Para Inovator Muda Sebarkan Semangat Berinovasi Meriahkan Acara Setneg X InnoTalks & Music

 
bagikan berita ke :

Kamis, 05 Agustus 2021
Di baca 177 kali

Kamis (5/8), disiarkan langsung via live Youtube, Instagram Live Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) juga aplikasi Zoom, InnoTalks & Music yang merupakan salah satu program dalam Setneg X menghadirkan sepuluh pelaku inovasi terkemuka yang masing-masing membahas mengenai dasar-dasar inovasi pada sebuah organisasi kerja maupun institusi dan dibagi menjadi  lima sesi.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengawali acara InnoTalks dalam sambutannya mengapresiasi keluarga besar Kemensetneg yang sudah bergabung dalam program Setneg X ini dan mengingatkan bahwa berinovasi bukan hanya untuk kepentingan organisasi, institusi ataupun pemerintahan, tapi juga untuk kepentingan masyarakat, keluarga, dan diri sendiri, karena apabila  kita menemukan cara kerja yang inovatif, kerja kita lebih ringan  tetapi  lebih  produktif  dan  lebih  kontributif.  

Pada Inno Talks & Music menghadirkan para innovator, para implementor, para eksekutor dari PT. Telkom Tbk, PT. Bank Mandiri, Grab Indonesia, Tokopedia, Google, Facebook Indonesia, BRI Venture, Twibonnize, Girls in Tech Indonesia, dan Staf Khusus Presiden.


Sesi Leaders Insight

Pada sesi  Leaders Insight, innotalks menghadirkan Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Ardiansyah dan  Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Bank Mandiri, Agus Dwi Handaya. Masing-masing pembicara memaparkan tentang peran pentingnya pemimpin dalam mendorong dan menumbuhkan kesadaran anggota organisasi untuk berkolaborasi dan berinovasi serta memberi ruang untuk memberikan ide, gagasan, dan pemikiran baru serta memberikan apresiasi kepada anggota sekecil apapun inovasi terebut dalam memberikan value bagi organisai.

Dalam paparannya, kedua narasumber juga menekankan seorang pemimpin harus punya visi ke depan atau memikirkan masa depan (thingking ahead),  pemimpin harus memastikan bahwa semua proses yang ada di dalam unitnya itu harus dipastikan adalah yang terbaik, dilakukan perbaikan terus menerus (thingking again), dan terakhir yaitu thinking across, yaitu melakukan benchmarking kepada instansi yang lebih baik.


Sesi I , Mengapa Organisasi Butuh Pusat inovasi

Dalam InnoTalks & Music, kebutuhan organisasi akan inovasi juga dikupas oleh pelaku inovasi yang datang dari dua unicorn, yaitu Grab Indonesia dan Tokopedia. Pembahasan tentang organisasi butuh pusat inovasi disampaikan oleh President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. “Awal mula perjalanan Grab dimulai untuk memecahkan masalah transportasi dan terus berkembang hingga saat ini telah bertransformasi menjadi SuperApp yang terkemuka di Asia tenggara. Menjadi layanan yang bukan hanya di transportasi dan mobilitas, tapi mencangkup seluruh kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujar Ridzki saat membuka pemaparan.

Ridzki menyampaikan Grab berusaha menumbuhkan bisnisnya diawali dengan menjawab berbagai tantangan di setiap negara dan Indonesia ini tentunya adalah negara yang sangat kaya. “Indonesia ini tentunya adalah negara yang sangat kaya. Unik penuh dengan tantangan.Tapi juga penuh dengan peluang. Inovasi dan teknologi itu salah satu kunci untuk menjawab tantangan. Tantangan tersebut berubah menjadi solusi dan menjadikan peluang bagi masyarakat luas. Transformasi tantangan menjadi solusi,” jelasnya.

Sama hal dengan Grab Indonesia, Asri Wahyuni, Direktur Kebijakan Publik Tokopedia mengatakan melalui teknologi dan infrastruktur yang dimiliki Tokopedia bisa menciptakan peluang usaha bagi seluruh masyarakat di berbagai pulau. “Dengan menyadari pengguna yang besar ini, dimanfaatkan Tokopedia sebagai sarana untuk mengkomunikasikan berbagai macam informasi, termasuk edukasi mengenai pandemi. Kemudahan memperoleh informasi diadopsi di aplikasi Tokopedia yang merupakan salah satu bentuk inovasi,” ujar Asri.

Terakhir, Asri mengungkapkan Tokpedia saat ini sedang berinovasi di beberapa hal seperti membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan membuat Tokopedia Academy untuk untuk memberikan impact positif kepada masyarakat sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai teknologi terkini.

“Disadari bahwa digital talent ini sangat langka di Indonesia, hal ini sangat membantu industri karena akan lebih banyak lagi talenta ataupun sumber daya manusia mendukung perkembangan ekonomi digital, Tokopedia juga mengadakan Tokopedia goes to campus untuk memberikan edukasi dan menyelenggarakan START Summit, konferensi teknologi di Indonesia yang dipelopori oleh Tokopedia. Tokopedia juga mendukung kiprah perempuan di teknologi dengan mengadakan Women in Tech terakhir kita bekerja sama dengan Universitas Indonesia dengan membuat program Artificial Intelligence Center of Excellence,” ungkap Asri.


Seri II, Bagaimana Wujud Pusat Inovasi di berbagai Organisasi

Pada sesi II menghadirkan dua pembicara yaitu Randy Jusuf, Managing Direktor, Google Indonesia dan Pieter Lydian, Country Director Facebook Indonesia.

Randy memaparkan beberapa produk inovasi yang telah ada di Google diantranay Goggle Search, GoogleMap, GooglePlay, Gmail, GoogleDrive, Gyoutube merupakan hasil dari inovasi yang semua produk produk google tersebut menggunakan machine learning.

Randy juga menjelaskan tiga prinsip inovasi yang dijalankan di google, yaitu pertama focus on the user & all else will follow, fokus kepada pengguna dan dapat ebrguna untuk semua orang. Kedua Think 10X, artinya pada saat kita mereview inovasi, mereview target dan sebagainya, Google selalu men-challange each other bisa diartikan memantau dan menentukan apakah bertahap atau maju sepuluh kali lipat, karena inovasi itu tidak selalu berhasil. Ketiga dan yang tidak kalah penting yaitu Inovasi comes from everywhere, inovasi itu bisa datang dari mana saja, walaupun Google mempunyai divisi inovasi namun inovasi bukan hanya kewajiban dari pegawai dari divisi inovasi saja bisa datang dari siapa saja.

Pembicara kedua, Pieter Lydianmenjelaskan teknik inovasi dari sudut pandang Facebook. Menurutnya sumber inti dari inovasi adalah manusia, manusia yang kreatif, manusia yang tangguh dan menusia yang berdaya, sehingga dalam menujun inovasi ini adalah dengan cara memberdayakan manusia.

Facebook mempunyai mandat dalam  pendiriannya, yaitu memperoleh dampak sosial terutama UMKM dan pemberdayaan peranan wanita melaui literasi digital. Mandat kedua yaitu mengakselerasi  dari ekonomi kreatif, dan yang ketiga adalah tranformasi digital, yaitu membuka pasar utnu pelaku bisnis di Indonesia, baik pelaku UMKM maupun pelaku dalam skala besar di dalam negeri maupun di luar negeri. Facebook selalu konsisten melakukan inovasi dan untuk mendorong inovasi yaitu pada aspek pemberdayaan sumber daya manusia,connectivitas dan utilitas.


Seri III, Apa Saja Ilmu dan Keterampilan yang dibutuhkan seorang Inovator

Seri III pada InnoTalsk & Music ini menghadirkan pembicara dari Founder & CEI of Twibbonize, Muhammad Mulqan dan Vice Fresident of Investment and Bussiness Developtment Bank Rakyat Indonesia Venturer, Markus Liman Rahardja.

Muhammad Mulqan memulai pemaparannya dengan menjelaskan Twibbonize yaitu platform kampanye kolaboratif untuk seluruh elemen masyarakat, bisa dikatakan bahwa Twibbonize merupakan sebuah platform daring yang memfasilitasi segala kebutuhan campaign dengan cara yang asik dan menarik. Dengan Twibbonize semua orang bisa menyuarakan apapun secara masif dan menyenangkan. Jadi untuk para inovator agar tidak ragu untuk menyuarakan atau menuangkan rencana ide dan gagasannya menjadi sebuah inovasi.

Hampir mirip dengan Mulqan, Vice President of Investment and Business Development BRI Ventures, Markus Liman Rahardja menerangkan Inovasi adalah bagaimana kita memperbarui suatu domain, prodak, servis yang dulu sudah low to date dan menjadi up to date. Introduce menjadi teknik baru yang menciptakan value, sehingga kata kunci dari seorang innovator adalah bagaimana menciptakan suatu nilai baru. Inovasi merupakan kunci untuk survive baik individu maupun company.

Markus mengatakan seorang innovator harus memiliki growth mindset yaitu bagaimana kita bisa learn to unlearn, bagaimana bisa melihat dunia dari kacamata perspektif yang baru. Seperti kita bisa mentoleransi kegagatalan karena kegagalan adalah sebagian dari proses. Growth mindset penting menjadi dasar pondasi dari pada membangun inovasi.

Terakhir sebelum menutup pemaparan, Markus mengungkapkan 2 hal yang membangun learning culture ialah upskill and learn educational skill untuk menghandle hasil karya kita atau yang sudah kita capai. Kemudian reskill adalah belajar set skill lainnya. “Upskill dan reskill harus mempunyai learning culture yaitu 5C (choice, collaboration, communication, crtitical thinking dan creativity) Fokus kepada creativity dan imajinasi,” tutupnya.


Sesi IV,  Seberapa Penting Creativepreneur Mindset Bagi Seorang Inovator di Organisasi Pemerintah?

InnoTalks and Music sampai di sesi terakhir yang menghadirkan Co-Managing Director Girls in Tech Indonesia, Aulia Halimatussadiah dan Asisten Staf Khusus Presiden, Budi Adiputro. Mengawali sesi 4, Aulia mengatakan kegemaran membaca buku dan menulis puisi Ketika Kecil, mendorong keinginannya meletakkan puisi-puisinya di sebuah website.

“Ditengah kesukaan aku menulis puisi, aku juga mencoba mendalami coding dan teknologi digital,  namun aku menemukan akar masalahnya bahwa industri penulisan di Indonesia belum siap  menerima dan melayani 100 juta penulis anak muda di Indonesia dan anggapan jika profesi penulis selalu dianggap tidak menghasilkan,” ujar Aulia.

Menurut Aulia ada enam kebiasaan seorang Creativepreneur Berempati pada masalah yang dihadapi user, customer, stakeholder, dan lain lain, mempunya pola pikir solutif, mengambil keputusan berdasarkan data dan intuisi, senang bereksperimen dan tidak takut salah, pivot atau fleksibel saat menghadapi hambatan dan memulai aksi meskipun belum sepenuhnya sempurna.

Lain halnya dengan Budi Adipuro, Asisten Staf Khusus Presiden Putri Tanjung ini menyampaikan ada empat mindset penting yang harus dimiliki innovator, yaitu berpikir peluang selalu ada, selalu melawan masalah dan bangkit setiap kali terjatuh, kolaborasi karena Kerjasama adalah kunci, adaptive dan evolving untuk tidak pernah berhenti di suatu inovasi.

Maka dari itu, Budi menilai bahwa seorang ASN yang ada di dunia birokrasi penting sekali untuk ciptakan kreativitas dan inovasi supaya ada dampak yang dihasilkan. Ada sebuah inovasi yang juga dikeluarkan dan bagaimana juga punya kontribusi yang lebih banyak buat bangsa dan negara. Tapi memang kuncinya ada di creative mindset.


Keseruan acara InnoTalks and Music ini ditutup dengan games dengan hadiah menarik serta penampilan dari band Noe Letto dan Sound of Buitenzorg. (ART/YLI/SRN-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0