangkas birokrasi dan meminta tingkatan jabatan eselon di pemerintahan disederhanakan. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada menteri di Kabinet Indonesia Maju, para gubernur, bupati dan walikota tentang langkah strategis dan konkret tentang penyederhanaan birokrasi.

Sesuai Keputusan Menteri Sekretaris Negara Nomor 334 dan 335 Tahun 2020, sebanyak 523 pejabat yang dilantik hari ini terdiri atas 114 Pejabat Fungsional  Madya, 264 Pejabat Fungsional Muda, 42 Pejabat Administrator, dan 103 Pejabat Pengawas. Pengambilan sumpah jabatan secara simbolis dilakukan oleh lima pejabat yang mewakili agamanya masing-masing, yaitu Ida Ayu Yulie Primashanti, Iwan Purnawan, Firman Wahyudi, Frans Parlindungan, dan Vimala Asty Fitra Tunggal Jaya.


Dalam sambutannya, Sekretaris Kemensetneg berharap kepada para pejabat yang telah menduduki jabatan barunya untuk dapat bekerja lebih baik, rajin, disiplin, profesional, dan selalu menjaga integritas. “Diharapkan dengan jabatan yang baru ini, saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga integritas, melakukan terus inovasi, agar pekerjaan lebih mudah dijalankan. Jangan lupa sebagai Jabatan Fungsional ini maka kita harus mengubah budaya kerja, pandai-pandai merencanakan, mencari peluang untuk menambahkan angka kredit, bekerja sama dengan teman yang lain, berkolaborasi tidak bisa bekerja sendiri, dan bersiap diperintah bukan hanya oleh asdep/kepala bironya tapi bisa membantu asdep/kepala biro yang lain. Inilah perbedaan dengan sebelumnya secara struktural,” ucap Setya Utama.

Kepada para pejabat eselon I dan II yang juga diundang dalam Zoom Meeting, Setya Utama mengimbau untuk dapat membagi pekerjaan dengan fleksibel dan luwes karena akan memudahkan penyelesaian pekerjaan dengan bantuan banyaknya Pejabat Fungsional pada unit kerja manapun.

“Kita harus ubah cara kerja kita, kita harus rajin merencanakan dan melaksanakan kerjaan kita. Jangan lupa mencatat angka kreditnya, jangan sampai pada waktunya ketika harus naik pangkat atau jabatan, Anda lupa mencatat sehingga akan kerepotan sendiri. Jadi, perubahan gaya kerja harus kita cermati dan kita laksanakan sebaik-baiknya bersama-sama,” kata Setya menambahkan.


Sempat ditemui usai pelantikan, Firman Wahyudi yang beralih dari jabatan struktural ke jabatan fungsional sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Madya menyampaikan, “Sebagai orang yang baru di dunia jabatan fungsional ini tentunya kami akan terus belajar supaya kebijakan pemerintah ini bisa menjadi alternatif karier baru untuk kami,” ujarnya.

Dilaksanakan secara serentak baik melalui luring maupun daring, pelantikan Pejabat Fungsional, Administrator, dan Pengawas hari ini berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah penyebarluasan/penularan Covid-19. (DEW-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           1           0